Monday, January 28, 2013

Harry Potter dan Batu Bertuah by J.K. Rowling



 My Rating : 5 of 5 stars



Harry Potter, bocah yang baru saja mencapai umur sebelas tahun, sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ia adalah seorang legenda. Legenda di dunia yang juga tidak pernah diketahuinya ada.

Bayangkan saja betapa terkejutnya Harry ketika mendapat undangan untuk bersekolah di Hogwarts, sekolah untuk para penyihir. Di dunia baru ini Harry mendapatkan banyak pengalaman pertama. Pertamakali mendatangi Diagon Alley, pasar para penyihir, pertamakali naik kereta ajaib yang membawanya ke sekolah barunya, pertamakali menaiki sapu terbang, dan yang terpenting diatas segalanya adalah pertama kali mendapatkan sahabat-sahabat yang mendukungnya hingga akhir.




Ada hal-hal tertentu yang tak bisa dialami bersama tanpa kalian jadi saling menyukai...





Selama tahun pertamanya di Hogwarts, Harry mendapatkan banyak pengalaman yang membuatnya bahagia, kesal dan juga menegangkan. Bahagia karena di Hogwarts-lah Harry  merasa akhirnya ia berada dirumah, kesal karena ternyata masih ada orang-orang seperti sepupunya Dudley yang suka mem-bully orang-orang lain dan menegangkan karena musuh lama yang menyebabkan Harry menjadi yatim piatu akhirnya muncul kembali, berusaha merintis jalan agar bisa mendapatkan kekuasaannya kembali.

Pertamakali saya mengenal Harry Potter adalah saat melihat sebuah berita peluncuran HP3 di Inggris dimana terjadi antrian yang sangat panjang didepan toko yang menjual buku tersebut. Waktu itu sih saya ga tertarik amat. Apalagi setelah kemudian melihat GPU sudah menerbitkan sampai buku kedua dan semua orang sepertinya euphoria HP.

Saya ini tipenya kalau ada buku yang booming saya lebih suka menjadi pembaca awal (apalagi kalau buku itu belum terkenal sekali) jadi bisa nyombong kalo punya bakat mengenali buku bagus ;) Atau kalau bukunya udah tenar duluan, saya lebih suka baca belakangan saat suasana sudah tidak terlalu riuh lagi.

Nah, itu juga yang terjadi sama Harry Potter ini. Saya mengundur-undur belinya coz rasanya semua orang kok ngomongin Harry Potter sih... Kemudian adik laki-laki saya yang bete ngeliat saya ga beli juga HP 1 & 2 malah sampe nawarin diri membiayai pembelian buku tersebut.  Setelah mendapatkan suntikan dana, akhirnya buku ini saya beli juga. Dan akhirnya saya pun tergabung kedalam kumpulan orang-orang yang tak henti-hentinya membahas Harry Potter :)

#psssttt... di halaman ucapan terimakasih skripsi saya tercantum nama Harry Potter, the boy who lived lho. hihihihihihi...

Sebelum saya membaca ulang buku ini kembali, apabila ada yang bertanya tentang Harry Potter kepada saya yang paling teringat oleh saya adalah pertempuran terakhir melawan Voldemort.  Situasi dan kondisi yang begitu gelap dan penuh kesedihan yang kadang membuat saya berat untuk membaca ulang seri ini.

Tapi ketika kembali membaca buku pertama seri Harry Potter ini, saya kembali diingatkan kepada keajaiban yang diperlihatkan J.K Rowlings kepada saya.  Saya ingat kembali semua detail-detail kecil yang telah terlupakan oleh saya.  Saya teringat kembali sensasi yang saya rasakan saat pertamakali membaca tentang Diagon Alley. Gambaran-gambaran yang muncul di benak saya ketika membaca deskripsi tempat-tempat dan kejadian-kejadian di Hogwarts.

Jujur saja, saya bahkan sempat lupa bahwa ada seorang Nyonya Gemuk yang menjaga pintu masuk ke asrama Gryffindor.

Setelah sekian tahun tidak membaca seri ini, ada beberapa yang yang berubah dari kesan pertama saya. Contohnya adalah saya tidak bisa lagi memandang Snape hanya sebagai manusia licik pendengki yang tujuan hidupnya adalah menyengsarakan Harry.

Setiap kali nama Snape muncul, yang terbayang oleh saya adalah adegan terakhir Snape yang memandang mata Harry yang sangat mirip dengan mata ibunya, Lily...^sigh^

Setelah membaca ulang buku ini, saya mendapati bahwa sebenarnya situasi dan kondisi Hogwarts dan para murid-muridnya tidak begitu berbeda dengan seri-seri sekolah yang ditulis oleh Enid Blyton (minus misterinya ya).

Para murid yang asramanya dipisah-pisah, persaingan antar asrama dan juga kejahilan-kejahilan yang mereka lakukan selama bersekolah. Hanya saja konflik yang disajikan J.K Rowling lebih komplit daripada Enid Blyton. Buku-buku Enid Blyton jauh lebih sederhana tetapi tetap sarat makna, yang membuat buku-bukunya terus, terus dan terus dicetak ulang.

Saya  membaca ulang seri Harry Potter ini sebagai bagian dari challenge yang saya ikuti yaitu Hotter Potter Event yang diadakan oleh Melisa Mariani.

Selesai membaca buku pertama ini, hati saya sangat gatal ingin membaca buku keduanya. Tapi saya putuskan untuk membacanya bulan depan sesuai dengan challenge yang saya ikuti. Semoga saya bisa bertahan dengan keputusan saya ini J

Untuk mengetahui review-review lain mengenai Harry Potter dan Batu Bertuah ini, teman-teman bisa klik disini

Selamat membaca, selamat menikmati dunia Harry Potter.

Saturday, January 26, 2013

The Edge of Never by J.A Redmerski

The Edge of Never
My rating: 4 of 5 stars

Camryn Bennet sampai pada suatu titik dimana ia tidak bisa lagi menjalankan kehidupan yang tidak sesuai dengan impiannya. hanya dengan mengemasi barang-barang seadanya dengan nekad Camryn menaiki sebuah bus yang membawanya melintasi beberapa negara bagian.

di bus ini pulalah Camryn bertemu dengan Andrew yang hendak menengok ayahnya yang sedang sekarat karena menderita kanker. dalam perjalanan panjang namun singkat ini keduanya menjadi dekat dan benih cinta pun mulai tumbuh.

saya baca buku ini karena penasaran dengan banyaknya review yang memuji-muji buku ini.

langsung ngubek2 nyari ebooknya dan langsung baca. awal-awalnya menarik, apalagi saat Camryn bertengkar dengan sahabat baik yang sudah bersama-sama dengannya sejak kecil dulu..

jujur saja, saya ikut merasakan dilema yang melanda Camryn saat harus menjalani aktivitas yang sama sekali tidak sesuai dengan yang diinginkannya. hasrat untuk lari dari kehidupan yang membosankan dan memulai sebuah petualangan yang memberikan warna dalam kehidupan saya...

tapi kenyataan hidup membuat saya tidak bisa lari mengikuti contoh Camryn Bennet ini. itulah salah satu alasan kenapa saya sangat mencintai buku. melalui buku saya bisa ikut berlari bersama semua petualangan yang hilang dalam kehidupan saya yang sebenarnya.

balik ke buku, setelah dijanjikan awal yang menarik di buku ini ada beberapa bagian yang membuat saya bosan membacanya sampe-sampe saya mikir bener ga sih ratingnya sampe 4,54?
rasanya ga istimewa-istimewa amat ini buku..

tapi kemudian saya kembali terjerat, sampe berkaca-kaca pula :(

daaaannn... bab terakhir itu bikin jengkel banget. saya sampe sempat berpikiran negatif sama endingnya. untung ebooknya belum sempat saya lempar saat mata saya tertancap ke beberapa paragraf setelahnya.

huff... lega, endingnya sesuai dengan yang saya inginkan. hehehehe....


Friday, January 11, 2013

Books in English Reading Challenge




Nah... ini satu lagi reading challenge yang mau saya ikuti. tahun kemaren saya ga ikutan karena baru tahunya setelah pada bikin wrap up post :(
padahal sempet kepikir duuuhhh... kalo aja ikut udah jelas target tercapai tuh! secara bacaanku kebanyakan dalam bahasa inggris.

Untuuuunggg aja Mba Peni berbaik hati menjadi tuan rumah tahun ini. jadi saya bisa ikutan :)

Masalahnya.... ada satu syarat yang bikin saya jadi kurang percaya diri. buku yang sudah dibaca wajib direview! 

kelemahan saya banget ini karena saya suka moody kalau mereview. kebanyakan buku yang saya riview itu kalau yang bener-bener saya suka atau bener-bener bikin jengkel. jadi buku yan so-so aja (biasanya 3 bintang nih) jarang tampil di postingan saya :(

Syarat untuk ikut challenge ini adalah membaca minimal 12 buku berbahasa inggris dalam 1 tahun dan harus di review.

well... challenge saya di goodreads tahun ini adalah 175 buku, sekitar 90% diantaranya adalah buku berbahasa inggris. jadi untuk challenge Mba Peni ini saya menargetkan sekitar..

jreeeng.....................

jreeeeng....................

jreeeeeeennnnnnngggggggggggggggggggg....



*ngelirik archive tahun 2012*  30 BUKUUU!!!



yakksss... saya ga berani muluk-muluk kalo udah menyangkut review. hehehehehe....

sampe saat saya mempostingkan challenge ini ada sekitar 7 buku berbahasa inggris yang sudah saya baca. yang saya review?  baru 1 buku!!

aduuhh... untung saya ikutan challenge ini. semoga saya semakin rajin mereview buku-buku yang sudah saya baca.

What's In A Name Rading Challenge




Sesuai resolusi saya, tahun ini saya akan ikut reading challenge sebanyak-banyaknya. dan untungnya, reading challenge yang saya ikuti dengan baik hati memperbolehkan challenge mereka di gabung dengan reading challenge dari blog yang lain. artinya.... ga perlu repot-repot nyari bacaan. hahahahaha.... #pemalas!

nah, kali ini saya akan bergabung dengan reading challenge yang diadakan oleh Ren yang dinamakan What's In A Name Reading Challenge.

Inti dari challenge ini adalah kita harus membaca buku yang dijudulnya tercantum sebuah nama. baik nama lengkap, nama panggilan, nama keluarga tetapi yang jelas ga boleh nama samaran/sandi.

Di challenge ini ada beberapa level yang bisa kita pilih sesuai kemampuan, yaitu :

- Level 1 : That's not My Name  (Baca 5 buku dengan nama tokoh di judulnya )
- Level 2 : What's in a Name  (Baca 10 buku dengan nama tokoh di judulnya)
- Level 3 : You Know My Name (Baca  15 buku dengan nama tokoh di judulnya)
- Level 4 : Crazy About Name (Baca 20 buku atau lebih dengan nama tokoh di judulnya)

Nah, karena Ren berbaik hati dengan tidak mewajibkan pengikut challengenya untuk mereview buku yang dibaca maka dengan penuh percaya diri saya milih challenge leveeeeellll... EMPAT!

Yaaakkkk... setinggi itulah kepercayaan diri saya saudara-saudara! hahahahaha.....

Saya ga akan bikin daftar buku yang mau saya baca karena saya orangnya suka melompat-lompat kalo membaca. jadi bikin daftarpun percuma, ga bakal saya ikutin :(

Semoga saya sukses menaklukkan challenge ini :)

Wednesday, January 2, 2013

Read-a-Long Nora Roberts & J.D. Robb




Entah kenapa, sepertinya Renslittlecorner bisa menangkap keinginan hati saya yang pengen ngulang baca novel-novelnya Nora Roberts. Walaupun penyuka Roarke (takut kalo bilang pecinta) saya tidak begitu tertarik membaca buku-buku NR yang berada dibawah bendera J.D. Robb (kecuali dikasih gratisan yaaaa...)

mungkin karena saya lebih menyukai pure romance daripada romance yang diselingi dengan bumbu kriminal atau kejahatan. dan juga saya lebih pilih novel suspense/thriller yang dibumbui romance :)

nah, untuk challenge ini saya akan re-read kembali semua novel-novel NR koleksi saya. paling utama di baca adalah yang seri bahasa bunga, kemudian dilanjutkan dengan Dream trilogi dan McGregor series. setelah itu (kalo niat) saya lanjutkan dengan novel2 NR yang ada kisah-kisah pembunuhannya.

berikut daftar buku yang rencananya akan saya baca untuk challenge ini :

Seri Bahasa bunga
1. Pulau Bunga (Island of flower)
2. Pahlawanku (local Hero)
3. Best Laid Plans (Serpihan Hati)
4. Bayang Masa Lalu (Dual Image)
5. Pencarian Cinta (Search for Love)
6. Cinta Sejati (From This day)
7. Malaikat Cinta (Gabriel's Angel)
8. Bukan Teman Biasa (Less of a Stranger)
9. Kemenangan Hati (The Heart'sVictory) --> my fave!
10. Impian Sang Balerina (Dance of Dreams)

Dream Trilogi
1. Daring to Dream (Meraih Impian)
2. Holding the dream (menggapai impian)
3. Finding the dream (Mewujudkan Impian)

dan ditambah dengan seri McGregor...

semoga daftar ini berhasil saya baca dan (berharap) ditambah dengan buku-buku NR lainnya :)


Gabriel's Inferno & Gabriel's Rupture by Sylvain Reynard

Gabriel's Inferno (Gabriel's Inferno #1)
My Rating : 2 of 5 Stars
Sinopsis :

Enigmatic and sexy, Professor Gabriel Emerson is a well respected Dante specialist by day, but by night he devotes himself to an uninhibited life of pleasure. He uses his notorious good looks and sophisticated charm to gratify his every whim, but is secretly tortured by his dark past and consumed by the profound belief that he is beyond all hope of redemption. 

When the sweet and innocent Julia Mitchell enrolls as his graduate student, his attraction and mysterious connection to her not only jeopardizes his career, but sends him on a journey in which his past and his present collide. An intriguing and sinful exploration of seduction, forbidden love and redemption, "Gabriel's Inferno" is a captivating and wildly passionate tale of one man's escape from his own personal hell as he tries to earn the impossible...forgiveness and love.



Pertama kenal ama buku ini saya mengira ini novel paranormal fiction (gara-gara cover, judul dan sinopsis yang dark banget!). setelah baca sampe bab 2 baru nyadar kalo ini bukan novel tentang vampir, werewolf, dll. hahahahaha #bego....

tapi tetep lanjut baca kok, coz ga ada yang lebih seksi dari cinta terlarang guru dan murid. mana Gabriel digambarkan bak malaikat banget yang ternyata setelah diselami lebih jauh pernah berperilaku iblis...

sampeeee.... kemudian penulis mulai ngoceh soal Dante & Beatrice. mendadak mata saya menutup dan hp yang saya gunakan buat baca ebook terjatuh ke samping bantal saya. tidak sadarkan diri selama 2 jam. rapel ama bobo siang ceritanya ;)

setelah bangun, dengan tekad bulat saya kembali membaca buku ini. berasa lamaaaaaaa banget sampe Gabriel n Julia-nya jadian. terus juga kok konflik ceritanya kurang berasa ya?

konflik baru terasa saat membaca buku ke2-nya Gabriel's Rupture. sampe2 saya ngerasa kalo sebenernya buku 1 dan buku 2 ini adalah satu naskah cerita yang mungkin karena ketebelan ama publisher di potong menjadi 2 buku.

buku pertama adalah pengantar dan buku keduanya berisi konflik cerita yang sesungguhnya.

nah, karena buku 1 bagi saya hanya pengantar jadilah buku ini terasa membosankan bagi saya. cape2 baca buku sampe 500an halaman tapi konfliknya ga ada :(

belum lagi cerita mengenai Dante & Beatrice yang berasa teksbook banget. saya yang emang ga biasa ama sastra klasiknya orang2 sono berasa mau nangis bacanya.

coba dilatarbelakangi kisah Siti Nurbaya, naaaahhh... itu baru saya ngeh. hehehehehe...



Gabriel's Rapture (Gabriel's Inferno, #2)
My Rating : 3 of 5 stars


 
Sinopsis :

Professor Gabriel Emerson has embarked on a passionate, yet clandestine affair with his former student, Julia Mitchell. Sequestered on a romantic holiday in Italy, he tutors her in the sensual delights of the body and the raptures of sex. But when they return, their happiness is threatened by conspiring students, academic politics, and a jealous ex-lover. 

When Gabriel is confronted by the university administration, will he succumb to Dante's fate? Or will he fight to keep Julia, his Beatrice, forever? In Gabriel's Rapture, the brilliant sequel to the wildly successful debut novel, Gabriel's Inferno, Sylvain Reynard weaves an exquisite love story that will touch the reader's mind, body, and soul, forever


Nah, buku jauh lebih bisa saya nikmati dari buku pertamanya. selain karena Dante & Beatrice ga terlalu eksis disini, tapi konflik antara Gabriel dan Julia juga lebih dalam. tidak hanya pusing2 mikir boleh ga ya pacaran ama profesor/murid sendiri seperti di buku 1.

tapi disini Julia dihadapkan dengan masa lalu Gabriel yang kelam dan rahasia-rahasia yang entah bisa diterimanya atau tidak. dan juga halangan yang mesti mereka terima saat kisah cinta mereka ini terkuak dan harus memilih antara karir atau cinta...

di buku ini cinta Gabriel dan Julia diuji. mantan-mantan Gabriel yang iri hati turun tangan menghancurkan kebahagiaan mereka.

walaupun lumayan suka dengan karakter Julia di  buku 1, di buku 2 ini saya merasa kurang sreg ama dia. rasanya tingkat kepercayaannya kepada Gabriel terlalu rendah. belum lagi cara Julia memperlakukan Paul yang jelas-jelas naksir dia. rasanya si julia ini butuh banget orang untuk bergantung. ga banget menurut saya :(

Wednesday, December 26, 2012

The Riddle by Secret Santa


Akhir tahun ini BBI mengadakan sebuah acara yang dinamakan Secret Santa. Acara ini sudah pernah diadakan sebelumnya, tapi ini pertamakalinya saya mengikuti.

Di acara ini seorang anggota BBI akan bertindak sebagai secret santa dan memberikan hadiah sebuah buku kepada anggota lainnya (disebut si X). Tapi identitas si secret santa ini dirahasiakan (ya iyalaaahhh.. namanya juga secret ;) ) dan X mesti menebak siapa yang jadi santanya.

Nah, setelah menunggu dengan berdebar-debar, akhirnyaaa.... kado dari Santa datang juga. Di bagian belakang kado hanya tertera kata-kata “From : Santa” dan sederet angka no telepon (hmmm... petunjuk nih).

Sayang ga ada tanda terimanya, jadi ga bisa nebak Santa dari kota mana. Tapi tenang saja, ada petunjuk dari Santa yang menunjukkan lokasinya. Di pulau Jawa, bukan di ibukota ataupun Daerah Istimewa. Singkirkan Jakarta dan Yogyakarta, daaaann...  salah satu dari kota yang tersisa adalah tempat Santa berdiam ;)

Nah, buku yang dihadiahkan Santa kepada saya adalah berikut ini :


Snow White? I love Snow White!

Entah berapa versi cerita Snow White yang sudah saya tonton. Mulai dari yang kartun, film layar lebar ataupun serial tv. Semua saya lahap dah!

Walaupun sudah banyak menonton film-film Snow White, tapi saya belum punya satupun koleksi bukunya. Jadi, dihadiahkan buku ini oleh Santa bener-bener bikin bahagia :)

Nah, buat yang pengen tahu ataupun juga pengen ikutan nebak siapa Santa saya yang sangat baik hati ini, berikut petunjuk yang diberikan Santa :
  
Sebenernya curcol Santa saya ini ditulis dikertas kuning, tapi biar lebih kebaca saya bikin terang kayak gini :)

Selamat tahun baru juga Santa... :
saya masih belum bisa menebak siapa dirimu...






Friday, December 21, 2012

The Rumplestiltskin Problem by Vivian Vande Velde





My rating: 4 of 5 stars


Pernah mendengar cerita mengenai Rumplestlitskin? 

Hmm... saya dulu pernah membacanya di majalah Bobo. Masih teringat gambaran sosok hijau yang menari-nari mengelilingi api unggun dengan huruf-huruf namanya yang melayang-layang diatas kepalanya.

Nah, buat yang belum pernah dengar, akan saya ringkas sedikit dongeng Rumplestiltskin ini.

Once upon a time (semua dongeng dibuku ini dimulai dengan kalimat ini), terdapatlah seorang pemilik penggilingan gandum yang memberitahukan kepada raja bahwa ia memiliki seorang anak gadis yang bisa memintal jerami menjadi emas.

Tentu saja sang raja tertarik. Si putri pemilik penggilingan ini kemudian diboyong (paksa) ke istana dan dikurung di salah satu kamar di istana yang kemudian dipenuhi raja dengan jerami dan sebuah alat pemintal. Ia harus bisa memintal semua jerami itu menjadi emas atau dihukum mati oleh raja.

Tangisan putus asa gadis ini kemudian terdengar oleh Rumplestiltskin yang kemudian menawarkan untuk membantu dengan imbalan. Malam pertama si gadis menyerahkan cincinnya, malam berikutnya adalah seutas kalung. Saat malam ketiga dimana apabila si gadis kembali berhasil mengubah jerami menjadi emas, sang raja berjanji akan menikahinya. Tetapi si gadis tidak memiliki apa-apa lagi untuk ditawarkan kepada Rumplestiltskin. Kemudian Rumplestiltiskin mengajukan syarat bahwa ia bersedia menolong untuk terakhir kalinya asalkan si gadis bersedia menyerahkan anak pertamanya untuk Rumplestiltskins. Apa tujuannya?

Nah dibuku inilah dibahas masalah-masalah tersebut.

Buku ini dimulai dengan berbagai pertanyaan dari si penulis mengenai dongeng yang telah didengarnya sejak kanak-kanak ini. Mengapa si pemilik penggilingan memberitahu raja kalau anaknya bisa mengubah jerami menjadi emas? Mengapa si gadis bersedia menikah dengan raja padahal tiap hari diancam kematian? Apa alasan Rumplestiltskin meminta anak pertama gadis tersebut?

Di buku ini si penulis menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sesuai dengan imajinasinya tentu saja :)

Ada 6 cerita dengan berbagai sudut pandang mengenai Rumplestiltskin ini. Dari 6 cerita ini ada 3 yang saya sukai, yaitu : Straw Into Gold, The domovoi dan As Good As Gold.


 1.      Straw Into Gold

Tersebutlah seorang gadis bernama Della  yang sedang dirundung malang karena pabrik penggilingan mereka terbakar habis. Tidak ada satupun harta benda mereka yang tersisa. Untuk mengakali nasib mereka ini, sang ayah kemudian memiliki rencana. Ia bermaksud menipu orang-orang kaya yang mereka temui dan mengobral cerita kosong bahwa dengan bayaran 3 emas, putrinya Della akan mengubah jerami menjadi emas.

Memang malang tidak bisa ditolak, kereta pertama yang lewat adalah kereta Raja. Della kemudian dibawa ke istana untuk membuktikan ucapannya.

Pada malam pertama tangisan Della yang menyayat ternyata menembus dunia lain yang paralel dengan dunia Della. Dan muncullah Rumplestiltskin si elf.Elf tampan dan baik hati ini kemudian membantu Della menyulap semua jerami menjadi emas. Pada malam ketiga Della ingin membalas kebaikan Rumplestiltskins tapi si elf tidak mau menerima barang-barang yang bukan milik pribadi Della. Akhirnya di sepakati bahwa Della akan memberikan anak pertamanya.

Bagi Rumplestiltskin yang sudah jatuh hari kepada Della dan hanya berharap Della bahagia menikah dengan raja, janji ini hanyalah sebuah syarat yang sama sekali tidak akan dituntutnya.
Tetapi ketika Della kembali dalam kesulitan, bisakah ia lepas tangan sama sekali?

Saya suka sekali cerita yang ini. Romantis!

Penggambaran Della sebagai gadis yang lemah lembut dan Rumplestiltskin yang sangat berbeda dengan yang biasa kita baca menambah kenikmatan saya membaca. Apalagi ketika Della menyadari bahwa tidak selalu semua yang terlihat seperti emas adalah emas, dan yang jerami adalah jerami.


2.      The Domovoi

Pada cerita ini Rumplestiltskin adalah sesosok makhluk yang disebut domovoi yang tinggal dibawah istana raja. Tugasnya adalah menjaga agar para penghuni istana selama aman dan bahagia.

Plot utama ceritanya jelas hampir sama dengan dongeng yang biasa. Tapi disini si gadis pemintal jerami yang bernama Katya digambarkan sebagai sosok yang yang egois dan selalu berpikiran buruk kepada orang lain. Sangat cocok berjodoh dengan raja yang sama egoisnya. 

Nasib Rumplestiltskin di buku digambarkan sangat menyedihkan karena sifatnya yang baik hati selalu ditanggapi negatif oleh Katya dan Raja.


3.      As Good as Gold

Ini cerita paling lucu dari keenam cerita di buku ini.

Raja Gregory yang masih muda, tampan dan belum menikah diburu-buru oleh para mama dan makcomblang untuk dinikah dengan putri-putri mereka. Tidak ketinggalan si pemilik penggilingan yang percaya putrinya sangat cocok untuk menjadi ratu negeri ini. Setelah berbagai usaha yang gagal untuk  meyakinkan raja agar menikahi putrinya, akhirnya si pemilik penggilingan mengutus putrinya langsung ke istana.

Dengan dalih telah berjalan kaki berhari-hari agar bisa sampai di istana, Carleen, si putri pemilik penggilingan akhirnya beehasil masuk istana. Dengan gaya genit dan dibuat-buat Carleen membututi raja kemanapun ia pergi. Sungguh disayangkan saat raja hendak mengusir Carleen dari istananya, jembatan yang menuju ke rumah Carleen runtuh karena hujan lebat. Terpaksalah Raja Gregory menanggung keberadaan Carleen selama beberapa hari lagi.

Carleen yang kepedean ini semakin bertingkah bahkan sampai-sampai ikut campur dengan urusan istana. Agar Raja mau menikahinya, ia mengarang cerita bahwa seorang laki-laki tua mengancam akan membunuhnya bila Raja tidak menikahinya. Dan itu bisa membuat nama baik raja menjadi jatuh di mata rakyatnya.

Setelah memutar otaknya, sang raja akhirnya berhasil menyingkirkan Carleen dari istana dan kerajaannya.

Hmm... membaca cerita yang ini mengingatkan saya kepada novel-novel historical romance yang jadi santapan wajib saya. Jadi teringat perilaku para debutante yang berusaha menjerat para bangsawan agar mau menikahi mereka.

Pertanyaannya adalah, dimanakah peranan Rumplestiltskin di cerita ini? Untuk mengetahui jawabannya, ya silakan dibaca saja bukunya ;)



Monday, December 17, 2012

Sunny Chandler's Return (Kembalinya Sunny Chandler) by Sandra Brown




Judul                 : Sunny Chandler's Return (Kembalinya Sunny Chandler)
Pengarang      : Sandra Brown
ISBN                    : 40201090080
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama


My rating: 3 of 5 stars


Sebenernya udah baca buku (ebook) ini sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi liat label diskon 40% dan cover biru yang cantik akhirnya saya tidak kuasa menahan diri untuk tidak membeli buku ini.

Cerita dimulai dari ketertarikan Ty Beaumont, sherif kota Latham Green, pada cara makan Sunny yang menurutnya sensual. Setelah mencari informasi dan bertukar ucapan macho dengan sesama lelaki yang menyatakan Sunny susah didekati akhirnya munculnya sebuah taruhan dimana sang sherif dengan percaya diri menyatakan bahwa Sunny akan jatuh ke tempat tidurnya.

Bukannya merayu Sunny dengan lembut dan diam-diam, Ty malah bicara terang-terangan kepada Sunny mengenai taruhannya. Sunny yang memiliki masa lalu yang menyakitkan di kota itu langsung meradang. Hanya pernikahan sahabat baiknya yang bisa menahannya di Latham Green. Begitu acara selesai, ia bakal langsung cabut dari kota tersebut.

Tapi banyak hal yang terjadi selama beberapa hari Sunny tinggal di kota tersebut. Daya tarik yang meletup-letup diantara Sunny dan Ty tidak bisa dipungkiri. Walaupun masih diragukan apakah daya tarik ini bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul seperti taruhan yang masih berlaku atau akar masalah yang menyebabkan Sunny melarikan diri dari Latham Green bertahun-tahun yang lalu.

Membaca buku ini mengingatkan kembali kenapa saya lebih menyukai harlequin/romance jadul. Alur cerita, cara penulisan dan gaya bahasanya terasa berbeda sekali dengan novel-novel harlequin/romance sekarang. Apalagi kalau di tulis oleh Sandra Brown yang notabene tokoh cowoknya arogan semua.

Walaupun arogansi Ty bikin saya geleng-geleng kepala tak percaya, tapi keterusterangan diantara keduanyalah yang membuat buku ini terasa menarik bagi saya. Sepanjang membaca buku ini yang tergambar dalam benak saya adalah Ty yang seolah berkata “Me Tarzan, you Jane. Tempatmu di sumur, dapur dan tempat tidur!”



Tuesday, November 20, 2012

A Romantic Story About Serena by Shanty Agatha





My rating: 2 of 5 stars

Bercerita mengenai Serena yang sedang mengalami dilema keuangan dimana ia membutuhkan uang 300 juta untuk membiayai operasi tunangannya yang telah koma selama 2 tahun. bagaimana ia bisa mendapatkan 300 juta sementara hutangnya di kantor yang 40 juta belum terbayar?

Jawaban atas permasalahannya muncul dengan nama Damian, bosnya yang bernafsu berat untuk menidurinya. Karena tidak melihat ada jalan lain lagi akhirnya Serena bersedia menjadi mistress Damian dengan harga 300 juta tersebut.

Tapi ternyata setelah kontrak ini dijalani timbul perasaan-perasaan baru bagi kedua insan ini dimana uang sama sekali tidak ada hubungannya.

well... baca buku ini karena review dari temen-temen yang lain. cukup penasaran karena predikat novel 'erotis pertama di Indonesia' ini.

kesan setelah membaca : Klise

tokoh cowok arogan dan cewek yang 'rapuh' dan lemah backbone udah banyak diterbitkan. di rak buku saya malah bertumpuk buku-buku dengan tema demikian. bagaimana cara seorang penulis membawakan tema inilah yang nantinya akan membedakan bukunya dengan para penulis lain.

yang saya tangkap dari buku ini tidak banyak. karena ini adalah buku erotis, tentu saja banyak adegan seksnya. tidak sepanas atau se-eksplisit beberapa novel yang saya baca, tapi untuk novel keluaran negeri sendiri cukup berani lah.

tidak ada yang istimewa dari tokoh Damian dan Serena, membaca adegan seksnya malah seperti membaca harlequin jadul. cerita baru mulai menarik bagi saya saat Damian dengan segala upaya membuat Serena memilihnya, bahkan dengan berlaku curang sekalipun. All's fair in love and war katanya :)

saya suka dengan tipe pejuang gigih seperti ini, tidak hanya mundur ke belakang dan berkata "asal kau bahagia aku juga bahagia walau harus melepasmu". jadi ingat kutipan dari salah buku vampir yang saya baca :
“If you love her, set her free. If she comes back, she’s yours.
If she doesn’t…Christ! Stubborn woman! Hunt her down, and bring her the hell back; she’s still yours according to vampire law.”
bukunya sih ga semenarik quotenya :(

Untuk tokoh Serena, well saya ga punya kata lain selain 'Aneh'. Tidak terasa pergulatan batin Serena dalam menjalani perannya sebagai seorang simpanan ini. malah bagi saya Serena terasa sangat berdedikasi dalam menjalani kewajibannya. bagaimana tidak. saat sedang sakit dan demam tinggipun Serena masih teringat dan dengan sangat sukarela membiarkan Damian menidurinya.
kalau saya lagi sakit atau demam yang terpikir itu "ya ampuuunn... ni mulut kok pait banget ya???"

banyak dialog di buku ini, tapi sangat kurang deskripsi. hal ini membuat saya kurang bisa mendalami novel ini. imaginasi saya tidak bisa ikut bermain. contohnya, saat Serena dibelikan sebuah apartemen oleh Damien. Apartemen ini hanya dideskripsikan sebagai "apartemen yang penuh dengan interior mewah dan elegan". itu saja. tidak ada penjelasan yang lain.

alangkah baiknya kalau ada sedikit penjabaran mengenai "interior mewah dan elegan" ini. apakah mewah dan elegan dengan warna putih dan krom yang mendominasi sehingga terasa dingin bagi Serena, sedingin perjanjian 300 jutanya? ataukah mewah dan elegan dengan pusaran warna-warna hangat, sehangat cinta yang tumbuh tanpa sadar di hati Damian?

seandainya saja penulis tidak hanya memfokuskan kepada adegan seks dan lebih fokus kepada cerita dan memberikan sedikit twist yang bikin gregetan, saya percaya bahwa penulis bisa menghasilkan buku yang jauh lebih baik daripada buku ini.

yah bagaimanapun buku ini emang berlabel erotis, jadi sayapun semestinya tidak berharap banyak untuk isi ceritanya...

(teringat Passion yang bikin saya panas dingin, benci, jengkel berat dan meneteskan airmata)