Showing posts with label Paranormal Romance. Show all posts
Showing posts with label Paranormal Romance. Show all posts

Sunday, January 15, 2012

The Mane Attraction by Shelly Laurenstone

The Mane Attraction (Pride, #3)

My rating: 4 of 5 stars


Wooowwww…!!!

Buku ini benar-benar menarik! Walaupun temanya sudah biasa, teman jadi pacar, tapi kata-kata yang keluar dari mulut kedua tokoh benar-benar ga ada duanya…

Saya membaca buku ini karena ngeliat Mitch termasuk salah satu tokoh yang bisa dijadikan hubby di blognya Ren. Jalan ceritanya yang temen jadi pacar itu merupakan tema favorit saya, makanya buru-buru cari bukunya. Dapet langsung baca walaupun list buku yang mau dibaca udah panjang. Dan ternyata…. Emang ga nyesel mendahulukan buku ini. Habis ngikik sepanjang baca bukunya…

Ini buku ketiga dari seri Pride dan saya belum baca buku 1 & 2, akibatnya ada beberapa kejadian yang saya ga gitu ngerti banget, Cuma bisa nebak2 aja. tapi ga masalah kok, tidak menganggu jalan cerita.

Bermula dari Sissy dan Mitch yang menghadiri pesta Bobby Rae, kakak Sissy, yang menikah dengan Jessie Ann. Disana semua tokoh berkumpul, mulai dari keluarga Sissy dan pack serigalanya, keluarga Mitch dengan Pride singanya terus juga pack anjingnya Jessie Ann dan lain sebagainya. Mulai bingung?? Ya saya juga, tapi baca jalan terus karena sudah terpikat dengan Mitch dan Sissy.

Setelah itu terjadi percobaan pembunuhan terhadap Mitch yang ternyata merupakan saksi pembunuhan yang dilakukan seorang mafia. Karena cemas akan keselamatan Mitch, Sissy membawa Mitch ke kampung halamannya supaya lebih aman. Disana Mitch bertemu dengan sisa keluarga Sissy yang tidak datang ke pernikahan, dan juga isi kota yang terbelah antara menyukai Sissy dan yang membencinya.

Sepertinya sewaktu masa sekolah Sissy dan gengnya merupakan penguasa dan sepertinya juga hobi menggertak orang. Contohnya aja Jessie Ann yang sering diganggu Sissy dan dikejar-kejar sampe2 Jessie Ann terpaksa sembunyi di lubang ventilasi udara.

Sekarangpun kebiasaan itu masih terbawa oleh Jessie Ann, bahkan sampai manjat2 pohon. Padahal Jessie Ann kan dog shifter. Mana ada anjing yang manjat pohon. Hahahahaha….

“It was instinctual! Angry Sissy means I run for the hills, but I wasn’t in the mood. Did the next best thing.”

Tapi Sissy udah berubah kok, walaupun kata-kata yang keluar dari mulutnya tetap menghujam.

Sejak awal sudah ada ketertarikan antara Mitch dan Sissy, tapi karena mereka berdua merasa cocok berteman maka mereka memutuskan untuk tidak menindaklanjuti ketertarikan tersebut. Atau setidaknya Sissy yang memutuskan begitu..

Saat tinggal di kampung halaman Sissy itulah daya tarik itu kemudian semakin meningkat dan akhirnya meledak. Tapi Sissy yang terbiasa mengontrol setiap aspek kehidupannya dan orang2 disekitarnya berusaha untuk memberi batasan terhadap hubungan mereka tersebut.

Mitch sih senang-senang aja selama dia diberi makan. Karena Mitch itu lion shifter, ia terbiasa dilayani dan hidup nyantai seperti layaknya raja rimba. Plus makannya banyak banget! Bener-bener takjub liat pola makan si Mitch ini.

Tapi akhirnya keduanya sadar kalo ternyata mereka itu emang jodoh satu sama lain..


I really really love Mitch, he’s so adorable! Dan sepertinya bukan hanya saya yang berpikir seperti itu. Semua perempuan dibuku ini jatuh cinta kepada Mitch, sampe2 para laki-laki bete kalo ngeliat Mitch deket2 sama pasangan mereka.

Tapi mau menjadikan Mitch sebagai suami??? Mikir-mikir dulu ahhh…

Kalo mau jadian sama Mitch mesti tajir abis. Minimal punya harta tujuh turunan. Makannya itu lho, buanyaaaak banget! Dan Mitch mikiran makanan hampir tiap jam. Harta tujuh turunan pun pasti habis dalam satu turunan. Ntar kasihan anak cucu, ga dapet warisan.... :(

Hiksss… goodbye Mitch… ^gigit jari coz ga punya harta tujuh turunan^



Tuesday, November 8, 2011

The Bite Before Christmas by Jeaniene Frost

The Bite Before Christmas (Argeneau, #15.5; Night Huntress, #6.5)

My rating: 4 of 5 stars


Back to Cat and Bones!!!


Untuk merayakan ultah Bones yang hampir seperempat millenium, Cat memutuskan mengadakan pesta dan mengundang para teman-teman dekatnya, sekalian untuk liburan natal juga. Tetapi pas hari H, Annette yang juga masuk dalam daftar tamu tak kunjung datang. Padahal ga mungkin banget Annette tidak datang ke pesta ultah Bones. Akhirnya Ian di utus untuk mendatangi Annette di hotelnya.

Ian yang bete karena tidak diperbolehkan membawa pasangan oleh Cat (sementara yang lain asyik bermesraan dengan pasangan masing-masing) dengan semangat 45 mendatangi kamar hotel Annette. Niatnya sih mungkin aja Annette mau menanggapi Ian yang lagi bernafsu. Hehehehe..

Tapi yang ditemukan Ian di kamar tersebut ternyata Annette yang sedang berlumuran darah. Langsung saja Ian menghubungi para sahabat agar datang. Bones kemudian menanyai Annette tentang siapa yang telah melukainya. Tetapi Annette mengaku tidak tahu, yang menimbulkan kecurigaan Bones kalo Annette berbohong. Ini membangkitkan kemarahan Bones karena menyerang salah satu anak buahnya berarti sama saja dengan menyerang dia sebagai seorang master Vampir.

Setelah mereka kembali kerumah, mereka kemudian mengetahui kalau mereka telah dibuntuti oleh seorang vampir. Vampir tersebut, Wraith, kemudian mengaku kalau ia sebenarnya adalah saudara Bones, dan ia datang sebagai hadiah ultah dari Annette untuk Bones. Setelah mengeluarkan bukti-bukti yang mendukung pernyataannya, termasuk foto Duke of Rutland, si ayah yang memiliki wajah seperti pinang dibelah dua dengan Bones, Bones akhirnya mengetahui kalau ia sebenarnya adalah anak luar nikah Duke of Rutland dengan Penelope, putri Viscount of Maynard. Yang bikin Ian langsung membelalak, ga tau apa karena terkesima karena garis keturunan Bones atau malah cemburu 

Akhirnya Wraith diizinkan tinggal dirumah mereka. Tapi entah kenapa keesokan paginya Cat dibangunkan oleh Ian yang bikin Cat langsung mengambil pose menyerang, karena Ian ada didalam kamar tidurnya.

Hanya saja kali ini Ian sangat serius. Ia merasa ada yang aneh dengan kelakuan teman2nya yang sedang sarapan di ruang makan. Ia merasa ada yang aneh dengan Wraith, vampir soliter yang memiliki kekuatan sedang saja. Ia merasa tidak mungkin Wraith menjadi vampir tanpa Master selama seratus tahun dan tetap selamat.

Cat marah kepada Ian dan menuduh Ian cemburu karena kali ini ia tidak menjadi pusat perhatian. Ian yang marah kemudian menyatakan kalau ia akan pergi dari rumah tersebut dan menginap di hotel dan meminta cat mendatanginya kalau sudah bisa melihat keanehan yang dirasakannya.

Ternyata keanehan ini tidak hanya dirasakan oleh Ian saja. Denise, istri Spade juga merasakannya. Biasanya para vampir yang sayang istri ini sangat tanggap dengan keingginan para istrinya. Tapi sejak kedatangan Wraith mereka seolah2 tidak peduli lagi dengan istri mereka dan menghabiskan waktu mengelilingi Wraith yang bertingkah seperti Lord and Master mereka.

Terang saja Cat langsung mendatangi Ian untuk mencaritahu mengenai fenomena ini. Ian yang memiliki teori menyatakan bahwa kemungkinan Wraith telah bersekutu dengan demon, dan teman2 mereka telah terpengaruh oleh sihir demon tersebut. Kemungkinan yang menyebabkan Cat, Denise dan Ian tidak terkena pengaruh sihir ini mungkin karena pada Cat didalam darahnya masih tersisa efek dari darah Marie, ratu sihir New Orleans, yang pernah diminumnya. Sedangkan Denise memiliki darah demon. Kalau Ian??? Bukan Ian namanya kalau tidak memiliki cerita yang menarik kenapa ia memiliki tato penangkal demon yang terletak didaerah rahasianya. Yang bikin Cat jijik dan geli karena Ian ngotot memperlihatkan tato yang berada didaerah berbahaya tersebut MySpace

Nah disini terlihat gimana setia kawan Ian sebenarnya. Ia bertekad untuk menyelamatkan teman-temannya. Maka dimulailah petualangan Ian dan Cat mencari demon yang merasuki Wraith sehingga bisa menghilangkan pengaruhnya terharap Bones cs...

Psssttt... ada yang seru di epilog. Yang bikin Ian makin bahagia, Bones pasrah dan Cat tambah suntuk!

sebenarnya dalam buku ini ada 2 cerita, tapi berhubung saya belum pernah baca seri Argeneau-nya Lindsay sand, bagian yang ini saya lewatkan dulu :)



Thursday, October 13, 2011

Spider's Bite by Jennifer Estep

Spider's Bite (Elemental Assassin, #1)

My rating: 2 of 5 stars


Ga selesai baca buku ini. Makin lama makin tidak suka dengan Gin Blanco a.k.a Spider si pembunuh bayaran.

Tema cerita cukup menarik, mengenai salah satu kontrak kerja Gin yang berbalik membakar dirinya sendiri. Dijebak oleh sekolompok orang yang bersekongkol untuk meruntuhkan kekuasaan Mab Monroe, si ratu kejahatan yang mengusai kota Ashland. Gin ditawari kontrak sebesar 5jt dollar untuk membunuh Gordon Giles, kepala akuntan di perusahaan Halo yang dimiliki oleh Mab Monroe. Gordon dituduh mencuri uang perusahaan dan perusahaan kemudian berniat untuk menyingkirkan Gordon.

Tetapi pada saat melaksanakan misinya Gin ternyata juga diincar oleh pembunuh bayaran lain yang kemudian mengungkapkan bahwa Gin telah dijebak, dan sebenarnya Gordon bukanlah orang yang menyelewengkan uang perusahaan. Saat lolos dari usaha pembunuhan tersebut Gin kembali pulang ke restoran tempat perantara kerjanya tinggal.

Fletcher, si perantara yang juga mentornya ternyata telah mati secara mengenaskan. Gin bersumpah untuk membalas kematian Fletcher yang telah dianggapnya sebagai orangtuanya sendiri. Dan dalam pencariannya untuk membalas dendam ini Gin kemudian bekerjasama dengan Donovan Caine, polisi yang paling terkenal kejujurannya di Ashland City. Kerjasama ini diwarnai dengan daya tarik diantara mereka berdua. Tapi Caine sedikit merasa ragu karena profesi Gin sebagai assassin bertentangan dengan moralitasnya.

Sampai 85% saya baca buku ini belum ada adegan “menarik” antara Gin dan Caine kecuali ciuman panas di klub malam MySpace.
Haaaaahhhh..... salah satu alasan gw brenti baca buku ini MySpace. Wakakakakakakaka.....

Tapi alasan sebenarnya ga selesai baca buku ini karena sifat Gin yang ga ada kompromi, langsung bunuh (ga pake hajar2 dulu), bunuh duluan tanya belakangan (kapan dapat infonya!) terus juga yang merasa ga ada yang salah dengan pekerjaannya sebagai pembunuh, yang bikin gw bertanya-tanya apa bedanya Gin dengan tokoh antagonis di buku ini? Gin mencari pembunuh yang membunuh Fletcher, sedangkan si pembunuh yang sebenarnya merangkai semua drama ini dengan tujuan membunuh Mab Monroe yang telah membunuh ayahnya. Setiap orang yang menghalangi disingkirkan, begitu juga dengan Gin.

Jadi... apa beda Gin dengan si pembunuh?

Dan juga tidak ada sedikitpun humanity atau emphaty dalam diri Gin. Apalagi setelah gw intip2 buku 2 dimana Caine memutuskan untuk pindah kota dan tidak berhubungan lagi Gin. Caine dengan moralitasnya yang tinggi merasa berbenturan dengan sifat Gin yang tidak pandang bulu (walaupun di buku 2 Gin sudah pensiun jadi assassin). Hal ini dibuktikan dengan Caine yang membiarkan Gin membunuh seseorang yang menurut Caine tidak layak dibunuh, dan Caine membiarkan saja. Hal ini membuat Caine memandang ulang hubungannya dengan Gin. Apakah ia tetap menjadi manusia yang sama tanpa moralitasnya? Apakah ia masih bisa menghormati dirinya yang seperti itu?

Keputusan Caine ini disambut Gin dengan sangat buruk. Ia merasa Caine pengecut dan tidak cukup kuat menerima dirinya yang mantan pembunuh. Dan untuk itu ia memandang rendah Caine. Sedangkan gw setuju dengan keputusan Caine yang memilih untuk meninggalkan sebuah hubungan yang dapat merubah dirinya menjadi orang yang kelak akan dibencinya.

Oh ya, yang paling penting semua acara bunuh-bunuhan ini tidak akan ada kalo Gordon Giles si kepala akuntan langsung menemui Mab Monroe dan menunjukkan data2 terjadinya penyelewengan diperusahaan. Kalo berdasarkan deskripsi Mab Monroe dibuku ini, dia tidak akan segan-segan membantai semua pihak yang merugikannya. Dan hal itu bisa dilakukannya secara terang2an karena ia merupakan ratu tidak sah di kota tersebut.

Tapiiiii.. kalo hal itu dilakukan, cerita ini tidak akan ada toh??? MySpace




Friday, September 2, 2011

One Grave at a Time by Jeaniene Frost

One Grave at a Time (Night Huntress, #6)

My rating: 3 of 5 stars


masih tetap menarik. kayaknya pesona Bones ga bakal pudar deh. tapiiiii.... ada yang kurang deh dari buku ini. adegan 'ehem ehemnya' ga semembara di buku sebelumnya. hihihihihihi....

terus sepertinya Frost sudah meletakkan pondasi cerita untuk buku berikutnya (menurut saya ;D) yaitu si Mr. Madigan (kalo ga salah) yang menggantikan Don sebagai bos di kantor lama Cat dan memiliki prasangka terhadap semua yang ga termasuk ras manusia. Terus Tate dijadikan junior officer. wuihhhh bikin Cat marah besar.

Ian dengan perilaku badboy-nya masih tetap menarik. kok sepertinya ada arah Ian bakal jadian sama Justina (a.k.a Cat's Mom) ya? hihihihi, secara Ian nepuk pantat Justina...

oh ya, tokoh yang paling menarik dibuku ini adalah Tyler, si cenayang gay yang langsung ngiler ngeliat Bones, Spades dan Ian MySpace

btw, lagi males bikin ringkasan ceritanya, jadi copas yang ada aja ya :)



Having narrowly averted an (under)world war, Cat Crawfield wants nothing more than a little downtime with her vampire husband, Bones. Unfortunately, her gift from New Orleans' voodoo queen just keeps on giving--leading to a personal favor that sends them into battle once again, this time against a villainous spirit.

Centuries ago, Heinrich Kramer was a witch hunter. Now, every All Hallows Eve, he takes physical form to torture innocent women before burning them alive. This year, however, a determined Cat and Bones must risk all to send him back to the other side of eternity--forever. But how do you kill a killer who's already long dead?


oh ya, si Kramer ini punya lagak sok yang cukup menarik buat dibaca. buat dia woman is a devil spawn, tapi tetap napsu ngintipnya. hihihihi...

Saturday, July 23, 2011

Night Play by Sherrilyn Kenyon

Night Play (Dark-Hunter, #5) (Were-Hunter, #2)Night Play (Dark-Hunter, #5) by Sherrilyn Kenyon

My rating: 4 of 5 stars


suka banget buku yang ini coz Bride punya ukuran tubuh sixteen! hihihihihihi....
^melirik tubuh sendiri^

Vane Kattalakis, were-henter yang diusir dari kelompoknya, bertemu kembali dengan Bride, perempuan yang menarik hatinya saat ia sedang menjaga Sunshine (pasangannya Talon). Bride yang sedang menangis di tokonya karena diputuskan oleh kekasih yang sudah berhubungan dengan selama tahun merasa sangat rendah diri. karena ia tahu alasan utama kekasihnya itu memutuskannya adalah karena ukuran tubuhnya yang kurang ideal. semua jenis diet yang dilaksanakan Bride (sesuai anjuran mantannya itu) tidak ada yang berhasil.

Vane yang melihat Bride menangis langsung masuk toko untuk menghibur. satu hal berlanjut dengan hal lainnya sampai kemudian mereka mengetahui kalau mereka ternyata ditakdirkan untuk berpasangan, dengan munculnya tanda pasangan ditelapak tangan masing-masing setelah mereka bercinta.

Vane hanya punya waktu 3 minggu untuk menyakinkan Bride agar mau menerima jadi pasangan dan menjalani ritual pasangan. apabila setelah 3 minggu itu Bride menolak untuk jadi pasangan Vane maka Vane akan impotent selama pasangannya itu hidup. hihihihihi... gawat juga nih...

selain berusaha meyakinkan Bride untuk menjadi pasangannya Vane juga dikejar-kejar oleh ayah yang membencinya dan ibu yang juga tidak kalah menolaknya. ayah dan ibunya ini saling membenci karena si ibu diperkosa oleh si ayah dan ternyata kemudian nasib menjadikan mereka berpasangan. tapi Ibu Vane menolak menjalani ritual pasangan sehingga ayah Vane jadi impotent selama beberapa ratus tahun belakangan. (pantesan jadi pemarah banget!)

nah gimana Bride yang lagi ga PD ini menjalin hubungan dengan Vane yang (kalau digambarkan dibuku) luar biasa ganteng? belum lagi Vane yang masih ragu-ragu untuk melibatkan Bride dalam dunianya yang lebih keras dan kejam.

yang juga paling aku suka dari buku ini adalah persahabatan Bride dan Tabitha. berteman dari kecil, mereka berdua saling mendukung dan menghibur. Tahu kalau Bride sedang patah hati Tabitha langsung datang nyamperin bawa makanan, minuman dan film untuk menghibur sahabatnya. belum lagi saat tahu Bride sedang berhubungan dengan Vane, Tabitha langsung deh pasang mode perlindungan agar sahabatnya tidak lagi disakiti.

dari seri Dark Hunter, ini termasuk buku yang saya sukai sesudah Acheron...




Sunday, July 10, 2011

Moon Called by Patricia Briggs

Moon Called (Mercedes Thompson, #1)Moon Called by Patricia Briggs

My rating: 2 of 5 stars


Serigala mengaum???

Seumur hidup ini pertamakalinya aku membaca serigala mengaum. Apalagi kata ini tidak hanya satu dua kali saja di tampilkan dibuku. Tapi berulang-ulang. Ada juga adegan saat si serigala digaruk dibelakang telinganya dan dia “mengaum” senang???

Saking penasarannya, aku download ebooknya buat nyari tau kata apa yang diterjemahkan jadi mengaum oleh si penerjemah. Ternyata kata “growl” diterjemahkan jadi mengaum. Saking ga percaya diri dengan bahasa inggrisku, terpaksa buka kamus buat nyari arti growl. Sesuai dugaan ternyata artinya menggeram. Ga tau deh kenapa di penerjemah nyampe ke kata mengaum.

Tapi secara keseluruhan 90% terjemahannya cukup baik dan lumayan enak dibaca sedangkan yang 10% lagi bikin garuk-garuk kepala (Demi Pete, Bob!, ngakak deh baca terjemahan yang ini).

Buku ini bercerita mengenai Mercedes, keturunan dukun Indian yang memiliki kemampuan berubah wujud menjadi Coyote. Mercy tinggal di sudut kota Washington dan memiliki sebuah bengkel mobil. Mantan bos pemilik bengkel sebelumnya ada gremlin, salah satu pelanggannya adalah vampir dan tetangganya adalah seorang alpha werewolf.

Ada suatu hari Mercy kedatangan seorang tamu remaja yang baru saja menjadi werewolf. Mac, si werewolf muda ini melarikan diri dari orang2 yang mengejarnya karena dijadikan percobaan untuk obat2an. Mercy kemudian membawa Mac ketempat Adam (si werewolf alpha) untuk meminta perlindungannya. Pada malam harinya kediaman Adam di serbu dan putrinya, Jessie, diculik. Mercy kemudian membawa Adam yang terluka parah ke kelompok serigala Marrok yang merupakan kelompok werewolf paling berkuasa di Amerika.

Kelompok Marrok yang dipimpin oleh Bran ini merupakan kelompok werewolf yang membesarkan Mercy. Tapi pada usia 16 tahun Mercy diminta meninggalkan kelompok karena kedapatan berhubungan dengan Samuel putra Bran.
Setelah Adam sembuh, Mercy ditemani oleh Samuel sebagai wakil Bram kembali ke Washington untuk menyelidiki penyebab penyerbuan dan penculikian dirumah Adam tadi.

Kisah romance dibuku ini masih belum begitu terasa, apalagi cinta segitiga antara Samuel-Mercy-Adam. Karena dibuku ini komunikasi antara Samuel dengan Mercy lebih banyak terjalin daripada Mercy-Adam. Jadi pada saat penghabisan buku diceritakan Mercy yang pergi berkencan dengan Adam dan sikap Adam yang posesif terhadap Mercy, aku jadi bertanya-tanya. Kapan aja orang berdua ini menjalin hubungan???

Wednesday, June 29, 2011

Halfway to the Grave (The Night Huntress Series #1) by Jeaniene Frost



Jeaniene Frost_Halfway to the Grave (The Night Huntress Series #1)

My Rating      :  5 of 5 stars


Catherine Crawfield sudah berburu vampire sejak berusia 16 tahun. Modus operandi adalah dengan berburu ke klub2 malam yang rajin didatangi para vampire, pura2 mabuk dan memperlihatkan belahan daadnya. Selama 6 tahun caranya ini berhasil menarik para vampire dan dimusnahkanya hingga pada malam ia bertemu dengan Bones.
Bones merupakan vampire yang berprofesi sebagai bounty hunter khusus vampire. Pada malam ia bertemu dengan Cat, ia sedang mengincar seorang vampire yang kemudian dimusnahkan oleh Cat. Mengira Cat adalah utusan yang disuruh untuk membunuhnya, Bones kemudian menahan Cat di guanya dengan maksud diinterogasi.
Bones yang tidak percaya saat Cat mengatakan bahwa ia tidak pernah mengincar dirinya kemudian bermaksud membunuh Cat. Pada saat hendak menghisap habis darah Cat barulah Bones melihat mata Cat yang sudah berubah sehingga menyemburkan sinar kehijauan. Ini merupakan ciri khas yang dimiliki hanya oleh vampire. Setelah interogasi lebih lanjut Bones mengetahui bahwa sebenarnya Cat adalah setengah vampire karena ia adalah hasil dari pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang vampire terhadap ibunya yang manusia.
Setelah kesalahpahaman ini terlewati, Bones kemudian menawarkan kerjasama kepada Cat. Mereka bersama-sama memburu vampire dengan pembagian hasil 20% untuk Cat. Untuk meningkatkan kemampuan Cat, Bones kemudian melatihnya dengan keras.
Dari kebersamaan mereka tumbuh rasa cinta dalam hati masing-masing. Tapi Cat yang sejak kecil ditanami kepercayaan bahwa vampire adalah makhluk iblis berusaha menyangkal perasaannya. Perasaan tidak percaya ini masih tetap menghantuinya walaupun ia kemudian sudah memiliki hubungan khusus dengan Bones.


My Personal Review

Hanya satu kata yang bisa saya ucapkan untuk buku ini. WOW!!!
Tema Fantasi/paranormal bukanlah tema favorit saya. Tapi dari awal membaca buku ini, tidak ada yang bisa membuat saya melepaskan buku ini dari tangan saya (kecuali untuk shalat dan makan tentunya :D)
Cat yang jutek, keras kepala dan pantang kalah kadang bisa bikin kesal. Apalagi kalu udah bikin Bones kesal dengan prejudicenya terhadap vampire. Wuihhh, kesal banget deh. Tapi semangatnya yang menggebu-gebu membuat kita tidak bisa tidak merasa salut kepadanya.
Bones, vampire berumur 240 tahun, mantan pencuri, gigolo dan tahanan ini jatuh cinta kepada Cat sejak Cat menantangnya bertanding bertaruh nyawa untuk kebebasannya.  Kata2nya yang sering mengejek Cat bikin saya jatuh cinta. Apalagi kalu dia udah ngomong pake kata luv, aduuuhhh rasanya melayang deh…
Adegan2 yang dibuat oleh Jeaniene Frost dibuku ini begitu memikat dan kadang bikin geli. Apalagi adegan Cat yang disuruh menemui Winston, si hantu kuburan yang hobi mabuk. Adegan ini bikin saya ngakak habis!!!
Saya rekomen habis agar buku ini dibaca..


The Demon You Know (The Others, #3) by Christine Warren


My rating: 2 of 5 stars


ini buku Fantasi/Paranormal ke8 yang saya baca bulan ini saja! Padahal seumur-umur paling saya baca tipe buku ini hanya 1-2 buku setahun..

Mungkin ini disebabkan karena demam Cat and Bones nih. Hehehehe…

Cerita bermula dari Abby yang memiliki warna mata berbeda (coklat dan biru) dirasuki oleh Daimon bernama Louamides. Punya warna mata berbeda hanya berarti bahwa Abby adalah seorang psychic atau penyihir atau pintu masuk bagi roh2 yang sedang membutuhkan tubuh. Dan ternyata Abby termasuk kedalam tipe ke3.

Lou, daimon yang merasuki abby, sedang dicari2 karena AWOL dari tugas sebagai mata2 yang menyelidiki kegiatan Uzkiel, fiend (bad daimon) yang berniat menguasai dunia.

Rule, dark watch, yang ditugaskan untuk mencari Lou kemudian “mengamankan“ Abby disebuah klub yang dimiliki oleh pasangan Rafe (werejaguar) dan Tess (witch). Abby, si gadis yang dibesarkan secara religius dan rajin ke sekolah minggu ini menolak bekerja sama karena dia masih tidak percaya dengan semua makhluk2 yang mengelilinginya. Tapi semakin lama kedekatannya dengan Rule menimbulkan perasaan istimewa dalam hati Abby. Nah , ceritanya berlanjut dengan mencari cara mengeluarkan Lou dari tubuh Abby dan menyelamatkan Lou dari Uzkiel yang ingin merampas mantra yang diketahui Lou dan dapat menyebabkan kehancuran bumi…



My Personal Review

Buku ini merupakan salah satu rekomendasi dari Eloisa James yang saya baca. Tapi untuk buku yang satu ini saya kurang sependapat dengan Eloisa. Secara keseluruhan menurut saya buku ini membosankan.

Pada bagian awal saya agak lost karena ini buku ketiga dari seri Others yang dibikin si penulis sehingga peristiwa2 yang terjadi pada buku terdahulu dan dibahas pada awal buku ini membuat saya sedikit tidak mengerti. Tapi tak apalah, tidak mempengaruhi ceritapun :D

Dari segi romance antara Abby dan Rule juga tidak istimewa. Malah menurut saya jumlah scene antara Abby dengan Rule sangat sedikit sehingga agak kaget juga tiba2 mereka bisa jatuh cinta . Adegan antara Abby dan Rule lebih banyak dikelilingi dengan tokoh2 lain (ga mungkin ngomong masalah pribadi kan?), dan saat2 mereka hanya berdua biasanya diakhiri dengan ciuman (hanya 2x adegan). Terus habis itu mereka udah jatuh cinta aja. Hmmm….

Bagian yang agak lucu hanya saat Abby bertengkar dengan daimon yang merasukinya. Secara si daimon termasuk tipe cerewet, mesum n banyak ngeluhnya. Malah menurut saya hanya Lou saja yang membuat cerita ini menjadi menarik!