Showing posts with label series. Show all posts
Showing posts with label series. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

Anything For You by Kristan Higgins



Judul         : Anything For You
Pengarang : Kristan Higgins
Penerbit    : HQN BooksI
Tahun        : 2015
ISBN        : 9780373789085
Halaman   : 410
Rating       : 4 of 5 stars


Before you get down on bended knee…

…you should be pretty darn sure the answer will be yes. For ten years, Connor O'Rourke has been waiting for Jessica Dunn to take their on-again, off-again relationship public, and he thinks the time has come. His restaurant is thriving, she's got her dream job at Blue Heron Vineyard—it's the perfect time to get married.

When he pops the question, however, her answer is a fond but firm no. If it ain't broke, why fix it? Jess has her hands full with her younger brother, who's now living with her full-time, and a great career after years of waitressing. What she and Connor have is perfect: friends with an excellent benefits package. Besides, with her difficult past (and reputation), she's positive married life isn't for her.

But this time, Connor says it's all or nothing. If she doesn't want to marry him, he'll find someone who does. Easier said than done, given that he's never loved anyone but her. And maybe Jessica isn't quite as sure as she thinks…




Tidak ada perempuan lain yang dicintai Connor O'Roarke selain Jessica Dunn. Sejak berumur 12 tahun hingga sekarang ia berumur tiga puluhan. Hubungan mereka juga tidak pernah mulus. Selama sepuluh tahun sejak pertama kali mulai berhubungan mereka sudah putus sambung hingga empat kali.

Dan ketika Connor akhirnya melamar Jess kemudian ditolak, Connor memutuskan itulah terakhir kalinya Jess mengakhiri hubungan mereka. Connor akan mencari perempuan lain yang tidak memiliki beban seperti Jess dan yang menjadikan Connor sebagai salah satu prioritas dalam hidupnya.

“I can’t keep doing this. You’ve been leaving me for the better part of a decade, Jessica. You leave me. It’s what you do. And here we are again, right? In a month or two, or three or five, you’ll break up with me. Something will come up. Something big. I’m not saying you’ve ever done anything shallow. And I’ll be right back here again. And I want...more.”

Wednesday, December 4, 2013

Theodore Boone : The Lawyer Kid (Theodore Boone #1) by John Grisham





Judul                     : Theodore Boone:The Kid Lawyer (Pengacara Cilik)
Pengarang           : John Grisham
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                     : 9789792262
Tahun Terbit        : 2010
Halaman              : 272
Rating                 : 3 of 5 stars

Kedua orangtua Theodore Boone adalah pengacara. Ayahnya pengacara real estate sedangkan ibunya pengacara perceraian. Karena menderita asma, Theo tidak bisa aktif di bidang olahraga. Tapi kekurangan itu ditutupinya dengan menjadi ketua tim debat, dan kadang-kadang membuka praktek hukum untuk teman-temannya di sekolah.

Sementara kebanyakan teman-teman bermain di waktu luang mereka, Theo menghabiskan hari-harinya di kantor hukum Boone & Boone milik orangtuanya, ataupun menghadiri persidangan di pengadilan. Terutama di ruang pengadilan Hakim Henry Gantry. Kalau tidak sedang berkhayal menjadi pengacara yang hebat, Theodore juga membayangkan dirinya menjadi hakim seperti Hakim Gantry yang tegas dan bijaksana.

Dan kali ini Hakim Gantry mendapat kasus panas, yaitu pembunuhan istri seorang konglomerat di kota mereka. Tersangka adalah suami perempuan itu sendiri yaitu Mr. Duffy. Tetapi pada saat pembunuhan terjadi Mr. Duffy sedang ada di lapangan golf.

Banyak orang yang percaya Mr. Duffy bersalah, tetapi kurangnya bukti membuat kesempatan Mr. Duffy  untuk bebas semakin besar.

Di sekolah Theo dihampiri oleh seorang temannya yang ingin berkonsultasi hukum kepadanya. Ia percaya bahwa ada saksi yang melihat Mr. Duffy kembali ke rumah pada jam pembunuhan terjadi, tetapi takut untuk maju kedepan karena status imigrannya. Dan temannya tersebut meminta Theo untuk bersumpah agar tidak mengatakan apa-apa ke siapapun juga. Hukum kerahasiaan antara pengacara dan kliennya harus dipegang teguh.


Pada saat membeli buku ini saya sedikit berharap bahwa kisahnya akan se-intens The Client yang tokoh utamanya juga seorang anak remaja seperti Theo. Tetapi sampai selesai saya baca, kisah dan ketegangannya ternyata biasa-biasa saja. Saya jadi sedikit kecewa.

Setelah mengecek goodreads, saya baru menyadari bahwa buku ini merupakan buku pertama seri Theodore Boone, si anak pengacara dan memang pembaca yang ditargetkannya adalah anak-anak sampai remaja. Saya langsung merasa lega karena tadinya sempat berpikir kalau kemampuan menulis John Grisham sudah menurun. Karena ini buku berseri maka kesempatan untuk memperdalam karakter tokoh bisa kita ditemukan di buku-buku selanjutnya.

Dan sebagai buku yang ditujukan untuk anak dan remaja, buku ini sangat kaya informasi mengenai sistem hukum di Amerika. Menurut saya akan banyak anak-anak yang merubah cita-citanya untuk menjadi pengacara setelah  membaca buku ini.

Walaupun lumayan sarat dengan istilah hukum, tapi penjelasannya dibawakan dengan bahasa  yang sederhana dan ringan sehingga mudah dimengerti. Dan juga tidak ketinggalan dengan petualangan Theodore dalam menyingkap kasus pembunuhan membuat buku ini semakin memenuhi syarat sebagai buku remaja.

Monday, July 1, 2013

Tiger's Curse by Colleen Houck





My Rating : 3 of 5 stars


Kelsey Hayes bekerja paruh waktu selama 2 minggu di sebuah sirkus. Salah satu tugasnya adalah mengurus seekor harimau putih yang terlihat bosan dengan kehidupan di dunia sirkus. Kelsey merasa ada sesuatu yang membuatnya terhubungan dengan harimau ini sehingga ia berani mengelus Ren tanpa takut kehilangan tangannya.

Seminggu setelah Kelsey bekerja Ren dibeli oleh sebuah konservasi di India. Kelsey diminta untuk menemani agar bisa mengurus kebutuhan Ren. Dalam perjalanannya ini Kelsey kemudian mengetahui bahwa Ren adalah seorang pangeran yang dikutuk dan ia hanya bisa kembali ke wujud manusia selama 24 menit dalam 24 jam. Kelsey kemudian membantu Ren mencari cara untuk menghilangkan kutukannya.


Secara keseluruhan, alur cerita novel ini menurut saya sangat santai. Bukan lambat, bukan cepat, tetapi santai.

Untuk sebuah novel fantasy dan petualangan biasanya kita mengharapkan alur yang cepat dan berpindah-pindah yang memicu keingintahuan kita dan membuat kita tidak bisa berhenti membacanya. Untungnya saja, buku ini tetap menarik dibaca walaupun pada akhirnya butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.

Dewi Durga & harimaunya
Di novel ini kita dibawa ke India, diperkenalkan kepada adat, kebudayaan dan kepercayaan mereka. Untungnya saya dibesarkan di keluarga pecinta film-film Bollywood sehingga saat membaca buku ini tidak sulit bagi saya untuk membayangkannya.

Saya bisa membayangkan kota yang padat dengan kendaraan yang berpacu cepat, kuil-kuil tempat memuja para dewa ataupun makanan yang disajikan.

Yang kurang bisa saya bayangkan adalah Ren yang bermata biru. Berdasarkan keterangannya sih karena Ren adalah anak campuran dari ayahnya yang berdarah India dan ibunya yang berdarah Asia. Apa India tidak berlokasi di Asia ya?

Ini Ren yang bermata coklat :)
Dan karena mata birunya itu, saya selalu membayangkan Ren sebagai cowok berkulit putih dan berambut pirang. Menurut saya sih lebih baik ibu Ren digambarkan sebagai gadis Eropa bermata biru sehingga lebih masuk akal kalau Ren kemudian juga bermata biru. Toh India memang pernah di jajah oleh Inggris. Tapiiii... mungkin itu juga ga cocok sama timeline cerita kali ya? Ah, entahlah...

Dan satu lagi yang saya bingungkan adalah waktu 24 menit sehari dimana Ren bisa berwujud manusia. Kadang saya baca belum sampai 24 jam Ren sudah kembali berwujud manusia. Saya sampe bolak-balik lagi bacanya buat mastiin belum 24 jam berlalu sejak terakhir Ren berubah wujud. Dan pada akhirnya saya berkompromi sendiri, mungkin 24 menit ini bisa dicicil penggunaannya dalam 24 jam itu. 5 menit membangunkan Kelsey di pagi hari dan 10 menit nemenin Kelsey makan siang dan 9 menit lagi untuk makan malam.

Cerita masih belum selesai dibuku ini, masih ada beberapa buku lanjutan yang siap menunggu untuk saya baca. Tapi sepertinya  tidak menjadi prioritas untuk saya baca dalam waktu dekat ini.


Monday, June 24, 2013

Inferno (Robert Langdon #4) by Dan Brown




Judul                     : Inferno (Robert Langdon #4)
Pengarang           : Dan Brown
Penerbit               : Doubleday
Halaman              : 480
Tahun                   : 2013


Rating : 4 of 5 stars

Robert Langdon terbangun di sebuah rumah sakit di Florence dalam keadaan amnesia. Bukan Amnesia total tepatnya, tetapi amnesia selektif dimana ia tidak bisa mengingat kejadian selama dua hari terakhir. Ia bahkan masih menyangka berada dirumahnya di Amerika dan sedang mempersiapkan bahan perkuliahannya.

Jadi bisa dibayangkan saat dokter yang merawatnya Sienna Brooks mengatakan ia sedang berada di Florence, Italia. Bukan hanya itu, amnesianya ternyata disebabkan oleh peluru yang menyerempet kepalanya dan menimbulkan trauma.

Belum sempat Langdon mencerna semua itu, ia diburu oleh seorang pembunuh bayaran yang menembaki semua orang yang menghalangi jalannya. Kembali dr. Brooks menjadi malaikat penyelamat. Langdon dibawa ke apartemen si dokter untuk bersembunyi. Saat  meminta bantuan kepada kedutaan Amerika, malah yang datang adalah pasukan yang juga memburu Langdon.

Tidak bisa mempercayai siapapun, Langdon yang ditemani oleh dr. Sienna Brooks kembali menelurusi jejak peristiwa yang membawanya kedalam keadaan saat ini.

Salah seorang  pengarang favorit saya pernah berkata bahwa dalam dunia nyata amnesia jarang terjadi, tetapi saat sampai ke ranah fiksi bring it on! (kira-kira seperti itulah, saya tidak bisa menemukan kutipan langsungnya)

Pakem ini ternyata juga tidak menjadi pantangan untuk digunakan Dan Brown. Syukurnya amnesia Langdon hanya tentang kejadian selama dua hari terakhir. Kalau Dan Brown memberikan Langdon amnesia total bisa-bisa kita tidak akan mempelajari tentang segala sejarah dan seni yang menjadi andalan novel-novel Dan Brown.

Dante - Divine Comedy

Di buku ini kita kembali dibawa ke Italia tetapi disudut-sudut kota yang berbeda, yaitu Florence dan Venesia. Kita juga dipertemukan dengan dua raksasa Itali yaitu Dante Alighieri dan Sandro Botticelli melalui karya-karya mereka Divine Comedy dan La Mappa dell’Inferno.

Divine Comedy merupakan sebuah karya sastra yang berisi visi Dante tentang neraka dan menceritakan perjalanannya menempuh neraka untuk sampai ke surga. Sementara La Mappa dell’Inferno (The Map of Hell) merupakan lukisan karya Sandro Botticelli yang terinspirasi dari karya Divine Comedy-nya Dante.

Botticelli - La Mappa dell'Inferno
Di lukisan ini digambarkan sembilan lingkaran neraka. Setiap lingkaran menggambarkan tingkatan dosa dari yang paling ringan di lingkaran terluar hingga ke pusat dimana tingkatan dosa semakin berat dan menuju tempat setan bertahta.

Dari sini cerita berkembang dimana satu petunjuk kemudian mengarah kepada petunjuk yang lain, sehingga akhirnya Langdon berhasil menemukan tali merah penghubung petunjuk-petunjuk tersebut dan dihadapkan kepada kenyataan bahwa kasusnya kali ini ternyata berhubungan dengan nasib umat manusia.

Novel terbaru Dan Brown ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan novel-novelnya sebelumnya. Kombinasi karya-karya seni yang dipadukan dengan permasalahan-permasalahan modern. Seperti biasa, jalan cerita dibuat cepat karena adanya batasan waktu dan lokasi serta sudut pandang yang berpindah-pindah membuat cerita ini tetap enak untuk dibaca.

Amnesia yang dialami Langdon memberi kita sedikit angin segar di novel ini. Kalau biasanya kita membaca tentang Langdon yang selalu yakin dengan apa yang dilakukan disini kita merasakan frustasi Langdon karena tidak tahu apa yang telah terjadi dengannya. Apalagi saat bertemu dengan orang-orang yang mengenalnya tetapi sama sekali tidak diingat oleh Langdon.

Sentilan-sentilan humor masih bertebaran dibeberapa bagian, cukup untuk membuat kita tergelak. Contohnya saat Langdon meminjam pesawat jet perusahaan ke editornya: “Okay, let me rephrase that. We don’t have access to private jets for authors of tomes about religious history. If you want to write Fifty Shades of Iconography, we can talk.”

Poin utama yang membuat buku ini tetap menarik adalah perkenalan kita dengan para maestro-maestro seni yang selalu merupakan tiang utama dari novel Dan Brown. Dan setiap buku yang ditulisnya membahas karya-karya seni tersebut dengan cukup detil sehingga pembaca yang buta seni seperti saya pun turut menikmati pembahasan yang diberikannya.

Semua karya seni yang disebutkan Dan Brown dibuku ini adalah benda nyata dan benar-benar ada. Inilah yang paling saya kagumi dari novel-novel Dan Brown. Bagaimana ia menghubung-hubungkan semua karya seni tersebut sehingga membentuk sebuah latar belakang yang mendukung novel fiksinya ini.

Bintang 4 saya persembahkan untuk buku ini.