Showing posts with label What's In A Name RC 2013. Show all posts
Showing posts with label What's In A Name RC 2013. Show all posts

Wednesday, December 4, 2013

Theodore Boone : The Lawyer Kid (Theodore Boone #1) by John Grisham





Judul                     : Theodore Boone:The Kid Lawyer (Pengacara Cilik)
Pengarang           : John Grisham
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                     : 9789792262
Tahun Terbit        : 2010
Halaman              : 272
Rating                 : 3 of 5 stars

Kedua orangtua Theodore Boone adalah pengacara. Ayahnya pengacara real estate sedangkan ibunya pengacara perceraian. Karena menderita asma, Theo tidak bisa aktif di bidang olahraga. Tapi kekurangan itu ditutupinya dengan menjadi ketua tim debat, dan kadang-kadang membuka praktek hukum untuk teman-temannya di sekolah.

Sementara kebanyakan teman-teman bermain di waktu luang mereka, Theo menghabiskan hari-harinya di kantor hukum Boone & Boone milik orangtuanya, ataupun menghadiri persidangan di pengadilan. Terutama di ruang pengadilan Hakim Henry Gantry. Kalau tidak sedang berkhayal menjadi pengacara yang hebat, Theodore juga membayangkan dirinya menjadi hakim seperti Hakim Gantry yang tegas dan bijaksana.

Dan kali ini Hakim Gantry mendapat kasus panas, yaitu pembunuhan istri seorang konglomerat di kota mereka. Tersangka adalah suami perempuan itu sendiri yaitu Mr. Duffy. Tetapi pada saat pembunuhan terjadi Mr. Duffy sedang ada di lapangan golf.

Banyak orang yang percaya Mr. Duffy bersalah, tetapi kurangnya bukti membuat kesempatan Mr. Duffy  untuk bebas semakin besar.

Di sekolah Theo dihampiri oleh seorang temannya yang ingin berkonsultasi hukum kepadanya. Ia percaya bahwa ada saksi yang melihat Mr. Duffy kembali ke rumah pada jam pembunuhan terjadi, tetapi takut untuk maju kedepan karena status imigrannya. Dan temannya tersebut meminta Theo untuk bersumpah agar tidak mengatakan apa-apa ke siapapun juga. Hukum kerahasiaan antara pengacara dan kliennya harus dipegang teguh.


Pada saat membeli buku ini saya sedikit berharap bahwa kisahnya akan se-intens The Client yang tokoh utamanya juga seorang anak remaja seperti Theo. Tetapi sampai selesai saya baca, kisah dan ketegangannya ternyata biasa-biasa saja. Saya jadi sedikit kecewa.

Setelah mengecek goodreads, saya baru menyadari bahwa buku ini merupakan buku pertama seri Theodore Boone, si anak pengacara dan memang pembaca yang ditargetkannya adalah anak-anak sampai remaja. Saya langsung merasa lega karena tadinya sempat berpikir kalau kemampuan menulis John Grisham sudah menurun. Karena ini buku berseri maka kesempatan untuk memperdalam karakter tokoh bisa kita ditemukan di buku-buku selanjutnya.

Dan sebagai buku yang ditujukan untuk anak dan remaja, buku ini sangat kaya informasi mengenai sistem hukum di Amerika. Menurut saya akan banyak anak-anak yang merubah cita-citanya untuk menjadi pengacara setelah  membaca buku ini.

Walaupun lumayan sarat dengan istilah hukum, tapi penjelasannya dibawakan dengan bahasa  yang sederhana dan ringan sehingga mudah dimengerti. Dan juga tidak ketinggalan dengan petualangan Theodore dalam menyingkap kasus pembunuhan membuat buku ini semakin memenuhi syarat sebagai buku remaja.

Thursday, November 28, 2013

The Invention of Hugo Cabret by Brian Selznick


Judul                  : The Invention of Hugo Cabret
Pengarang           : Brian Selznik
Penerbit              : Mizan Fantasi
Tahun                 : 2012
ISBN                  : 978-979-433-681-6
Halaman             : 544
Rating                     : 4 of 5 stars

Hugo Cabret tinggal di apatemen pengawas jam di stasiun kereta bersama pamannya setelah ayahnya meninggal. Oleh pamannya ia diajarkan membersihkan dan merawat jam-jam yang ada di stasiun sehingga bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu. Pamannya yang pemabuk itu lambat laun menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Hugo hingga pada suatu hari ia malah tidak pulang sama sekali.

Hal itu membuat Hugo lega karena akhirnya ia bisa keluar dari stasiun dan pergi kemanapun ia suka. Saat meninggalkan stasiun ia lewat di sebuah museum yang pernah terbakar dan menemukan sebuah automaton yang teronggok di tumpukan puing-puing. Automaton  berbentuk boneka yang sedang duduk didepan sebuah meja inilah yang telah membunuh ayah Hugo.

Museum tersebut dulunya adalah tempat ayah Hugo bekerja. Saat berusaha memperbaiki automaton yang
membuat Hugo dan ayahnya ini kagum, terjadi kebakaran yang merenggut nyawa ayahnya. Hugo percaya bahwa apabila ia memperbaiki boneka ini, ia akan menemukan pesan yang ditinggalkan ayahnya untuknya.

Hugo kemudian kembali ke stasiun sambil membawa automaton tersebut dan mencoba memperbaikinya dengan mencuri suku cadang dari sebuah toko boneka.

Toko ini dijaga oleh seorang kakek yang pemarah, dan ketika suatu hari Hugo tertangkap mencuri si Kakek mengambil buku peninggalan ayah Hugo yang berisi skema untuk memperbaiki automaton. si Kakek kemudian melepaskan Hugo tetapi tetap menyimpan buku tersebut. Hugo kemudian mengikuti si kakek pulang dan kemudian bertemu dengan Isabelle, anak baptis si kakek yang selanjutnya membantu Hugo mendapatkan kembali buku tersebut.

Buku The Invention of Hugo Cabret sebenarnya sudah ingin saya baca sejak lama. Waktu itu beberapa orang teman di goodreads rame-rame mereview buku ini. kemudian filmnya keluar dan setelah saya tonton filmnya terasa biasa-biasa saja bagi saya. Malah terkesan sedikit dokumenter.

Tapi beberapa bulan yang lalu, saya menemui buku ini di rak diskon dengan harga hanya 25rb rupiah saja. Buku ini langsung saya peluk dan bawa ke kasir. Walaupun tidak begitu terkesan dengan filmnya, tapi saya sudah mendengar bahwa ilustrasi-ilustrasi yang ada dibuku ini sangat bagus dan saya penasaran untuk melihatnya.

Dan ternyata pendapat teman-teman yang sudah mereview buku ini memang benar. Ilustrasi yang disuguhkan begitu detail dan terasa nyata, walaupun hanya berupa sketsa dari pensil. Saya malah merasa efek gambar ini akan berkurang apabila dibuat berupa lukisan berwarna.

Ilustrasi-ilustrasi di buku ini bukanlah dibuat untuk sekadar menggambarkan situasi yang ada di teks seperti pada buku-buku bergambar yang biasa kita lihat. Ilustrasi-ilustrasi ini adalah jalan ceritanya sendiri. Kita dibawa berpindah-pindah dari teks ke ilustrasi sehingga kedua membentuk jalan cerita  yang signifikan dan berkesinambungan. Kita tidak bisa hanya membaca teksnya saja, atau hanya memandang ilustrasinya saja.

Buku ini terdiri atas dua bagian dimana bagian pertama berisi usaha-usaha Hugo untuk memperbaiki automatonnya dan awal dari persahabatannya dengan Isabelle. Sedangkan bagian kedua berisi usaha mereka untuk mengungkapkan tentang masa lalu Papa Georges (si kakek tua) dan mencari tahu hubungan Papa Georges dengan automaton milik Hugo.

Walaupun buku ini cukup tebal, sebenarnya hanya butuh waktu sebentar untuk membacanya. Karena ilustrasi yang adalah dibuku ini cukup banyak dan teks-teks yang ada tidak terlalu panjang, malah terkadang hanya ada satu paragraf saja dalam satu halamannya.

Sedangkan Papa Georges sendiri merupakan sosok nyata dan karyanya A Trip To The Moon yang digambar oleh automaton di buku ini merupakan salah satu karya terbaiknya. Kalau ini mengetahui lebih lanjut mengenai Georges Méliès, silakan klik (link ini)

Saturday, November 23, 2013

Billy Bob Walker Got Married by Lisa G. Brown

Rating : 4 of 5 stars

Siapa yang tidak mengenal Billy Bob Walker di kota kecil Sweetwaters?
Ganteng? Ya!
Berandalan? Sudah dibuktikan dengan keluar masuk penjara.
Anak haram Judge Sewell? Sudah menjadi rahasia umum di Sweetwaters.

Lalu kenapa Shiloh Pennington, putri satu-satunya laki-laki terkaya di kota tersebut nekad menikahi Billy Bob Walker?

Skandal pernikahan kedua manusia ini menjadi gossip paling hangat di kota kecil Sweetwaters. Alasan pernikahan tersebut sama sekali tidak diketahui, kecuali praduga bahwa Shiloh telah jatuh kedalam pesona badboy Billy Bob. Atau juga kemungkinan Billy Bob berniat mencuri Shiloh karena ia adalah tunangan Michael, anak sah Judge Sewell.

Tidak ada yang tahu bahwa 4 tahun yang silam kedua manusia ini telah menjalin percintaan yang kemudian diputus paksa oleh Sam, ayah Shiloh. Atau bahwa Billy Bob sangat membenci Shiloh karena memilih Sam daripada dirinya, dan pernikahan mereka dibayangi oleh hutang piutang.

Tidak ada juga yang akan percaya bahwa Shiloh ,yang merupakan contoh nyata  putri yang patuh dan selalu berusaha mendapatkan pengakuan dari ayahnya ini, akan memberontak dan meninggalkan keluarganya.

Dan ketika keduanya berusaha membangun keluarga mereka sendiri, cobaan selalu datang silih berganti. Ketakutan untuk ditinggalkan, kepercayaan yang masih sulit diberikan, bisnis yang dihancurkan membuat kedua jatuh bangun dalam usaha membangun rumah tangga.

“Give me a reason to, Billy. I want to believe in you.”
“Do you? Maybe I feel the same about you.”

 Buku ini sudah pernah saya  baca sebelumnya, kira-kira pertengahan 2011 yang lalu. Karena sangat suka dengan bukunya, saya berjanji akan mengulang membaca kembali dalam waktu dekat. Ternyata butuh waktu 2 tahun bagi saya untuk re-read buku ini kembali.

Dan lagi-lagi saya jatuh cinta kepada buku ini.

Dari segi tema cerita, yang diangkat dibuku ini bukanlah hal yang baru lagi. Poor bad boy vs rich good girl sudah sangat banyak kita temukan. Yang istimewa dari buku ini adalah karena konflik yang diberikan lebih kaya dan menyentuh. Ini bukan hanya mengenai cowok miskin dengan harga diri tinggi dan setelah beberapa tahun kemudian mendadak muncul kembali dengan limousin.

Billy Bob adalah seorang yang memiliki harga diri tinggi tetapi juga rapuh. Keingginannya agar diakui sebagai anak oleh Judge Sewell sangatlah besar. Walaupun seumur hidupnya Judge Sewell sama sekali tidak pernah mengakui kalau Billy Bob adalah anaknya. Harapannya hancur saat Judge Sewell meminta Billy Bob mengakui kesalahan yang dilakukan Michael dan memberikan iming-iming uang sebagai gantinya. Dan juga mimpi yang selalu disembunyikan karena takut pada saat ia gagal meraih mimpi tersebut warga Sweetwaters hanya berkata "Ah, Billy Bob mengacau lagi."

Sedangkan Shiloh sendiri, hampir seumur hidupnya ia berusaha membuktikan kepada ayahnya bahwa ia 
bukanlah seperti Caroline, ibunya. Caroline yang menikahi Sam karena hartanya ini sangat sering berselingkuh. Tapi setiap kali ia selalu kembali kepada Sam, dan Sam terus menerimanya. Hingga akhirnya Sam menjadi muak dan mendepak Caroline.

Sam kemudian membesarkan Shiloh dengan ketat. Shiloh selalu dimasukkan kesekolah asrama putri dan tidak boleh bergaul dengan para lelaki. Bahkan Sam pun telah menentukan jodoh Shiloh, yaitu Michael anak Judge Sewell. Ini adalah perjodohan yang sempurna bagi Sam karena akan membawa Shiloh dan dirinya kedalam lingkungan sosial yang berbeda karena Sam mendanai pencalonan Judge Sewell untuk menjadi gubernur selanjutnya.

Dan ketika Shiloh memilih Billy Bob, kecurigaan Sam terbukti. Ternyata Shiloh sama dengan Caroline, lebih memilih laki-laki tampan tidak berguna hanya karena ahli di ranjang. Praduga Sam ini sangat menyakitkan hati Shiloh. Apalagi ketika Sam berusaha menyabotase bisnis Billy Bob sehingga Billy Bob terpaksa menjual kuda kesayangannya. Ia terpaksa membeberkan rahasia yang membuat ayahnya terguncang.

Selain masalah dengan orangtua masing-masing ini, mereka juga memiliki masalah internal sendiri. Billy Bob selalu merasa cemas Shiloh akan meninggalkannya dan kembali ke kehidupan mewah yang bisa diberikan oleh ayahnya. Apalagi karena Shiloh pernah lebih memilih ayahnya daripada Billy Biob.

Sedangkan Shiloh sendiri juga selalu memiliki kecurigaan Billy Bob akan berpaling darinya. Perempuan-perempuan cantik yang selalu digosipkan dengan Billy Bob beberapa tahun belakangan ini membuat ia tidak percaya diri.

Tetapi, pada akhirnya keduanya harus mengakui bahwa dengan saling percayalah mereka baru akan berhasil mempertahankan pernikahan mereka.

Saya membaca buku ini dulu karena merupakan rekomendasi dari Eloisa James. Dan sulit sekali mencari ebooknya karena buku ini terbit di tahun 90-an dan buku fisiknya tidak lagi dicetak ulang. Saya cek di goodreads ada 2 buku lagi yang ditulisnya dan sangat ingin saya baca. Tapi sayang, setelah mencari kian kemari saya tidak bisa menemukan ebooknya.

Jadi, buat teman-teman yang memiliki ebook Lisa S. Brown, mohon berbaik hatilah untuk membaginya dengan saya :)