Pages

Wednesday, May 27, 2015

[Blog Tour Marry now, Sorry Later] Review Buku





Judul Buku                          : MARRY NOW, SORRY LATER
Pengarang                          : CHRISTIAN SIMAMORA
Penerbit                             : TWIGORA
Harga Jual                          : Rp 77.700
Isbn/Ean                             : 978-602-70362-2-2
Bulan/Tahun Terbit           : MEI 2015
Panjang x Lebar                 : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman                : x + 438 hlm
Genre                                 : Contemporary Romance
Kategori                             : Novel Dewasa
 

Sinopsis

"BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?"

Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.

"ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?"

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?

"SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP."

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA


Review

Reina yang sedang bekerja di sebuah panti asuhan di Bali tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan seorang laki-laki yang mencarinya. Laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan adalah suami yang ditinggalkannya sebelum resepsi pernikahan mereka.


Reina berpikir bisa bersembunyi dari Jao Lee, suaminya tersebut. Tetapi sebuah foto kecil di surat kabar sudah cukup bagi Jao untuk menemukan istrinya yang telah menghilang selama enam bulan. Jao berniat untuk membawa Reina pulang ke Jakarta dan memulai kehidupan mereka sebagai suami istri. Tetapi Reina tidak sanggup berpura-pura menjalani pernikahan yang sama sekali tanpa cinta dan hanya terjadi karena sebuah pemerasan.

Jao Lee sama sekali tidak mencari cinta. Belajar dari pengalaman pahit ayahnya yang ditinggalkan ibunya demi lelaki lain membuat Jao jeri akan cinta. Tetapi bukan berarti Jao tidak menyukai perempuan! Dengan ketampanan dan kekayaannya ia gonta-ganti pacar semudah mengganti bajunya. Hingga Jao bertemu Reina.

Reina mendapati bahwa perusahaan yang diwariskan Papa kepadanya ternyata dibelit hutang yang begitu banyak. Salah satu hutang terbesar adalah kepada Jao Lee. Dengan nekat Reina mendatangi Jao meminta perpanjangan waktu pembayaran. Awalnya Jao menolak, tetapi kemudian ia berubah pikiran dan mengajukan syarat. Satu malam bersama Reina!

Hubungan satu malam inilah yang kemudian mempengaruhi kehidupan keduanya.

Jao menginginkan Reina. Reina membenci Jao.

Jao mendapatkan kemenangannya dengan menikahi Reina. Reina mendapatkan kepuasan dengan meninggalkan Jao sebelum resepsi pernikahan mereka, membuat Jao dipermalukan di depan tamu-tamu undangan pesta mereka.

Tetapi ketika mereka berdua kembali bersama, kehidupan yang bagaimanakah yang harus mereka jalani?

“... apapun yang terjadi, jangan berikan hatimu sepenuhnya kepada perempuan. Karena mereka itu bukan manusia seperti kita.” (hal 98)

Yang pertama kali menarik perhatian saya akan buku ini adalah kovernya. Kovernya terasa seksi dan warna kover yang menyala membuat saya langsung terpikat. Kemudian saya membaca blurb dibagian belakang buku, dan inilah yang membuat saya memutuskan mengajukan diri menjadi salah satu host yang mengadakan Blog Tour Marry Now, Sorry Later.

Marriage of convenience merupakan salah satu plot favorit saya. Ditambah dengan ide cerita yang berdasarkan dongeng Beauty and The Beast membuat saya tidak sabar untuk segera menggenggam buku ini di tangan.Bayangkan saja kebahagian saya saat terpilih menjadi host blog tour buku ini :)

Dan buku ini tidak mengecewakan saya. Jao Lee yang tidak percaya cinta malah membuat saya jatuh cinta.

Buku ini dibagi menjadi dua bagian yang disebut sebagai ‘Debar Pertama’ dan ‘Debar Kedua’. Setiap ‘Debar’ dimulai dengan penggalan cerita Beauty and The Beast karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont.

Alur cerita berupa maju mundur dimana cerita dimulai dari masa sekarang dan kemudian pembaca dibawa kembali ke masa lalu dimana awal permasalahan bermulai. Perpindahan alur ditulis dengan mulus sehingga membuat kita semakin menikmati cerita ini.
 “Treat her like a person, then a princess, then a greek goddess, then a person again.” (hal 189)

Jao Lee merupakan tokoh yang paling terasa perubahannya disini. Di awal cerita ia digambarkan sebagai sosok yang angkuh, sombong, tidak menghargai wanita. Tetapi perasaan cinta kepada Reina membuat ia berubah. Ia bahkan mau bersusah payah mencari cara untuk menjadi boyfriend yang sempurna buat Reina. Adegan Jao menggoogle dan mencatat cara menjadi boyfriend yang baik itu bikin saya gemes ;)

Pada awalnya Reina membuat saya bersimpati kepadanya. Kematian papanya tidak hanya membuat Reina ditinggal seorang diri didunia, ia juga dijauhi oleh teman-teman sosialitanya yang menganggap Reina tidak pantas lagi dijadikan teman setelah ia jatuh miskin. Tapi di situasi yang seperti ini Reina malah menemukan teman-teman sejati. Memang tidak sekelas dengan Reina, tetapi mereka istimewa dengan caranya sendiri. Teman-teman inilah yang kemudian menopang Reina saat ia jatuh dan mendukungnya untuk bangkit kembali. Ini adalah bagian dari cerita Reina yang saya suka.

Bagian yang kurang saya suka, keras kepalanya Reina. Bahkan disaat Jao sudah menunjukkan dengan segala cara rasa cintanya kepada Reina, ia tetap memutuskan untuk berpisah dengan Jao. Tapi yah, namanya juga perempuan. Lain di mulut lain di hati...

Secara keseluruhan buku ini enak dibaca dengan bahasa yang luwes dan humor yang bertebaran disana-sini. Sangat sangat rekomen untuk dikoleksi :)

Dan tidak lupa, foto si bibir merah. A special smile for you Jao Lee :)


Nantikan giveaway Blog Tour Marry Now, Sorry Later yang akan saya tayangkan sekitar jam 13.00 nanti ya :)

Sambil menunggu postingan giveaway silakan dibaca wawancara saya dengan Christian Simamora disini.

Dan bagi yang belum ikutan giveaway di blog-blog yang juga mengadakan blog tour Marry Now, Sorry Later silakan kunjungi mereka disini. Ikutin semua giveaway-nya ya biar kesempatan menang makin besar :)



20 Mei 2015 : Luckty Giyan Sukarno  http://luckty.wordpress.com

21 Mei 2015 : Nurina Widiani http://kendengpanali.blogspot.com

22 Mei 2015 : Sri Sulistyowati/Peri Hutan http://www.kubikelromance.com

23 Mei 2015 : Stefanie Sugia http://www.thebookielooker.com

24 Mei 2015 : Oky Septya http://www.okydanbuku.com

25 Mei 2015 : Destinugrainy http://destybacabuku.wordpress.com

26 Mei 2015 : Dhyn Hanarun http://dhynhanarun.blogspot.com

27 Mei 2015 : Ira Elvira http://www.irasbooks.blogspot.com

28 Mei 2015 : Rizky Mirgawati http://rizkymirgawati.blogspot.com

29 Mei 2015 : Aya Murning http://www.murniaya.wordpress.com

30 Mei 2015 : Hanifah Dien F http://handifi-library.blogspot.com

31 Mei 2015 : Afifah Mazaya http://theladybooks.blogspot.com

1 Juni 2015 : Martina Sugondo (Nana) http://glasses-and-tea.blogspot.com

2 Juni 2015 : Ariansyah http://ariansyahabo.blogspot.com

6 comments:

  1. Eh itu pikirku Jao cuma mengajukan syarat bahwa si Reina ini harus bersedia menikah dengannya. Kok ada syarat lain "Satu malam bersama Reina" lagi?
    *ngiler pengen meluk novelnya cepat-cepat*

    ReplyDelete
  2. Buku-bukunya Abang Christian selalu enak dibaca, sih. Dan yang jelas selalu bikin jantung kebat-kebit dan badan panas dingin... hahahaaa....

    Dan sepertinya buku kali ini akan snagat bikin jantung kebat-kebit kalau melihat dari review di atas. Nggak sabar pengen baca.

    ReplyDelete
  3. ahh, Reina.. Beruntung banget bisa bersama dengan Jao~~ ^^

    ReplyDelete
  4. Nggak nyangka kalau disetiap review blog selalu menyuguhkan review yang berbeda dengan banyaknya kejutan. Dan review ini sedikit banyak membuat saya mengerti bagaimana kisah Reina dan Jao.

    ReplyDelete
  5. Ada tambahan informasi lagi nih, mengenai Buku MNSLnya Bang Ino...
    Terkait hal ini :D yang belum dicantumkan di blog-blog sebelumnya XD
    Buku ini dibagi menjadi dua bagian yang disebut sebagai ‘Debar Pertama’ dan ‘Debar Kedua’. Setiap ‘Debar’ dimulai dengan penggalan cerita Beauty and The Beast karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont.

    ReplyDelete
  6. Review Mbak Ira menjawab pertanyaan saya di review host blogtour sebelumnya. Akhirnya saya tahu kenapa Jao bisa terobsesi dengan Reina dan kenapa Reina sebegitu benci pada Jao.

    Tapi ... apa Reina akhirnya meninggalkan Jao? Itu Mbak tulis kalau Reina akhirnya meminta berpisah dari Jao? Eeeh jadi mereka akhirnya pisah? Perasaan Jao ga sampai ke Reina? QwQ

    Ya ampun sini Jao buat akuh ajaaaaa.

    ReplyDelete