Friday, June 27, 2014

[Blog Tour & GA] Ask Author People Like Us : Yosephine Monica




Apa kabar semuaaaaa...?

Di Blog Tour People Like Us ini kita kembali ke blog saya dengan topik Ask Author. Udah pada baca belum buku ini? Rugi lho kalo belum, buku ini bener-bener bagus dan berbeda dengan buku-buku lokal lainnya.

Nah, sebelum masuk ke bagian pertanyaan kepada pengarang, saya akan berikan sedikit keterangan yang saya ambil mengenai pengarang di bagian belakang buku People Like Us.

Yosephine Monica Valentina Simanjuntak lahir di Medan, 10 April 1997. Gemar menulis sejak kecil, tapi hanya berani memublikasikan karyanya lewat internet. Hobinya yang lain adalah membaca buku young adult dan manga, mendengarkan musik, dan tidur. Bercita-cita memiliki toko buku suatu saat nanti.

Mari kita masuk ke bagian pertanyaan :)

A : Saya baru selesai membaca buku ini dan terkesan dengan tokoh Amy yang begitu dewasa. Jadi pas lihat keterangan tentang penulis, saya cukup terkejut. Beneran kamu masih 17 tahun? Hehehe...

Q : Iyaaa, saya serius baru tujuh belas tahun bulan April lalu. Paman saya yang baca buku ini juga kaget, katanya buku ini seperti ditulis oleh orang dewasa hehehe..


A : Sejak kapan kamu mulai menulis? Apakah selama ini kamu memang membayangkan dirimu menjadi penulis atau adakah cita-cita lain yang ingin dicapai?

Q : Saya mulai menulis sejak kelas 5 SD. Saya dulu sebenarnya ingin jadi komikus, tapi apa daya tak bisa menggambar, saya cari cara lain untuk menyalurkan ide cerita tanpa perlu menggambar—yaitu dengan menulis. Tapi saya juga nggak mau cuma jadi penulis, saya ingin jadi insinyur atau arsitek.


A: Saya baca di bagian kata pengantar kamu bilang suka membaca. Genre buku apa saja yang kamu sukai?

Q : Saya paling suka young adult, adventure, romance, drama, dan family.


A : Siapa penulis favoritmu dan siapa yang mempengaruhi gaya menulis kamu?

Q : Penulis favorit saya Jennifer E. Smith. Dulu saya mencoba mengikuti gaya menulis Jennifer E. Smith dan penulis luar negeri lainnya, tapi saya pikir semakin lama gaya tulisan saya jadi tidak terlalu mirip dengan mereka – meskipun gaya menulis saya seperti novel terjemahan. 
(Well, saya kurang setuju dengan istilah ‘seperti novel terjemahan’ karena itu tergantung bagus tidaknya terjemahan si penerjemah. Hehehe... tapi karya Yosephine ini memang memiliki aroma novel luar, dari segi isi, bahasa dan pemikiran, yang menurut saya merupakan kelebihan Yosephine dibandingkan dengan penulis-penulis lokal lainnya).


A : Ide buku People Like Us ini datang darimana? Apakah terinspirasi dari buku yang kamu baca atau peristiwa yang ada di sekeliling kamu? Misalnya ada keluarga atau orang dekat yang pernah terkena kanker?

Q : Idenya terinspirasi dari buku (The Fault in Our Stars) dan juga orang yang ada di sekitar saya. Saya punya seorang teman yang suka dengan seseorang yang juga mengidap kanker seperti Amy.


A : Disalah satu bab kamu menulis untuk membayangkan karakter seorang tokoh, baik fisik dan kepribadiannya, bisa dengan membayangkan idola, figur publik atau orang yang dikagumi. Nah, adakah sosok nyata yang kamu gunakan untuk menggambarkan Ben? :)

Q : Hehehe, yang bagian ini saya malu jawabnya, jadi ketahuan deh saya ngefans sama siapa. Saya menggambarkan Ben seperti aktor Nicholas Hoult. Mari kita bayangkan aktor tersebut lebih kurus, saya pikir begitulah sosok Ben yang ada di bayangan saya
(Ah, saya kirain kamu terinspirasi dari cowok yang kamu sukai. Hehehe...)


A : Oh ya, di buku ini kamu menggambarkan 2 keluarga (Ben dan Amy) dimana kakek-neneknya tinggal bersama mereka. Saya cukup mengerti kenapa nenek Ben tinggal bersama keluarga Ben, mungkin karena sudah kehilangan suami dan anaknya (Ayah Ben). Tapi kenapa di keluarga Amy kakek dan neneknya juga tinggal bersama keluarga Amy?
Lokasi cerita ini adalah Boston, Amerika Serikat, dimana sepanjang pengetahuan saya orang-orangnya menjunjung tinggi kebebasan dan kemandirian. Bahkan sangat sering saya membaca buku dimana kakek/nenek menolak tinggal dengan anak-anaknya karena mereka memiliki kehidupan sendiri di lingkungan dan teman-teman yang sudah lama mereka kenal.

Q : Keluarga Amy tinggal di Newton, kota kecil di dekat Boston, di perumahan yang dibangun sudah lama sekali. Di sini saya juga ingin menunjukkan kalau Amy berada di komunitas yang kecil tapi ramai. Di kota-kota besar di AS, tipe orangnya memang tidak terlalu mementingkan keluarga lagi, tapi di kota kecil setahu saya ikatan keluarga masih cukup erat kok. Saya sudah mention ini di novel. Semoga bisa membantu! :)


A : Bagaimana reaksi kamu saat tahu jadi pemenang lomba 100 Days of Romance yang diadakan penerbit Haru?

Q : Saya senang sekali. Saking senangnya saya sampai nangis di tengah-tengah jam pelajaran hehehe. Misi awal saya hanyalah menyelesaikan sebuah cerita, bukan memenangkan sebuah perlombaan. Ini adalah cerita pertama saya yang punya akhir, jadi saya pesimis bakalan menang. Saking pesimisnya saya nggak berani mengecek timeline penerbit sampai pengumuman. Dan ternyata saya menang, dan saya sangat bersyukur karena apa yang saya dapat sekarang adalah lebih dari cukup.


A : Berapa lama kamu menyelesaikan buku ini dan berapa banyak yang diedit dari naskah aslinya sebelum dicetak?

Q : Cerita ini sudah muncul di benak saya sejak awal tahun lalu, tapi mulai berani saya kembangkan saat melihat perlombaan yang diadakan Penerbit Haru. Saya melanjutkan cerita ini mulai akhir Juni hingga Juli. Itu berarti menulis buku ini memakan waktu sekitar setengah tahun.
Tidak terlalu banyak yang diedit dari naskah asli, kebanyakan hanya sekedar beberapa adegan dan bagian yang tidak terlalu memengaruhi jalan cerita.


A : Apa pengalaman paling berkesan saat bekerja sama dengan Haru untuk menerbitkan buku ini?

Q : Hadiahnya, mungkin? Hehehe, nggak dong. Yang paling berkesan adalah bimbingan dan kerja sama mereka yang sangat baik. Saya nggak tahu kalau perjalanan menerbitkan novel itu ternyata sangat panjang, jadi beruntung sekali Penerbit Haru selalu membimbing saya dan sangat pengertian dalam masalah deadline – karena saat itu saya sedang sibuk ujian kelulusan SMA.


Nah, demikianlah perkenalan kita dengan author Yosephine Monica. Semoga semakin banyak yang mengenal Yosephine dan karyanya. Dan saya berharap Yosephine cepat menelurkan lagi sebuah karya yang manis seperti People Like Us :)

Oh ya, semoga di terima di Universitas dan jurusan idaman ya Yosephine 


Dan saya ulangi lagi biar ga pada lupa, selain giveaway yang diadakan oleh masing-masing blog yang mengikuti blog tour People Like Us ini, masih ada KUIS FINALE yang diadakan oleh Penerbit Haru lho.

Caranya gampang aja, Setiap blog yang mengadakan Blog Tour People Like Us akan menyediakan satu huruf yang mesti kamu simpan baik-baik. Huruf-huruf ini nantinya akan membentuk kata yang mesti kamu susun. Pemenang untuk KUIS FINALE ini akan dipilih oleh Penerbit Haru.

Hadiah KUIS FINALE ini menarik lho, yaitu:
1. Paket buku Haru
2. Ipad cover People Like Us dari Emerald Green Label
3. Totte Bag dari Emerald Green Label
  
Salah satu huruf bisa dilihat di postingan saya yang ini.

Ayo disimpan huruf dibawah ini, sebelum saya hapus pada tanggal 5 Juli 2014 :)




Masih belum mengumpulkan huruf-huruf untuk KUIS FINALE? Silakan datangi blog-blog ini untuk melihat huruf-huruf yang lainnya :)
16 Juni 2014: Zelie Petronella @ Book-Admirer
17 Juni 2014: Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
18 Juni 2014: Luckty @ Luckty si Pustakawin
19 Juni 2014: Non Inge @ Bacaan Inge
20 Juni 2014: Ira Elvira @ Ira Membaca
21 Juni 2014: Atria Dewi Sartika @ My Little Library
22 Juni 2014: Siti Robiah A'dawiyah @ Review Siro
23 Juni 2014: Ocemei @ Ocemei's Little World
24 Juni 2014: Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd
25 Juni 2014: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
26 Juni 2014: Ask Author - Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
27 Juni 2014: Ask Author - Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Juni 2014: Ask Author - Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd

Hari ini Giveaway People Like Us di blog saya resmi ditutup. Pengumuman pemenang akan saya beritahukan dalam 1-2 hari ini. Semoga beruntung yaaa :)

Thursday, June 19, 2014

[Blog Tour + Giveaway] People Like Us by Yosephine Monica





Judul                     : People Like Us

Penulis                 : Yosephine Monica

Penerbit               : Haru

Tahun                   : 2014

ISBN                     : 978-602-7742-35-2

Halaman              : 330



Sinopsis

Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang... kehilangan.
Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.

Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.
Aku tidak peduli.
Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.
Kalau begitu, kita mulai dari mana?


Review :

Haloooo... Selamat datang di Blog Tour + Giveaway People Like Us :)

Hari ini adalah hari keempat diadakannya Blog Tour People Like Us.  Seperti di blog-blog sebelumnya yang memiliki tema khusus, hari saya akan membahas mengenai penokohan di novel People Like Us. Tapi sebelumnya, saya akan menceritakan sedikit mengenai jalan cerita novel ini.

Sejak umur 12 tahun Amy sudah menyukai Benjamin Miller, cowok yang sama-sama mengambil kelas teori dasar musik di tempat les musik yang diikutinya. Tetapi mereka tidak pernah saling bicara. Tetapi pada suatu hari Ben menghilang begitu saja dari kehidupan Amy.

Mereka kembali bertemu ketika sudah memasuki high school. Tapi yang menyedihkannya, Ben sama sekali tidak ingat kepada Amy. Yang diketahui Ben tentang Amanda Collins adalah bahwa gadis ini adalah stalker-nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau Amy menyukai Ben, dan ini cukup membuat Ben kesal.

Tapi kemudian giliran Amy yang menghilang dari sekolah, dan Ben dipaksa oleh teman-temannya untuk menemui Amy. Dari sana hubungan mereka kemudian berkembang, membuat Ben lebih mengenal Amy.

Nah, mari kita masuk ke bagian penokohan...

Amelia Collins adalah gadis yang biasa-biasa saja. Ia tidak terlalu menonjol di sekolah. Ia suka menulis, dan sudah menghasilkan beberapa tulisan yang cukup digemari teman-temannya. Walaupun tulisan-tulisannya tersebut terasa menggantung karena Amy memang sengaja membuat cerita yang tidak memiliki akhir. Ia membebaskan pembacanya untuk menyimpulkan sendiri akhir cerita yang ditulisnya.

Secara keseluruhan Amy adalah anak yang tenang, mudah bergaul (mungkin malah sedikit pemalu), dan walaupun ia bukanlah anak yang populer tapi Amy meninggalkan kesan yang mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Pemikiran Amy jauh lebih dewasa dari teman-temannya. Tapi secara emosional, ia tetaplah seorang gadis remaja yang bisa terpekik histeris dan penuh semangat saat idolanya (Ben) meneleponnya. Amy merupakan simbol dari hal-hal positif dibuku ini.

Kalau Amy bisa diibaratkan sebagai cahaya, maka Benjamin Miller adalah kegelapan. Ia lebih memilih tenggelam dalam dunianya sendiri daripada harus berinteraksi dengan orang lain. Teman-temannya cenderung menilainya sebagai orang yang to the point, kaku dan agak kasar. Dan ia menyimpan perasaannya begitu erat sehingga tidak banyak yang tahu apa yang dipikirkan oleh Ben.

Dan hal tersebut sebenarnya cukup merugikan Ben. Seperti misalnya ketika ia berpikir bahwa adiknya Margareth lebih dekat dengan kakaknya Timothy daripada dengan Ben sendiri. Padahal kalau Ben memberikan kesempatan Margareth ingin lebih mengenal kakaknya tersebut. Ben sendiri menarik diri dari Margareth karena cemburu. Sejak Margareth lahir orangtuanya lebih fokus kepada adiknya tersebut sehingga Ben merasa sedikit ditinggalkan.

Faktor orangtua juga salah satu yang menyebabkan Ben lebih memilih berada di dunianya. Ayahnya meninggal karena kanker, dan selama pengobatan ibu Ben memilih menceraikan suaminya karena tidak sanggup lagi menghadapi tekanan secara fisik dan mental. Dan hanya setahun setelah ayahnya meninggal, ibunya menikah kembali. Hal ini terasa seperti sebuah pengkhianatan bagi Ben.

Mengenal Amy membuat Ben juga mengenal dirinya sendiri lebih jauh. Sifat berani dan positif Amy menular kepada Ben sehingga ia juga mulai membuka diri kepada orang lain. Hal tersebut membuat kehidupan Ben terasa jauh lebih menyenangkan dan membuat ia teringat kembali akan impiannya.

Lana adalah sahabat Amy sejak sekolah dasar. Sifatnya lebih ceria daripada Amy, tegas dan lebih percaya diri. Ia merasa berhutang budi kepada Amy karena sudah mendukungnya saat keluarga Lana mengalami masa-masa sulit. Lana juga gadis yang cukup gigih, terbukti dengan keberhasilannya menyeret Ben menemui Amy di rumah sakit.

Julian dan Zachary adalah sahabat-sahabat Ben di sekolah. Keduanya memilik sifat lebih berterus terang daripada Ben. Untuk ukuran remaja,kedua cukup memiliki empati dan jiwa sosial yang tinggi. Berkat desakan kedua sahabatnya inilah Ben akhirnya menemui Amy di rumah sakit.

Ibu Ben saya nilai sebagai orang yang mudah menyerah dan tidak realistis. Hal itu dibuktikannya dengan menceraikan suaminya (ayah Ben) pada saat suaminya tersebut sedang menjalani perawatan kanker. Alasannya adalah ia terlalu lelah berjuang dan tidak bisa tetap berpura-pura bahwa semua hal dalam hidupnya masih tetap sama. Well, mengapa harus tetap berpura-pura sementara ada tragedi besar yang menimpa keluarganya? Ayah Ben bertahan menghadapi penyakitnya selama satu tahun delapan bulan. Apakah waktu yang singkat ini bisa dibandingkan dengan belasan tahun pernikahan mereka?

Keluarga Amy hanya muncul sedikit di novel ini. Tapi dari yang sedikit itu saya bisa mendapatkan gambaran bahwa mereka adalah keluarga normal yang bahagia dan saling mendukung satu sama lain. Saya suka cara mereka memperlakukan Amy, seolah-olah Amy tetaplah seorang anak yang normal dan sehat, dan tidak menyesaki Amy dengan perhatian yang berlebihan karena penyakitnya.

Nah, demikianlah pembahasan saya mengenai penokohan di novel ini.

Sekarang kita lanjut ke... GIVEAWAY TIME!

Seperti biasa blog tour yang diadakah oleh Penerbit Haru pasti ada giveaway-nya. Dan hadiahnya juga menarik, yaitu 1 novel terbitan Haru (Duet) dan 1 sampul buku Emerald Green, keduanya untuk 2 orang pemenang!

Gimana cara menangnya?

Silakan isi googledoc dibawah ini. Giveaway akan berlangsung selama satu minggu yaitu dari tanggal 20 – 26 Juni 2014. Pemenang akan saya umumkan paling lambat 2 hari setelah giveaway ditutup. Giveaway ini hanya bisa diikuti oleh yang berdomisili di Indonesia saja ya :)




Selain giveaway yang diadakan oleh masing-masing blog yang mengikuti blog tour People Like Us ini, masih ada KUIS FINALE yang diadakan oleh Penerbit Haru lho.

Caranya gampang aja, Setiap blog yang mengadakan Blog Tour People Like Us akan menyediakan satu huruf yang mesti kamu simpan baik-baik. Huruf-huruf ini nantinya akan membentuk kata yang mesti kamu susun. Pemenang untuk KUIS FINALE ini akan dipilih oleh Penerbit Haru.

Hadiah KUIS FINALE ini menarik lho, yaitu:
1. Paket buku Haru
2. Ipad cover People Like Us dari Emerald Green Label
3. Totte Bag dari Emerald Green Label
  
Ayo disimpan huruf dibawah ini, sebelum saya hapus pada tanggal 5 Juli 2014 :)



Masih belum mengumpulkan huruf-huruf untuk KUIS FINALE? Silakan datangi blog-blog ini untuk melihat huruf-huruf yang lainnya :)

16 Juni 2014: Zelie Petronella @ Book-Admirer
17 Juni 2014: Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
18 Juni 2014: Luckty @ Luckty si Pustakawin
19 Juni 2014: Non Inge @ Bacaan Inge
20 Juni 2014: Ira Elvira @ Ira Membaca
21 Juni 2014: Atria Dewi Sartika @ My Little Library
22 Juni 2014: Siti Robiah A'dawiyah @ Review Siro
23 Juni 2014: Ocemei @ Ocemei's Little World
24 Juni 2014: Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd
25 Juni 2014: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
26 Juni 2014: Ask Author - Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
27 Juni 2014: Ask Author - Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Juni 2014: Ask Author - Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd

Sampai ketemu lagi di Blog Tour People Like Us tanggal 27. Di postingan ini kamu akan berkenalan dengan pengarang buku ini dan bakal ada satu huruf lagi untuk kamu simpan. Saya tunggu kunjungannya yaaaa... :)

Career First : Melangkah Pasti ke Dunia Kerja by Maya Arvini


Judul               : Career First : Melangkah Pasti ke Dunia Kerja
Penulis            : Maya Arvini
Penerbit          : GagasMedia
Tahun              : 2014
ISBN               : 978-979-780-723-8
Halaman         : 202


Sinopsis :

There is no shortcut to success.
Karir gemilang bisa dicapai jika kita berhasil melampaui berbagai tantangan sejak di tangga pertama. Sayangnya, banyak di antara kita yang baru memulai karir pertama, tidak punya petunjuk atau kisi-kisi tentang dunia profesional.

Career First hadir sebagai panduan untuk pendaki karir pertama maupun yang telah bertahun-tahun menjajaki dunia kerja. Ditulis berdasarkan pengalaman dan kita dari peraih Young Women Future Business Leader, Maya Arvini, buku ini akan membantu kamu melalui berbagai tantangan dalam dunia profesional untuk melesatkan karir.

Berbagai hal yang akan kita temui dalam proses perjalanan karier, dibahas secara lengkap dalam buku ini, seperti bagaimana memiliki mentor, berkompetisi di lingkungan kerja, membangun aliansi, menyikapi kegagalan, hingga mengupas tentang office politik.

So, prepare yourself first, and get ready for succes in your career!


Review :

Career First merupakan buku yang ditulis oleh Maya Arvini dan bercerita mengenai perjalanannya mencapai kesuksesan karir  yang didapatkan sekarang. Peraih penghargaaan Young Women Future Business Leader (di usia 28 tahun!) ini menguraikan kisahnya yang bahkan sudah direncakannya dari masa-masa sekolah.

Maya Arvini merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dengan kedua orangtua yang berprofesi sebagai guru. Melihat kedua orangtuanya yang membanting tulang untuk menghidupi keluarga mereka membuat Maya memutuskan untuk membangun masa depan yang lebih berkualitas, lebih berkecukupan dan lebih bermakna. Ia kemudian mulai menyusun rencana dan menentukan target-target yang harus bisa dipenuhinya untuk mencapai cita-cita tersebut.

Tetapi bukan berarti semua yang direncanakan oleh Maya berhasil begitu saja. Ada kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Tetapi bukan berarti ia berkubang dalam kegagalan tersebut. Ia berhasil bangkit dari kegagalan tersebut sehingga akhirnya malah bisa meraih 2 gelar sarjana dalam waktu yang berdekatan dengan predikat cum laude.

Saat saya membaca buku ini, keponakan kakak ipar saya sedang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (saya tidak hapal nama ujian masuknya, SMbla..bla..bla...), dan saya pikir buku ini sangat cocok untuk dibaca olehnya. Karena dibuku ini Maya telah merencakan jalan yang ditempuhnya sejak dari SMA. Mulai dari mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menambah ilmunya dan mengasah kemampuan leadership-nya hingga menentukan dengan hati-hati jurusan yang akan dipilihnya.

Bagian yang paling menarik bagi saya dibuku ini adalah mengenai politik kantor. Walaupun saya tidak bekerja di perusahaan internasional seperti Maya, tetapi politik kantornya tetap sama brutalnya dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Saya sudah melihat seorang areal manajer yang dilengserkan secara tiba-tiba karena ketidakcocokan dengan tangan kanan manajer pusat. Atau dalam skala kecil persaingan para staf saat tahu ada posisi supervisor yang akan kosong. Yang awalnya berteman baik mulai sikut-sikutan dan saling menyindir secara tidak mengenakkan.
“Pada umumnya, orang yang mengandalkan office politic untuk melejitkan karir adalah orang-orang malas, atau enggan bekerja keras, lalu menciptakan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan.”
 Disini Maya memberikan contoh-contoh  yang menarik dari politik kantor tersebut. Ada satu hal yang paling berkesan bagi saya, yaitu bagian “Do the right things” Vs “Do the things right”.

Kenapa berkesan?

Karena di salah satu wawancara kerja yang pernah saya jalani, saya diberikan gambaran kasus seperti yang tertulis dalam buku dan ditanyakan apa tindakan yang harus saya lakukan. Yah, saya tidak menjawab seperti yang dijelaskan Maya di buku. Jadi mungkin itu alasannya kenapa saya akhirnya gagal kerja disana. Hehehehehe...

Thursday, June 12, 2014

The Rook by Daniel O’Malley



Judul                   : The Rook
Seri                     : The Checquy Files #1
Penulis                 : Daniel O’Malley
Penerbit               : Little, Brown and Company
Tahun                   : 2012
ISBN                     : 9780316098793
Halaman              : 486
Rating                  : 5 of 5 stars


Sinopsis

"The body you are wearing used to be mine." So begins the letter Myfanwy Thomas is holding when she awakes in a London park surrounded by bodies all wearing latex gloves. With no recollection of who she is, Myfanwy must follow the instructions her former self left behind to discover her identity and track down the agents who want to destroy her.

She soon learns that she is a Rook, a high-ranking member of a secret organization called the Chequy that battles the many supernatural forces at work in Britain. She also discovers that she possesses a rare, potentially deadly supernatural ability of her own.

In her quest to uncover which member of the Chequy betrayed her and why, Myfanwy encounters a person with four bodies, an aristocratic woman who can enter her dreams, a secret training facility where children are transformed into deadly fighters, and a conspiracy more vast than she ever could have imagined.

Filled with characters both fascinating and fantastical, THE ROOK is a richly inventive, suspenseful, and often wry thriller that marks an ambitious debut from a promising young writer.


Review


Dear You,

The body you are wearing used to be mine. The scar on the inner left thigh is there because I fell out of a tree and impaled my leg at the age of nine... But you probably care little about this body’s past. After all, I’m writing this letter for you to read in the future...

Saat Myfanwy Thomas (baca : Miff-un-ee) membuka matanya, ia melihat tubuh-tubuh bergelimpangan disekitarnya. Semuanya memakai sarung tangan latex. Sepucuk surat ditemukan di saku bajunya. Surat dari Myfanwy lama untuk Myfanwy yang baru...

Bingung? Jangan...

Myfanwy yang baru sama dengan Myfanwy yang lama, hanya saja ia tidak memiliki ingatan baik nama dan masa lalunya. Berkat surat dari Myfanwy yang lama, yang telah mempersiapkan semua langkah-langkah untuk membantu Myfanwy baru, akhirnya Myfanwy baru sampai dengan selamat di rumah perlindungan yang disiapkan Myfanwy lama.

Oke, sebelum makin ribet dengan yang lama atau yang baru, sebaiknya kita singkat saja panggilan kedua manusia dalam satu tubuh ini.

Myfanwy baru : dipanggil Myfanwy

Myfanwy lama : dipanggil Thomas

Kenapa Thomas bisa menulis surat yang akhirnya ditemukan oleh Myfanwy?

Karena Thomas sudah tahu kalau ingatannya akan dihapuskan. Bukan sekedar amnesia atau kehilangan ingatan biasa, tetapi semua ingatan dan kepribadiannya dicuri dan dihisap habis sehingga yang tersisa dari dirinya adalah tubuh kosong.

Dan yang memerintahkan hal tersebut adalah salah satu petinggi yang bekerja di organisasi yang sama dengan Thomas, yang disebut Checquy.

Apa itu Checquy? Sebuah organisasi rahasia kerajaan Inggris yang bertugas menangani semua kejadian-kejadian supranatural.

Thomas memiliki jabatan sebagai Rook, 2 tingkat dibawah Lord & Lady yang memimpin Checquy. Tugasnya menangani semua kejadian-kejadian domestik. Ia bekerjasama dengan Gestalt yang memiliki empat tubuh tetapi hanya satu jiwa. Thomas menangani bagian administrasi sementara Gestalt menangani kejadian di lapangan.

Thomas sendiri memiliki kekuatan langka, yang pada awalnya sangat diharapkan oleh organisasi. Tetapi karena trauma saat dipisahkan dengan keluarganya, Thomas menjadi penakut dan tidak bisa mengeluarkan kekuatannya dengan maksimal. Kekuatan Thomas adalah bisa mengendalikan makhluk biologis hanya dengan sentuhan.

Ketika mendapatkan ramalan bahwa ia akan kehilangan ingatannya, Thomas langsung mempersiapkan dirinya. Ia menulis semua detail tentang kehidupan dan pekerjaannya sehingga Myfanwy bisa dengan mulus menggantikan dirinya tanpa dicurigai oleh orang lain. Dengan begitu Myfanwy dapat mencari tahu alasan kenapa ingatan Thomas dihilangkan.

Awalnya saya tahu tentang buku ini adalah dari review salah seorang teman di Goodreads. Langsung suka ama sinopsis dan cover bukunya yang eye catching banget dan kemudian nyari ebooknya. Tapi baru 2 tahun kemudian saya membacanya. Emang kalau terlalu lama dibiarkan ebook ini bakal tertimbun makin jauh kebawah.

Dari review diatas saya lebih banyak bercerita tentang Thomas, padahal tokoh utama dibuku ini adalah Myfanwy. Tapi memang kalau membicarakan yang satu tidak bisa lepas dari yang lainnya. Walaupun sudah menghilang tetapi Thomas tetap bisa ditemukan dalam surat-surat dan buku petunjuk yang ditinggalkannya untuk Myfanwy.

Dari surat-surat ini kita mengetahui bahwa Thomas adalah wanita yang pemalu, penggugup dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup rendah, kecuali mengenai pekerjaan. Ia adalah seorang adminitrator yang handal, walaupun sering juga di bully oleh teman-teman sekerjanya.

Sedangkan Myfanwy merupakan sosok yang sangat berbeda dengan Thomas. Sedikit kasar, pembangkang dan sangat berterus terang. lumayan bad ass menurut saya. Dan dengan sangat mudah ia menggunakan kekuatan yang ada didalam dirinya. Ternyata dengan hilangnya ingatan tentang Thomas hilang juga trauma yang pernah dirasakannya. Dengan bantuan petunjuk dari Thomas, Myfanwy sedikit demi sedikit membongkar rahasia yang menyelimuti hilangnya ingatannya. Yang ternyata berhubungan dengan musuh besar organisasi Checquy yang mereka sangka telah musnah ratusan tahun yang lalu.

Buku ini merupakan perpaduan antara Fantasy dan Paranormal, minus romance. Bener-bener ga ada romance di  buku ini, apalagi cinta segitiga seperti kebanyakan novel-novel fantasy yang saya baca. Dan tokoh utama kita ini bukanlah gadis remaja ababil yang selalu galau dengan perasaannya, tetapi merupakan perempuan dewasa berumur 31 tahun. Hal ini memberikan sesuatu yang menyegarkan karena kita tidak perlu menggantungkan keselamatan dunia kepada para remaja yang baru akil baliq tersebut. hehehehe...

Alur cerita juga lumayan cepat sehingga tidak membosankan. Apalagi pertukaran sudut pandang dari Myfanwy ke Thomas memperlihatkan kepada kita betapa berbedanya kedua kepribadian itu. Banyak hal-hal yang disesali oleh Thomas karena ketidakberaniannya untuk melakukan sesuatu. Dan harapannya agar Myfanwy memiliki hidup yang lebih baik dari hidup yang dijalaninya.

Ada juga unsur humor di buku ini yang membuat kita tertawa di saat-saat yang tidak terduga.
Secara keseluruhan saya sangat menikmati buku ini. Setelah selesai membacanya saya langsung menuju Goodreads untuk mencari tahu apakah ada kelanjutannya. Ternyata buku ke-2 baru akan release tahun 2015 nanti, padahal buku ini terbit tahun 2012 :(