Showing posts with label penerbit haru. Show all posts
Showing posts with label penerbit haru. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Love O2O by Gu Man





Judul                     : Love O2O
Pengarang            : Gu Man
Penerbit               : Penerbit Haru
Tahun                   : 2017
ISBN                    : 9786026383136
Halaman              : 434
Rating                  : 4 of 5 stars



Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online, adalah sebuah permainan tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao-cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ’dewa’ , tiba-tiba meminta Wei Wei menikahinya.

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?



Lu Wei Wei Wei adalah player peringkat ke enam di sebuah permainan online, dan juga satu-satunya cewek yang berada di peringkat sepuluh besar. Wei Wei baru saja putus dengan suami online-ya. Dan tak lama kemudian si suami menikah lagi dengan player lainnya yang terkenal sebagai player  paling cantik di game online tersebut. Wei Wei lumayan jadi bahan gosip di dunia game online karena datang ke acara pernikahan mantan suaminya tersebut.

Gosip semakin menghangat ketika player nomor satu di server mereka, Yi Xiao Nai He, melamar Wei Wei. Nai He beralasan lamarannya tersebut adalah untuk mengikuti pertandingan pasangan yang akan diselenggarakan. Wei Wei pun setuju. Kapan lagi ia bisa berpasangan dengan pemain handal seperti Nai He?

Pada kehidupan nyatanya nama asli Lu Wei Wei Wei adalah Bei Wei Wei, seorang gadis yang sedang kuliah di jurusan Ilmu Komputer. Ia cantik dan pintar dan juga seorang gamer handal. Sebagai kembang kampus ia termasuk populer (terutama di jurusan Ilmu Komputer yang irit cewek). Wei Wei bersama ketiga teman sekamarnya, Xiao Ling, Si Si dan Er Xi, termasuk ke dalam klub pemuja Xiao Nai.

Xiao Nai adalah senior mereka di jurusan yang sama, yang terkenal akan bakat-bakatnya yang sangat banyak. Ia atlet basket dan renang, jenius di bidang komputer, pintar memainkan alat musik tradisional dan juga sangat tampan. Walaupun bersikap dingin terhadap cewek, Xiao Nai tidak hanya terkenal di kalangan cewek tetapi juga di kalangan cowok. Ia juga memiliki tiga teman sekamar yang konyol dan sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.

Pertemuan darat antara Wei Wei dan suaminya online-nya, Nai He, membawa kejutan tersendiri. Karena ternyata suami online-nya tersebut adalah Xiao Nai. Wei Wei girang luar biasa. Siapa kira nasibnya begitu beruntung karena Xiao Nai tidak hanya memanggil Wei Wei istri di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata.

Semenjak itu dimulailah perjalanan hubungan Wei Wei dan Xiao Nai yang pada tampilan luarnya terlihat begitu tenang padahal sebenarnya memiliki lidah yang begitu tajam.

Sunday, December 10, 2017

Boss And Me by Gu Man



Judul                   : Boss And Me
Penulis                : Gu Man
Penerbit              : Haru Media
ISBN                   : 9786026383280
Tahun                  : 2017
Halaman             : 434
Rating                 : 3 of 5 stars



“Halo Nona Xue Shan Shan. Aku membawakan makan siang yang telah disiapkan oleh Presdir Feng.” Gara-gara memiliki golongan darah yang unik, Shan Shan tiba-tiba dipanggil ke rumah sakit. Shan Shan mendonorkan darahnya untuk adik pemilik Grup Feng Teng, tempatnya bekerja.

Setelah itu, Presdir Feng selalu mengirimkan bekal makanan. Shan Shan yang tadi sempat terharu oleh kebaikan bosnya, mulai merasa ada yang tidak beres. Di saat Shan Shan pikir kiriman bekal itu sudah berhenti, ia malah dipanggil ke ruangan Presdir Feng.

Gawat! Kenapa Presdir Feng malah mengajak Shan Shan makan berdua di ruangannya?



Xue Shan Shan adalah seorang gadis kota kecil yang mendapatkan pekerjaan di kota besar. Bagaimana ia bisa diterima di perusahaan tersebut sebenarnya cukup membingungkan karena perusahaan tersebut terkenal dengan seleksinya yang ketat dan hanya menerima lulusan dari perguruan-perguruan tinggi ternama saja. Misteri ini kemudian terpecahkan saat Shan Shan menerima panggilan telepon tengah malam yang memintanya datang ke sebuah rumah sakit untuk mendonorkan darah bagi adik Presdir perusahaan tempatnya bekerja yang memiliki golongan darah langka seperti Shan Shan, yaitu golongan darah AB Rh negatif.

Sejak itu Shan Shan sadar bahwa ia diterima bekerja di perusahaan tersebut karena golongan darahnya.

Dan sejak itu pula jalan hidup Shan Shan berubah dari seorang upik abu (pegawai level rendah) menjadi seorang Cinderella (pacar bos besar).

Tapi sayangnya, Cinderella yang satu ini sering menjadi korban kejahilan Pangeran Tampan yang selalu memasang wajah dingin di luar tetapi memiliki kecenderungan menjahili orang di dalam.

Sebagai ucapan terima kasih atas bantuan donor darah dari Shan Shan, gadis itu selalu menerima bekal makan siang yang diantarkan oleh sekretaris Feng Teng, sang Presdir. Tentu saja peristiwa ini memicu kobaran gosip diantara para pegawai lainnya. Bagaimana caranya pegawai rendah seperti Shan Shan, yang sering melakukan kesalahan dalam bekerja dan juga tidak banyak memiliki teman, bisa menggaet seseorang seperti Feng Teng?

Banyak spekulasi yang bertebaran, tetapi tak satupun yang mendekati kenyataan.

Hanya Xue Shan Shan yang tahu derita apa yang harus dijalaninya saat bersama Feng Teng…

Bos besar suka membully-nya!

Friday, June 27, 2014

[Blog Tour & GA] Ask Author People Like Us : Yosephine Monica




Apa kabar semuaaaaa...?

Di Blog Tour People Like Us ini kita kembali ke blog saya dengan topik Ask Author. Udah pada baca belum buku ini? Rugi lho kalo belum, buku ini bener-bener bagus dan berbeda dengan buku-buku lokal lainnya.

Nah, sebelum masuk ke bagian pertanyaan kepada pengarang, saya akan berikan sedikit keterangan yang saya ambil mengenai pengarang di bagian belakang buku People Like Us.

Yosephine Monica Valentina Simanjuntak lahir di Medan, 10 April 1997. Gemar menulis sejak kecil, tapi hanya berani memublikasikan karyanya lewat internet. Hobinya yang lain adalah membaca buku young adult dan manga, mendengarkan musik, dan tidur. Bercita-cita memiliki toko buku suatu saat nanti.

Mari kita masuk ke bagian pertanyaan :)

A : Saya baru selesai membaca buku ini dan terkesan dengan tokoh Amy yang begitu dewasa. Jadi pas lihat keterangan tentang penulis, saya cukup terkejut. Beneran kamu masih 17 tahun? Hehehe...

Q : Iyaaa, saya serius baru tujuh belas tahun bulan April lalu. Paman saya yang baca buku ini juga kaget, katanya buku ini seperti ditulis oleh orang dewasa hehehe..


A : Sejak kapan kamu mulai menulis? Apakah selama ini kamu memang membayangkan dirimu menjadi penulis atau adakah cita-cita lain yang ingin dicapai?

Q : Saya mulai menulis sejak kelas 5 SD. Saya dulu sebenarnya ingin jadi komikus, tapi apa daya tak bisa menggambar, saya cari cara lain untuk menyalurkan ide cerita tanpa perlu menggambar—yaitu dengan menulis. Tapi saya juga nggak mau cuma jadi penulis, saya ingin jadi insinyur atau arsitek.


A: Saya baca di bagian kata pengantar kamu bilang suka membaca. Genre buku apa saja yang kamu sukai?

Q : Saya paling suka young adult, adventure, romance, drama, dan family.


A : Siapa penulis favoritmu dan siapa yang mempengaruhi gaya menulis kamu?

Q : Penulis favorit saya Jennifer E. Smith. Dulu saya mencoba mengikuti gaya menulis Jennifer E. Smith dan penulis luar negeri lainnya, tapi saya pikir semakin lama gaya tulisan saya jadi tidak terlalu mirip dengan mereka – meskipun gaya menulis saya seperti novel terjemahan. 
(Well, saya kurang setuju dengan istilah ‘seperti novel terjemahan’ karena itu tergantung bagus tidaknya terjemahan si penerjemah. Hehehe... tapi karya Yosephine ini memang memiliki aroma novel luar, dari segi isi, bahasa dan pemikiran, yang menurut saya merupakan kelebihan Yosephine dibandingkan dengan penulis-penulis lokal lainnya).


A : Ide buku People Like Us ini datang darimana? Apakah terinspirasi dari buku yang kamu baca atau peristiwa yang ada di sekeliling kamu? Misalnya ada keluarga atau orang dekat yang pernah terkena kanker?

Q : Idenya terinspirasi dari buku (The Fault in Our Stars) dan juga orang yang ada di sekitar saya. Saya punya seorang teman yang suka dengan seseorang yang juga mengidap kanker seperti Amy.


A : Disalah satu bab kamu menulis untuk membayangkan karakter seorang tokoh, baik fisik dan kepribadiannya, bisa dengan membayangkan idola, figur publik atau orang yang dikagumi. Nah, adakah sosok nyata yang kamu gunakan untuk menggambarkan Ben? :)

Q : Hehehe, yang bagian ini saya malu jawabnya, jadi ketahuan deh saya ngefans sama siapa. Saya menggambarkan Ben seperti aktor Nicholas Hoult. Mari kita bayangkan aktor tersebut lebih kurus, saya pikir begitulah sosok Ben yang ada di bayangan saya
(Ah, saya kirain kamu terinspirasi dari cowok yang kamu sukai. Hehehe...)


A : Oh ya, di buku ini kamu menggambarkan 2 keluarga (Ben dan Amy) dimana kakek-neneknya tinggal bersama mereka. Saya cukup mengerti kenapa nenek Ben tinggal bersama keluarga Ben, mungkin karena sudah kehilangan suami dan anaknya (Ayah Ben). Tapi kenapa di keluarga Amy kakek dan neneknya juga tinggal bersama keluarga Amy?
Lokasi cerita ini adalah Boston, Amerika Serikat, dimana sepanjang pengetahuan saya orang-orangnya menjunjung tinggi kebebasan dan kemandirian. Bahkan sangat sering saya membaca buku dimana kakek/nenek menolak tinggal dengan anak-anaknya karena mereka memiliki kehidupan sendiri di lingkungan dan teman-teman yang sudah lama mereka kenal.

Q : Keluarga Amy tinggal di Newton, kota kecil di dekat Boston, di perumahan yang dibangun sudah lama sekali. Di sini saya juga ingin menunjukkan kalau Amy berada di komunitas yang kecil tapi ramai. Di kota-kota besar di AS, tipe orangnya memang tidak terlalu mementingkan keluarga lagi, tapi di kota kecil setahu saya ikatan keluarga masih cukup erat kok. Saya sudah mention ini di novel. Semoga bisa membantu! :)


A : Bagaimana reaksi kamu saat tahu jadi pemenang lomba 100 Days of Romance yang diadakan penerbit Haru?

Q : Saya senang sekali. Saking senangnya saya sampai nangis di tengah-tengah jam pelajaran hehehe. Misi awal saya hanyalah menyelesaikan sebuah cerita, bukan memenangkan sebuah perlombaan. Ini adalah cerita pertama saya yang punya akhir, jadi saya pesimis bakalan menang. Saking pesimisnya saya nggak berani mengecek timeline penerbit sampai pengumuman. Dan ternyata saya menang, dan saya sangat bersyukur karena apa yang saya dapat sekarang adalah lebih dari cukup.


A : Berapa lama kamu menyelesaikan buku ini dan berapa banyak yang diedit dari naskah aslinya sebelum dicetak?

Q : Cerita ini sudah muncul di benak saya sejak awal tahun lalu, tapi mulai berani saya kembangkan saat melihat perlombaan yang diadakan Penerbit Haru. Saya melanjutkan cerita ini mulai akhir Juni hingga Juli. Itu berarti menulis buku ini memakan waktu sekitar setengah tahun.
Tidak terlalu banyak yang diedit dari naskah asli, kebanyakan hanya sekedar beberapa adegan dan bagian yang tidak terlalu memengaruhi jalan cerita.


A : Apa pengalaman paling berkesan saat bekerja sama dengan Haru untuk menerbitkan buku ini?

Q : Hadiahnya, mungkin? Hehehe, nggak dong. Yang paling berkesan adalah bimbingan dan kerja sama mereka yang sangat baik. Saya nggak tahu kalau perjalanan menerbitkan novel itu ternyata sangat panjang, jadi beruntung sekali Penerbit Haru selalu membimbing saya dan sangat pengertian dalam masalah deadline – karena saat itu saya sedang sibuk ujian kelulusan SMA.


Nah, demikianlah perkenalan kita dengan author Yosephine Monica. Semoga semakin banyak yang mengenal Yosephine dan karyanya. Dan saya berharap Yosephine cepat menelurkan lagi sebuah karya yang manis seperti People Like Us :)

Oh ya, semoga di terima di Universitas dan jurusan idaman ya Yosephine 


Dan saya ulangi lagi biar ga pada lupa, selain giveaway yang diadakan oleh masing-masing blog yang mengikuti blog tour People Like Us ini, masih ada KUIS FINALE yang diadakan oleh Penerbit Haru lho.

Caranya gampang aja, Setiap blog yang mengadakan Blog Tour People Like Us akan menyediakan satu huruf yang mesti kamu simpan baik-baik. Huruf-huruf ini nantinya akan membentuk kata yang mesti kamu susun. Pemenang untuk KUIS FINALE ini akan dipilih oleh Penerbit Haru.

Hadiah KUIS FINALE ini menarik lho, yaitu:
1. Paket buku Haru
2. Ipad cover People Like Us dari Emerald Green Label
3. Totte Bag dari Emerald Green Label
  
Salah satu huruf bisa dilihat di postingan saya yang ini.

Ayo disimpan huruf dibawah ini, sebelum saya hapus pada tanggal 5 Juli 2014 :)




Masih belum mengumpulkan huruf-huruf untuk KUIS FINALE? Silakan datangi blog-blog ini untuk melihat huruf-huruf yang lainnya :)
16 Juni 2014: Zelie Petronella @ Book-Admirer
17 Juni 2014: Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
18 Juni 2014: Luckty @ Luckty si Pustakawin
19 Juni 2014: Non Inge @ Bacaan Inge
20 Juni 2014: Ira Elvira @ Ira Membaca
21 Juni 2014: Atria Dewi Sartika @ My Little Library
22 Juni 2014: Siti Robiah A'dawiyah @ Review Siro
23 Juni 2014: Ocemei @ Ocemei's Little World
24 Juni 2014: Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd
25 Juni 2014: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
26 Juni 2014: Ask Author - Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
27 Juni 2014: Ask Author - Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Juni 2014: Ask Author - Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd

Hari ini Giveaway People Like Us di blog saya resmi ditutup. Pengumuman pemenang akan saya beritahukan dalam 1-2 hari ini. Semoga beruntung yaaa :)

Thursday, June 19, 2014

[Blog Tour + Giveaway] People Like Us by Yosephine Monica





Judul                     : People Like Us

Penulis                 : Yosephine Monica

Penerbit               : Haru

Tahun                   : 2014

ISBN                     : 978-602-7742-35-2

Halaman              : 330



Sinopsis

Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang... kehilangan.
Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.

Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.
Aku tidak peduli.
Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.
Kalau begitu, kita mulai dari mana?


Review :

Haloooo... Selamat datang di Blog Tour + Giveaway People Like Us :)

Hari ini adalah hari keempat diadakannya Blog Tour People Like Us.  Seperti di blog-blog sebelumnya yang memiliki tema khusus, hari saya akan membahas mengenai penokohan di novel People Like Us. Tapi sebelumnya, saya akan menceritakan sedikit mengenai jalan cerita novel ini.

Sejak umur 12 tahun Amy sudah menyukai Benjamin Miller, cowok yang sama-sama mengambil kelas teori dasar musik di tempat les musik yang diikutinya. Tetapi mereka tidak pernah saling bicara. Tetapi pada suatu hari Ben menghilang begitu saja dari kehidupan Amy.

Mereka kembali bertemu ketika sudah memasuki high school. Tapi yang menyedihkannya, Ben sama sekali tidak ingat kepada Amy. Yang diketahui Ben tentang Amanda Collins adalah bahwa gadis ini adalah stalker-nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau Amy menyukai Ben, dan ini cukup membuat Ben kesal.

Tapi kemudian giliran Amy yang menghilang dari sekolah, dan Ben dipaksa oleh teman-temannya untuk menemui Amy. Dari sana hubungan mereka kemudian berkembang, membuat Ben lebih mengenal Amy.

Nah, mari kita masuk ke bagian penokohan...

Amelia Collins adalah gadis yang biasa-biasa saja. Ia tidak terlalu menonjol di sekolah. Ia suka menulis, dan sudah menghasilkan beberapa tulisan yang cukup digemari teman-temannya. Walaupun tulisan-tulisannya tersebut terasa menggantung karena Amy memang sengaja membuat cerita yang tidak memiliki akhir. Ia membebaskan pembacanya untuk menyimpulkan sendiri akhir cerita yang ditulisnya.

Secara keseluruhan Amy adalah anak yang tenang, mudah bergaul (mungkin malah sedikit pemalu), dan walaupun ia bukanlah anak yang populer tapi Amy meninggalkan kesan yang mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Pemikiran Amy jauh lebih dewasa dari teman-temannya. Tapi secara emosional, ia tetaplah seorang gadis remaja yang bisa terpekik histeris dan penuh semangat saat idolanya (Ben) meneleponnya. Amy merupakan simbol dari hal-hal positif dibuku ini.

Kalau Amy bisa diibaratkan sebagai cahaya, maka Benjamin Miller adalah kegelapan. Ia lebih memilih tenggelam dalam dunianya sendiri daripada harus berinteraksi dengan orang lain. Teman-temannya cenderung menilainya sebagai orang yang to the point, kaku dan agak kasar. Dan ia menyimpan perasaannya begitu erat sehingga tidak banyak yang tahu apa yang dipikirkan oleh Ben.

Dan hal tersebut sebenarnya cukup merugikan Ben. Seperti misalnya ketika ia berpikir bahwa adiknya Margareth lebih dekat dengan kakaknya Timothy daripada dengan Ben sendiri. Padahal kalau Ben memberikan kesempatan Margareth ingin lebih mengenal kakaknya tersebut. Ben sendiri menarik diri dari Margareth karena cemburu. Sejak Margareth lahir orangtuanya lebih fokus kepada adiknya tersebut sehingga Ben merasa sedikit ditinggalkan.

Faktor orangtua juga salah satu yang menyebabkan Ben lebih memilih berada di dunianya. Ayahnya meninggal karena kanker, dan selama pengobatan ibu Ben memilih menceraikan suaminya karena tidak sanggup lagi menghadapi tekanan secara fisik dan mental. Dan hanya setahun setelah ayahnya meninggal, ibunya menikah kembali. Hal ini terasa seperti sebuah pengkhianatan bagi Ben.

Mengenal Amy membuat Ben juga mengenal dirinya sendiri lebih jauh. Sifat berani dan positif Amy menular kepada Ben sehingga ia juga mulai membuka diri kepada orang lain. Hal tersebut membuat kehidupan Ben terasa jauh lebih menyenangkan dan membuat ia teringat kembali akan impiannya.

Lana adalah sahabat Amy sejak sekolah dasar. Sifatnya lebih ceria daripada Amy, tegas dan lebih percaya diri. Ia merasa berhutang budi kepada Amy karena sudah mendukungnya saat keluarga Lana mengalami masa-masa sulit. Lana juga gadis yang cukup gigih, terbukti dengan keberhasilannya menyeret Ben menemui Amy di rumah sakit.

Julian dan Zachary adalah sahabat-sahabat Ben di sekolah. Keduanya memilik sifat lebih berterus terang daripada Ben. Untuk ukuran remaja,kedua cukup memiliki empati dan jiwa sosial yang tinggi. Berkat desakan kedua sahabatnya inilah Ben akhirnya menemui Amy di rumah sakit.

Ibu Ben saya nilai sebagai orang yang mudah menyerah dan tidak realistis. Hal itu dibuktikannya dengan menceraikan suaminya (ayah Ben) pada saat suaminya tersebut sedang menjalani perawatan kanker. Alasannya adalah ia terlalu lelah berjuang dan tidak bisa tetap berpura-pura bahwa semua hal dalam hidupnya masih tetap sama. Well, mengapa harus tetap berpura-pura sementara ada tragedi besar yang menimpa keluarganya? Ayah Ben bertahan menghadapi penyakitnya selama satu tahun delapan bulan. Apakah waktu yang singkat ini bisa dibandingkan dengan belasan tahun pernikahan mereka?

Keluarga Amy hanya muncul sedikit di novel ini. Tapi dari yang sedikit itu saya bisa mendapatkan gambaran bahwa mereka adalah keluarga normal yang bahagia dan saling mendukung satu sama lain. Saya suka cara mereka memperlakukan Amy, seolah-olah Amy tetaplah seorang anak yang normal dan sehat, dan tidak menyesaki Amy dengan perhatian yang berlebihan karena penyakitnya.

Nah, demikianlah pembahasan saya mengenai penokohan di novel ini.

Sekarang kita lanjut ke... GIVEAWAY TIME!

Seperti biasa blog tour yang diadakah oleh Penerbit Haru pasti ada giveaway-nya. Dan hadiahnya juga menarik, yaitu 1 novel terbitan Haru (Duet) dan 1 sampul buku Emerald Green, keduanya untuk 2 orang pemenang!

Gimana cara menangnya?

Silakan isi googledoc dibawah ini. Giveaway akan berlangsung selama satu minggu yaitu dari tanggal 20 – 26 Juni 2014. Pemenang akan saya umumkan paling lambat 2 hari setelah giveaway ditutup. Giveaway ini hanya bisa diikuti oleh yang berdomisili di Indonesia saja ya :)




Selain giveaway yang diadakan oleh masing-masing blog yang mengikuti blog tour People Like Us ini, masih ada KUIS FINALE yang diadakan oleh Penerbit Haru lho.

Caranya gampang aja, Setiap blog yang mengadakan Blog Tour People Like Us akan menyediakan satu huruf yang mesti kamu simpan baik-baik. Huruf-huruf ini nantinya akan membentuk kata yang mesti kamu susun. Pemenang untuk KUIS FINALE ini akan dipilih oleh Penerbit Haru.

Hadiah KUIS FINALE ini menarik lho, yaitu:
1. Paket buku Haru
2. Ipad cover People Like Us dari Emerald Green Label
3. Totte Bag dari Emerald Green Label
  
Ayo disimpan huruf dibawah ini, sebelum saya hapus pada tanggal 5 Juli 2014 :)



Masih belum mengumpulkan huruf-huruf untuk KUIS FINALE? Silakan datangi blog-blog ini untuk melihat huruf-huruf yang lainnya :)

16 Juni 2014: Zelie Petronella @ Book-Admirer
17 Juni 2014: Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
18 Juni 2014: Luckty @ Luckty si Pustakawin
19 Juni 2014: Non Inge @ Bacaan Inge
20 Juni 2014: Ira Elvira @ Ira Membaca
21 Juni 2014: Atria Dewi Sartika @ My Little Library
22 Juni 2014: Siti Robiah A'dawiyah @ Review Siro
23 Juni 2014: Ocemei @ Ocemei's Little World
24 Juni 2014: Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd
25 Juni 2014: Oky Septya @ Kumpulan Sinopsis Buku
26 Juni 2014: Ask Author - Stefanie Sugia @ Bookie-Looker
27 Juni 2014: Ask Author - Ira Elvira @ Ira Membaca
28 Juni 2014: Ask Author - Ratri Anugrah Sari @ The Awesome Nerd

Sampai ketemu lagi di Blog Tour People Like Us tanggal 27. Di postingan ini kamu akan berkenalan dengan pengarang buku ini dan bakal ada satu huruf lagi untuk kamu simpan. Saya tunggu kunjungannya yaaaa... :)

Monday, May 5, 2014

Pemenang Giveaway Blog Tour Cheer Boy!!




Halooo... masih di Blog Tour Cheer Boy nih :)

Akhirnya datang juga hari pengumuman pemenang Giveaway Blog Tour Cheer Boy di blog saya ini.

Alhamdulillah cukup banyak peserta yang ikut memberikan berbagai opini mengenai perkembangan olahraga di Indonesia dan sudah cukup/belumnya peran serta sekolah atau universitas dalam menunjang kegiatan oleh raga ini.

Dari pendapat-pendapat yang masuk bisa saya bagi menjadi 2 kategori yaitu yang setuju bahwa secara umum olahraga sudah didukung oleh sekolah dan negara dan yang merasa bahwa kegiatan olahraga belum ditunjang secara penuh oleh sekolah/negara.

Dari kedua pendapat ini, sebagian besar masuk ke pendapat nomor 2, yaitu kurangnya dukungan pihak sekolah/negara terhadap kegiatan olahraga.

Dan dari semua jawaban yang masuk, ada dua orang yang jawabannya saya nilai menarik dan saya tetapkan sebagai pemenang Giveaway Blog Tour Cheer Boy!! ini.

Siapakah mereka?



Novia Lutfi S
dan
Aubrey Biancanitta


    
      Yak! Keduanya berhak atas hadiah Bundel Buku dari Penerbit Haru yang berisi buku-buku sebagai berikut : 
  1.  Khokkiri – Lia Indra Andriani
  2. Then I Hate You So – Andri Setiawan.
Selamat untuk kedua pemenang, kamu berdua akan saya hubungi lewat email dan harap dibalas dalam waktu 2x24 jam. Bila tidak ada konfirmasi dari pemenang dalam jangka waktu tersebut, maka kemenangannya akan dibatalkan dan pemenang baru akan dipilih.

Nah, gimana dengan kamu-kamu yang belum menang di blog saya ini?

Jangan takut! Blog Tour Haru tidak hanya diikuti oleh saya seorang saja. Tetapi masih ada 5 blogger lagi akan akan mengadakan Blog Tour Cheer Boy!!

Artinya? Kamu masih punya kesempatan untuk menang!

Belum lagi hadiah Finale yang disediakan oleh Penerbit Haru di penghujung acara Blog Tour Cheer Boy!! ini. Asal jangan lupa saja menyimpan huruf-huruf yang disediakan oleh semua blog yang mengadakan Blog Tour Cheer Boy!! :)

Untuk huruf yang saya sediakan, kamu bisa lihat di postingan ini. Jangan lupa, huruf ini hanya akan muncul dalam waktu satu minggu lagi. Lewat dari itu hurufnya akan saya hilangkan, dan kesempatan kamu memenangkan hadiah utama Blog Tour Cheer Boy!! akan menipis.

Silakan klik link ini untuk menuju Blog Tour Cheer Boy!! berikutnya :)