Showing posts with label Sherrilyn Kenyon. Show all posts
Showing posts with label Sherrilyn Kenyon. Show all posts

Tuesday, November 8, 2011

The Guardian by Sherrilyn Kenyon

My rating:4 of 5 stars


Ini buku ke2 tentang dream chaser yang saya baca.

Buku pertama yang saya baca mengenai Xypher dan Simone, yang berlokasi masih di New Orleans dan masih ada kontak dikit dengan para dark hunter dan para were di sanctuary. Jadi latar belakang masih bisa dipahami bener lah.

Jadi waktu baca settingan buku ini di Azmodea saya agak keteteran dikit menghapal para dewa dewi yang terlibat  Walaupun para dream chasernya masih dari Greek Pantheon, karena baru sekali baca dream chaser tetap aja banyak tokoh baru yang mesti diingat.

Buku ini bercerita mengenai Seth, seorang demigod, yang telah menjadi budak Noir dan Azura sejak berumur 13 tahun (sekitar 4500 tahun yang lalu). Noir dan Azura, yang setelah saya baca sepertinya bukan termasuk dewa dewi yang powerfull banget, mendapatkan energinya dari menghisap power Seth dan juga para dewa dewi yang berhasil dijadikannya budak. Entah bagaimana tipu daya yang dilancarkan Noir dan Azura sehingga bisa menangkap para dewa ini. Bahkan Verlyn, the absolute justice God, salah satu dari 6 primal Gods bisa dijadikannya budak. Ck..ck..ck..

Tapi akhirnya tahu siapa yang menjadi bosnya Jaden :)

Seth yang pernah mencoba berontak dan bermaksud kabur dari Noir beberapa ribu tahun yang lalu ini kemudian dihukum dan disiksa sehingga ia sama sekali tidak sadar lagi dengan waktu yang berlalu. Kemudian Noir yang bermaksud menguasai dunia manusia memerintahkan Seth untuk mencari Key of Olympus yang dapat memusnahkan semua dewa-dewi Yunani. Dan kunci diketahui dimiliki oleh Solin, dream god yang kabur dari Yunani untuk menyelamatkan nyawanya.

Seth yang bersumpah tidak ingin merasakan kesakitan dan penderitaan yang ditanggungnya selama ribuan tahun dipenjara Noir bertekad untuk menyelesaikan misi tersebut tanpa ampun. Tetapi setelah berhasil menculik Solin, Seth malah tidak tega menyiksa Solin sesakit ia pernah disiksa dulunya.

Kemudian muncul Lidya, si jackal yang juga bisa mengembara kedunia mimpi karena ibunya adalah seorang Kattagiri dan ayahnya adalah dream god. Kecintaan pada Solin membuat Lidya mendatangi Azmodea untuk menyelamatkan ayahnya, walaupun Solin lama sudah menegaskan pada Lidya untuk kabur kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Tetapi kemudian Lidya ditangkap oleh Seth. Seth mengancam akan membunuh Lidya kalau Solin tidak memberikan Key of Olympus tersebut dan memberikan waktu 3 hari buat Seth untuk membawakan kunci tersebut.

Menjadi tahanan Seth, Lidya yang awalnya agak ngeri kepada Seth malah akhirnya menjadi tertarik. Apalagi kemudian ia mengetahui bahwa Seth yang selalu berada pada kesakitan konstran (karena Noir paling hobi memanggil Seth untuk disiksa, dan Azura selalu memanggil Seth untuk memuaskan kebutuhan ditempat tidur dan selalu melukai Seth) merupakan orang yang paling membutuhkan kasih sayang yang pernah ditemuinya. Tidak ada hari dimana tidak ada luka-luka baru dan lebam ditubuh Seth.

Semenjak kecil Seth sudah ditolak oleh ayahnya Set (dewa yang merupakan anak Ra, dewa matahari Mesir), ditinggalkan di padang pasir untuk mati oleh ibunya (Seth dibawa kepadang pasir, dihancurkan tulang kaki dan lututnya oleh si ibu agar tidak bisa membuntutinya pulang), dikhianati oleh keluarga yang menyelamatkannya dari padang pasir tersebut, sehingga Seth sama sekali tidak mempercayai siapapun dalam hidupnya lagi. Tetapi Lidya yang terus menerus memperlihatkan kelembutan kepada Seth akhirnya membawa kehangatan dalam kehidupan Seth yang sepi dan penuh penderitaan.

perasaan tidak ada satupun tokoh hero dari seri dark hunters ini yang memiliki masalalu menyenangkan. hmmm... mungkin Kyrian kali ya, walaupun akhirnya mati penuh dendam :(

Nah, cerita kemudian berlanjut dengan pencarian dan perebutan Key of Olympus, yang berasal dari sumpah Appollymi, ibunda Acheron (aaaahhhhh... ini satu2nya yang berkaitan dengan Ash dibuku ini!), yang bersumpah untuk membunuh semua dewa dewi Yunani yang telah menyebabkan kematian Ash sewaktu dia masih manusia. Dan sumpah ini ada hubungan dengan para were hunter, dan juga yang menyebabkan Fates bersaudara yang memutuskan para were ini berjodoh dengan siapa, karena takut akan munculnya Key of Olympus ini.

Tapi toh, tetap aja Fates kecolongan. Hehehehe...

Setelah lama bertanya-tanya akhirnya tahu siapa yang menjadi atasan Jaden, si mediator demon yang powerfull itu. Tapi masih penasaran sama Savitar, si mediator para were hunter yang hobi surfing. Ahhhh... kapan ya buku ke2nya keluar????





Saturday, July 23, 2011

Night Play by Sherrilyn Kenyon

Night Play (Dark-Hunter, #5) (Were-Hunter, #2)Night Play (Dark-Hunter, #5) by Sherrilyn Kenyon

My rating: 4 of 5 stars


suka banget buku yang ini coz Bride punya ukuran tubuh sixteen! hihihihihihi....
^melirik tubuh sendiri^

Vane Kattalakis, were-henter yang diusir dari kelompoknya, bertemu kembali dengan Bride, perempuan yang menarik hatinya saat ia sedang menjaga Sunshine (pasangannya Talon). Bride yang sedang menangis di tokonya karena diputuskan oleh kekasih yang sudah berhubungan dengan selama tahun merasa sangat rendah diri. karena ia tahu alasan utama kekasihnya itu memutuskannya adalah karena ukuran tubuhnya yang kurang ideal. semua jenis diet yang dilaksanakan Bride (sesuai anjuran mantannya itu) tidak ada yang berhasil.

Vane yang melihat Bride menangis langsung masuk toko untuk menghibur. satu hal berlanjut dengan hal lainnya sampai kemudian mereka mengetahui kalau mereka ternyata ditakdirkan untuk berpasangan, dengan munculnya tanda pasangan ditelapak tangan masing-masing setelah mereka bercinta.

Vane hanya punya waktu 3 minggu untuk menyakinkan Bride agar mau menerima jadi pasangan dan menjalani ritual pasangan. apabila setelah 3 minggu itu Bride menolak untuk jadi pasangan Vane maka Vane akan impotent selama pasangannya itu hidup. hihihihihi... gawat juga nih...

selain berusaha meyakinkan Bride untuk menjadi pasangannya Vane juga dikejar-kejar oleh ayah yang membencinya dan ibu yang juga tidak kalah menolaknya. ayah dan ibunya ini saling membenci karena si ibu diperkosa oleh si ayah dan ternyata kemudian nasib menjadikan mereka berpasangan. tapi Ibu Vane menolak menjalani ritual pasangan sehingga ayah Vane jadi impotent selama beberapa ratus tahun belakangan. (pantesan jadi pemarah banget!)

nah gimana Bride yang lagi ga PD ini menjalin hubungan dengan Vane yang (kalau digambarkan dibuku) luar biasa ganteng? belum lagi Vane yang masih ragu-ragu untuk melibatkan Bride dalam dunianya yang lebih keras dan kejam.

yang juga paling aku suka dari buku ini adalah persahabatan Bride dan Tabitha. berteman dari kecil, mereka berdua saling mendukung dan menghibur. Tahu kalau Bride sedang patah hati Tabitha langsung datang nyamperin bawa makanan, minuman dan film untuk menghibur sahabatnya. belum lagi saat tahu Bride sedang berhubungan dengan Vane, Tabitha langsung deh pasang mode perlindungan agar sahabatnya tidak lagi disakiti.

dari seri Dark Hunter, ini termasuk buku yang saya sukai sesudah Acheron...




Sunday, July 10, 2011

Acheron (Dark Hunter Series) by Sherrilyn Kenyon


My rating: 4 of 5 stars


Gimana ya rasanya bagi seorang anak dewa keturunan raja dan ratu dewa atlantean yang sejak dalam kandungan sudah diburu untuk dibunuh, terus sama ibunya si anak dititipkan kedalam kandungan ratu manusia dan sejak dilahirkan sebagai manusia dia perlakukan dengan kejam, pada umur 7 tahun disingkirkan dari istana dan dipekerjakan sebagai pelacur oleh pamannya sendiri?

Begitulah nasib Acheron, si ketua Dark Hunter. Sejak dalam kandungan ibunya Apollimy, dewi kehancuran, ia diramalkan akan membawa kehancuran dan kematian bagi para dewa-dewi Atlantean. Ramalan disampaikan oleh 3 Fate bersaudara yang kebetulan adalah saudara seayahnya sendiri. Mati-matian Apollimy berusaha menyelamatkan anaknya dan kemudian memutuskan bahwa anaknya akan lebih selamat apabila berada didunia manusia. Dengan menyegel kekuatan anaknya Apollimy kemudian menitipkan anaknya kedalam kandungan Ratu Didymos.

Dilahirkan dengan mata yang berbeda dari saudara kembarnya Styxx, peramal istana kemudian menyatakan bahwa Acheron bukanlah anak Raja Didymos, melainkan anak dewa. Bahwa apabila Acheron mati maka saudara kembarnya Styxx juga akan mati. Si Ratu dituduh oleh raja berselingkuh dengan dewa dan kemudian diasingkan. Sedangkan Acheron dibesarkan dengan perlakuan yang kasar dari sang raja dan hanya diperhatian oleh kakaknya Rissa.

Pada umur 7 tahun, Acheron dikirim ketempat pamannya Estes yang menjadi duta besar di Atlantis. Selama 9 tahun Rissa tidak pernah bertemu dengan adiknya tersebut dan setiap bertemu dengan pamannya dia selalu mendapatkan jawaban bahwa Acheron diperlakukan dengan baik.

Pada suatu hari Rissa mendapatkan surat tanpa nama yang meminta ia untuk menyelamatkan Acheron. Dengan berpura-pura hendak mengunjungi bibinya di Athena, Rissa kemudian menyelinap mencari adiknya ke Atlantis. Disana ia menemukan realita yang memilukan bahwa adiknya dipekerjakan sebagai pelacur oleh pamannya sendiri dan setiap malam Acheron harus “membayar” untuk makanan, rumah dan perlindungan kepada pamannya dengan cara “menyenangkan” pamannya.

Rissa yang tidak tahan dengan kenyataan ini kemudian membawa lari Acheron dan menyembunyikannya di istana musim panas Didymon. Disana ia berusaha mengembalikan kepercayaan diri Acheron yang hancur, yang merasa bahwa ia tidak pantas berada didekat manusia lain karena statusnya yang rendah. Ia tidak tahan disentuh oleh manusia lain karena itu mengingatkannya akan perlakukan para “pelanggannya” yang kerap menyiksanya.
Pada saat Acheron mulai merasa sebagai manusia kembali, ia kembali ditangkap oleh ayahnya dan dikembalikan ke pamannya di Atlantis. Rissa yang mencoba untuk memberitahukan apa yang terjadi kepada Acheron di Atlantis dianggap pembohong oleh ayahnya.

3 tahun kemudian Estes meninggal, dan Rissa bersama ayahnya kemudian menjemput Acheron ke Atlantis. Disana mereka menemukan Acheron yang sedang melayani pelanggan. Acheron yang ditemukan Rissa kali ini bukan lagi remaja pemalu dan rendah diri, melainkan laki-laki sinis yang sudah lelah dengan dunia dan tidak lagi mempercayai harapan, karena setiap kali ia mencoba memiliki harapan, harapan tersebut akan dihancurkan berkeping-keping.

Acheron kemudian dibawa ke istana Didymos dan diasingkan didalam kamar tanpa boleh keluar. Pada hari pengorbanan Rissa ke Apollo, Acheron ikut menemani dan pada hari itulah ia bertemu dengan Artemis. Jatuh cinta pada sang dewi, Acheron kemudian kembali merasakan kepahitan karena Artemis tidak mau terlihat bersama Acheron. Bahkan pada saat Rissa dan keponakannya mati dan ia dibunuh oleh Apollo, Artemis sama sekali tidak turun tangan karena sebagai virgin goddes ia malu memiliki hubungan dengan pelacur.
Pheeewww.. panjang banget nih reviewnya. Ini baru Part 1 lho... Part 2 nya bersetting jaman sekarang dimana akhirnya Acheron menemukan wanita yang mencintainya apa adanya.

Tapi dari buku ini emang Part 1 yang menarik banget. Rasanya mau nangis deh baca nasih Acheron yang malaaaaaaangggg banget...

Rasanya pengen deh mencekik Estes yang selain menjual keponakannya sendiri, juga ikutan minta jatah. Ugghhhh...!! awas deh kalau ketemu!!

Belum lagi si raja Didymos yang sama sekali ga menyimpan perasaan kasihan pada Acheron yang kembar identik dengan Styxx. Ga pun dibesarkan sebagai pangeran, minimal diperlakukan sedikit manusiawi kek. Secara nyawa Styxx kan juga bergantung pada Acheron. Kalau Acheron mati, Styxx juga mati.

Tapi paling puas kali waktu baca kemarahan dan kepedihan Appolimy saat tahu anaknya meninggal. Hancur deh semuanya. Bukannya hanya dewa-dewi Atlantean yang mati, tapi atlantis pun tenggelam dan Didymos hancur berkeping-keping. Saat menuju Olympus buat membunuh Artemis dan Apollo, si Fate bersaudara, yang kayaknya cemburu banget sama Acheron, kembali bikin perkara. Iiiihhhhhh... kesel banget deh...

Secara keseluruhan ini buku emang bagus banget. Untuk Part 1 aku kasih bintang 5, sedangkan untuk Part 2 aku kasih bintang 3. jadi kalau dirata-rata buku ini jadinya aku kasih bintang 4. hehehehehe....

yuuukkk.. dibaca!