Showing posts with label read big RC. Show all posts
Showing posts with label read big RC. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

The Black Echo (Gema Hitam) by Michael Connelly





Judul                 : The Black Echo (Gema Hitam)
Pengarang          : Michael Connelly
Penerbit              : PT. GPU
ISBN                      : 9789792285932
Tahun                   : 2012
Halaman              : 600
Rating                   : 4 of 5 stars

Sinopsis:
Bagi detektif bagian pembunuhan LAPD, Harry Bosch, mayat dalam sebuah pipa di Mulholland Dam lebih dari sekadar mayat biasa. Kasus ini bersifat pribadi baginya.

Sang korban, Billy Meadows, adalah rekan sesama "tikus got" di Perang Vietnam. Mereka bertempur bersama dalam perang bawah tanah yang membawa mereka ke dalam mimpi buruk yang panjang. Kini, Bosch harus berhadapan kembali dengan masa lalunya. Dari labirin bawah tanah yang berbahaya, hingga pencurian bawah tanah yang penuh liku, insting Bosch kembali diuji hingga batas tertinggi.

Berpasangan dengan agen wanita FBI yang penuh teka-teki, dan menghadapi musuh dari dalam departemennya sendiri, Bosch harus membuat pilihan sulit antara keadilan dan balas dendam, ketika mengetahui identitas si pembunuh yang tak terduga.


Review:

Harry Bosch, detektif pembunuhan LAPD divisi Hollywood, mendapatkan sebuah kasus di hari minggu pagi itu. Seseorang menelepon 911 menyatakan ada mayat yang tersembunyi di sebuah pipa pemecah lumpur yang biasa digunakan oleh para gelandangan untuk tempat bernaung.

Itulah kesimpulan pertama yang diambil oleh Harry, bahwa mayat itu adalah seorang gelandangan, sampai ia melihat wajah mayat tersebut. Wajah yang pernah bekerjasama dengannya sewaktu di Vietnam, sama-sama bertugas sebagai “tikus got”. Para tikus got ini bertugas memasuki lubang-lubang yang digali oleh VC atau Vietkong untuk melancarkan perang fisik dan mental melawan tentara Amerika. Banyak cerita mengerikan yang terjadi di peperangan bawah tanah ini dan Billy Meadows, si mayat di pipa, adalah salah satu tikus got yang paling hebat.

Otopsi menunjukkan bahwa Meadows overdosis heroin dengan kualitas tinggi sementara dengan kehidupan yang pas-pasan tidak mungkin Meadows sanggup membeli heroin tersebut. Saat penyelidikan ke apartemen Meadows, Harry menemukan tanda terima penggadaian sebuah gelang emas dengan hiasan lumba-lumba dari giok. Gelang yang hilang dari sebuah kotak penyimpan bank yang dibobol sembilan bulan yang lalu.


Semakin Harry menyelidiki kasus ini, ia semakin menemukan bahwa kasus ini memiliki hubungan dengan Perang Vietnam yang telah ditinggalkannya dua puluh tahun yang lalu dan masih menghantui dalam mimpi buruk hingga hari ini.

Nama Michael Connelly sudah cukup lama saya dengar, bahkan pernah menonton salah satu film yang diangkat dari novelnya, The Lincoln Lawyer yang dibintang Matthew McConaughey (Yummmm….!). Malah sempat juga mendownload seri Lincoln Lawyer ini, tapi sesudah itu lupa karena tertimbunan dowloadan ebook lainnya.

Jadi sewaktu menemukan buku ini di tumpukan buku murah dengan harga hanya 20 ribu, langsung saya masukkan ke keranjang belanja. Itu sekitar lima bulan yang lalu. Sesudah dibeli lagi-lagi buku ini masuk ke dalam timbunan dan hanya keluar karena saya nyari buku bantal buat Read Big Reading Challenge.

Buku ini aslinya pertama kali di terbitkan tahun 1992, sehingga untuk teknologi buku ini jelas ketinggalan. Para detektif masih menggunakan pager dan harus mencari telepon umum untuk menghubungi orang-orang yang memanggil mereka lewat pager. Sedangkan  perang Vietnam sendiri, bagi generasi saya, masih cukup familier. Rambo merupakan film favorit papa saya, kalau saya sih lebih suka Rocky ;)

Oke, cukup melanturnya!

Menurut saya Gema Hitam merupakan sebuah novel detektif yang bagus. Saya cek di goodreads buku ini merupakan buku pertama dari seri Harry Bosch, tetapi sepertinya ia sudah pernah muncul di novel-novel lain. Karena ada beberapa kasus di masa lalu Harry yang sepertinya memiliki cerita sendiri seperti kasus The Dollmaker yang membuat Harry di skors dan dipindahkan dari divisi Perampokan-Pembunuhan di kantor pusat ke divisi pembunuhan di kantor Hollywood.

Pembukaan kasus dimulai dengan sederhana, kematian seorang gelandangan seperti kasus-kasus harian yang ditangani Harry. Kemudian intrik ditambahkan dengan ditemukannya tanda terima gadai dikamar Meadows dan semakin lama semakin berbelit sehingga berkaitan dengan kejadian pada hari kejatuhan Saigon yang menandakan berakhirnya Perang Vietnam. Dan itu berbeda jauh dari kasus perampokan bank biasa seperti yang semula saya pikirkan.

Secara pribadi dan professional Harry juga dipersulit oleh bos yang tidak mendukungnya, Internal Affair yang mencari-cari kesalahannya dan FBI yang pada awalnya berusaha mengeluarkan Harry dari kasus ini. Hanya Agen FBI Eleanor Wish yang ditugaskan untuk menangani kasus ini bersama Harry yang mendukungnya. Membuat Harry membuka diri dengan menceritakan pengalamannya selama menjadi tikus got di Vietnam, sesuatu yang sangat jarang dilakukannya.


“Mirip dengan saat kau berada di sebuah tempat di mana kau merasa mati dan dikuburkan di dalam kegelapan. Tetapi kau masih hidup. Napasmu sendiri terdengar bergema di dalam kegelapan, cukup keras sehingga memberitahukan posisimu. Atau setidaknya itu pikiran kita. Aku tidak tahu. Sulit untuk dijelaskan. Hanya… gema hitam.”


Ending buku ini juga memuaskan. Pilihan yang diberikan Harry kepada pelaku terasa cukup adil karena memang harus ada yang bertanggung jawab atas korban tak bersalah dalam operasi perampokan yang seharusnya sempurna ini.

Dari buku ini juga tergambar nasib para veteran perang yang ketika pulang kembali ke negaranya dihadapkan kepada kehidupan yang sulit karena trauma perang membuat kebanyakan dari mereka tidak bisa kembali hidup normal. Sebagaimana yang dinyatakan Harry para Veteran ini biasanya hanya memiliki dua pilihan, yaitu menjadi polisi atau menjadi penjahat.

Harry berhasil menjadi seorang polisi yang hebat, tetapi ia juga tidak ragu-ragu membunuh untuk mendapatkan keadilan seperti yang dilakukannya pada kasus dollmaker. Satu hal yang membuat ia menjadi ancaman bagi para atasannya yang berusaha melindungi citra kepolisian di mata publik sementara Harry siap menyeret siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu.

Seri Harry Bosch lain yang telah diterbitkan adalah Taman Echo yang setelah saya cek di goodreads merupakan buku kesebelas dari seri ini. Membuat saya bertanya-tanya apakah buku ini tidak diterbitkan berurutan? Karena buku pertama ini saja terjemahannya baru diterbitkan di tahun 2012. Rasanya tidak mungkin dalam dua tahun sudah diterbitkan semua buku di seri ini. Yah, semoga saja saat saya bisa membaca Taman Echo tidak banyak kehidupan pribadi Harry yang tertinggal oleh saya.


Michael Connelly juga pernah saya temui saat menonton film seri Castle. Bersama-sama beberapa pengarang novel criminal lainnya Michael memberikan masukan-masukan akan kasus yang sedang ditangani oleh Castle. Satu hal yang saya ingat dari adegan film seri ini adalah ketika Castle menyelesaikan sebuah kasus yang terlihat mudah tetapi ia merasa ada yang salah, para penulis ini mempertanyakan satu hal kepada Castle “where is the twist?”

Twist yang diberikan Connelly di buku ini memang memikat sehingga membuat saya memberikan 4 bintang untuk buku ini :)
 

Wednesday, January 7, 2015

Re-Read, Read Big & New Author Reading Challenge 2015


Setiap awal tahun selalu ada kesibukan yang membayangi para blogger buku seperti saya. Apakah itu? Tak lain dan tak bukan: Mendaftarkan diri di Reading Challenge sebanyak mungkin!

Tahun lalu saya mengikuti sekitar 7 Reading Challenge. Setiap ada yang memposting RC bakal saya pantau dan bila sesuai dengan target bacaan saya pasti saya mendaftarkan diri. Bisa dibilang side bar blog saya dipenuhi oleh button-button RC yang saya ikuti (dan button-nya cantik semua!). Dan pada akhirnya saya hanya bisa menyelesaikan satu Reading Challenge saja.

Tahun 2014 juga merupakan tahun kegagalan saya sebagai seorang blogger buku. Ada sekitar 4 bulan saya kehilangan selera membaca yang kemudian membuat saya malas mereview. Praktis hanya ada sekitar 20 postingan di blog buku saya, dan tidak semuanya merupakan review buku. Benar-benar sesuatu yang sangat menyedihkan bagi saya :(

Oleh karena itu, untuk tahun ini saya membatasi hanya mengikuti 2 reading challenge saja (3 ama yang di Goodreads). Tidak banyak memang, tapi mengingat tahun kemaren hanya selesai 1 RC saja saya pikir 2 RC untuk tahun 2015 ini bisa saya selesaikan.

Selain itu, tahun kemaren saya berniat untuk membaca ulang buku-buku favorit saya yang sudah bertahun-tahun nangkring di rak buku. Tak tersentuh. Sayang kan punya banyak buku tapi cuma sekali dibaca. Saya ga bakal jadiin ini sebagai RC pribadi, tapi akan menjadi prioritas bacaan saya selama 2015.

Kalau mau diurai, inilah target bacaan saya selama tahun 2015 ini :


1.Re-read

http://browsingbookshelvesdotcom1.files.wordpress.com/2014/02/gailcarlsonlevine-quote2.jpg


Tahun lalu niat awal saya hanya mau membaca ulang semua koleksi harlequin saya yang terbit dibawah tahun 2000. Yang terpikir sih buku tipis gini paling bentar bacanya. Tapi ternyata gagal juga. Hahahaha…

Ketika ngeliat rak-rak buku saya nyadar ada banyak buku lama yang pengen saya baca ulang lagi seperti novel-novelnya Sidney Sheldon, Michael Chrichton, John Grisham,dll. Malah dua tahun lalu saya beli Gone With The Wind dan Scarlet edisi hard copy masing-masing cuma 50rb. Tapi bukannya dibaca, malah tersimpan rapi di lemari. Terakhir kali saya membaca utuh buku ini mungkin sekitar 15 tahun yang lalu!

Dan karena ada beberapa buku ini yang merupakan buku bantal jadi cocok juga dipadukan dengan Read Big Reading Challenge :)


2.Read Big Reading Challenge.



RC satu ini dihost oleh Alvina dimana tantangannya adalah membaca buku bantal alias buku dengan minimal ketebalan 500 halaman.

Bagi saya buku tipis atau buku tebal tidak ada bedanya, selama cerita yang disajikan mampu membuat saya terpesona.

Untuk RC ini ada pilihan level/kelas yang boleh diambil, mulai dari kelas bulu (1-4 buku), kelas menengah (5-8 buku) dan kelas berat (>8 buku). Kepercayaan diri yang berlebihan membuat saya tadinya mau mengambil kelas berat tapi akhirnya kesadaran mengambil alih dan saya putuskan mengambil kelas menengah. Apa yang menyadarkan saya? Syarat wajib reviewnya! Hehehehehe…

Trus ada challenge tambahan yaitu membaca minimal  1 buku dengan jumlah halaman >1000 halaman. Tantangan yang lumayan berat menurut saya. Dan kalau niat saya membaca Gone With The Wind terlaksana, bakal bisa memenuhi challenge tambahan ini (semoga!).

Untuk RC ini saya sudah menyelesaikan 1 buku yang saya baca diawal tahun ini ini yaitu Kitab Takdir. Reviewnya bisa dibaca disini.


3.New Author Reading Challenge



New Author Reading Challenge atau NARC yang diadakan oleh Ren merupakan satu-satunya RC yang berhasil saya jalani tahun lalu, selain yang di goodreads. Itupun berhasil saya jalani karena memang bacaan saya kebanyakan adalah dari pengarang baru. Keistimewaan bergabung dengan goodreads adalah menemukan banyak buku baru dari pengarang-pengarang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Tapi karena prioritas saya tahun ini adalah membaca ulang koleksi buku saya, untuk tahun ini target NARC akan saya turunkan dari biasanya saya mengambil level Maniac (>50 buku) menjadi level Middle (15-30 buku). Untung saja NARC tidak mensyaratkan harus mereview buku yang dibaca. Tapi setidaknya saya akan mengusahakan review singkat di goodreads.

Sedangkan untuk challenge tambahan, saya pikir saya akan ambil What’s in a Name dan e-Book lover. Alasannya? Karena bacaan saya sebagian besar ebook dan What’s In A Name merupakan RC favorit saya yang dulu juga di host oleh Ren.

Nah, itulah tantangan yang saya pilih untuk tahun 2015 ini. Semoga target ini bisa saya penuhi walaupun saya berjanji pada diri sendiri tidak akan maksa-maksain agar target terpenuhi. Tahun ini akan menjadi tahun santai bagi saya, membaca hanya saat diinginkan, bukan untuk memenuhi target :)


Friday, January 2, 2015

The Book of Fate (Kitab Takdir) by Brad Meltzer


Judul                     : The Book of Fate (Kitab Takdir)
Pengarang          : Brad Meltzer
Penerbit              : PT. GPU
ISBN                      : 9789792291865
Tahun                   : 2013
Halaman              : 680
Rating                   : 3 of 5 stars


Sinopsis:

Kunjungan Presiden Leland Manning ke balapan NASCAR berubah menjadi bencana. Seorang penembak gelap beraksi. Ron Boyle, anggota lingkaran dalam presiden, tewas. Wes Holloway, pemuda yang menjadi ajudan presiden, tertembak dan wajahnya rusak parah. Manning sendiri gagal memenangkan masa jabatan kedua.

Delapan tahun kemudian, Boyle hidup kembali. Wes menjadi buruan FBI, yang menduga dirinya terlibat dalam konspirasi penembakan Boyle. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Wes harus berhadapan dengan rahasia Freemason dan kode rahasia yang diciptakan oleh Thomas Jefferson dua ratus tahun lalu. Dia juga harus berhadapan dengan Tiga Serangkai, dan si penembak gelap yang kembali untuk menyelesaikan tugasnya.


Review:

Wes Holloway memiliki pekerjaan yang membanggakan. Pada usia yang masih terbilang muda ia telah menjadi asisten pribadi presiden paling berpengaruh di dunia, yaitu Presiden Amerika Serikat, Leland Manning. Tapi pada satu hari yang penuh sejarah, masa depan Wes yang cemerlang dan penuh dengan kemungkinan yang yang begitu luas malah tewas dengan menyedihkan.

Yaitu hari dimana terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Manning. Presiden dan First Lady berhasil selamat dengan harga yang sangat mahal, sementara penasehat sekaligus sahabat presiden, Ron Boyle meninggal dunia. Sedangkan Wes sendiri? Ia menjadi korban peluru nyasar yang merusak  dan melumpuhkan separo bagian wajah Wes.


Delapan tahun kemudian Wes masih berstatus sebagai asisten mantan Presiden Leland yang tidak berhasil menjabat untuk kedua kalinya. Ketika sedang menemani Presiden Lelang berceramah di Malaysia Wes malah bertemu dengan sosok yang seharusnya sudah meninggal delapan tahun yang lalu, yaitu Ron Boyle. Wes memutuskan untuk menyembunyikan informasi ini karena tidak tahu siapa lagi yang bisa dipercayainya, apalagi setelah FBI datang mengetuk pintu memaksanya menceritakan apa yang dilihatnya di Malaysia.  Didorong oleh keinginan untuk mengetahui permasalahan apa yang telah membuat hidupnya hancur Wes memutuskan menyelidiki sendiri teka-teki ini, dengan dibantu oleh sahabat baiknya Rogo, wartawan gossip Lisbeth dan Dreidel yang membantunya bekerja di gedung putih.


Setelah selesai membaca buku ini sebenarnya saya merasa sedikit di PHP oleh sinopsis, terutama di kata-kata “rahasia Freemason dan kode rahasia yang diciptakan oleh Thomas Jefferson…”

Karena kata-kata ini yang terbayang di benak saya adalah cerita yang berputar disekitar rahasia organisasi Freemason yang memiliki jaringan begitu luas dengan latar belakang sejarah berumur ratusan tahun, konon bisa ditelusuri sampai ke zaman Raja Solomon. Tetapi nyatanya Freemason hanya disebut sesekali saja, itupun bukan sebagai dasar kasus yang membentuk novel ini dan hanya berhubungan dengan Nico si penembak jitu saja.

Sementara kode rahasia Thomas Jefferson juga tidak terlalu jelas. Dari lima kode yang ada di teka-teki silang milik Presiden Leland, hanya dua kode yang dijelaskan. Padahal kode-kode inilah satu-satunya petunjuk yang dimiliki oleh Wes untuk membongkar rahasia mengenai kejadian delapan tahun yang lalu. Apa makna titik dua, garis horizontal atau salib yang dicoret? Dan menurut saya, pencarian makna kode ini cukup bertele-tele dan beberapa bagian ada yang absurd. Contohnya keberadaan Martin Kassal, si ahli pembuat teka-teki. Satu-satunya tujuan keberadaan tokoh ini bukanlah untuk memecahkan teka-teki Presiden Manning, tetapi untuk memberikan info kepada pembaca mengenai kode rahasia Jefferson. Menurut saya perannya ini bisa diambil oleh oleh Boyle, toh ia sudah memecahkan teka-teki ini…

Walaupun begitu, secara keseluruhan novel ini cukup asyik dibaca. Intrik yang disajikan lumayan menarik walaupun tidak begitu rumit dan kita dibawa mengikuti kehidupan seorang Presiden yang telah lengser. Dan satu lagi yang menarik adalah kegigihan Wes untuk membuka rahasia kejadian delapan tahun yang lalu itu. Bukan untuk menyelamatkan Negara atau karena kesetiaannya kepada Presiden Manning, tetapi karena tekadnya untuk menyudahi masa lalu dan kembali menjalani hidupnya yang seolah jalan ditempat semenjak kejadian itu.

Catt: dan saya masih tetep ga ngerti kenapa buku ini diberi judul ‘Kitab Takdir’….