Friday, December 21, 2012

The Rumplestiltskin Problem by Vivian Vande Velde





My rating: 4 of 5 stars


Pernah mendengar cerita mengenai Rumplestlitskin? 

Hmm... saya dulu pernah membacanya di majalah Bobo. Masih teringat gambaran sosok hijau yang menari-nari mengelilingi api unggun dengan huruf-huruf namanya yang melayang-layang diatas kepalanya.

Nah, buat yang belum pernah dengar, akan saya ringkas sedikit dongeng Rumplestiltskin ini.

Once upon a time (semua dongeng dibuku ini dimulai dengan kalimat ini), terdapatlah seorang pemilik penggilingan gandum yang memberitahukan kepada raja bahwa ia memiliki seorang anak gadis yang bisa memintal jerami menjadi emas.

Tentu saja sang raja tertarik. Si putri pemilik penggilingan ini kemudian diboyong (paksa) ke istana dan dikurung di salah satu kamar di istana yang kemudian dipenuhi raja dengan jerami dan sebuah alat pemintal. Ia harus bisa memintal semua jerami itu menjadi emas atau dihukum mati oleh raja.

Tangisan putus asa gadis ini kemudian terdengar oleh Rumplestiltskin yang kemudian menawarkan untuk membantu dengan imbalan. Malam pertama si gadis menyerahkan cincinnya, malam berikutnya adalah seutas kalung. Saat malam ketiga dimana apabila si gadis kembali berhasil mengubah jerami menjadi emas, sang raja berjanji akan menikahinya. Tetapi si gadis tidak memiliki apa-apa lagi untuk ditawarkan kepada Rumplestiltskin. Kemudian Rumplestiltiskin mengajukan syarat bahwa ia bersedia menolong untuk terakhir kalinya asalkan si gadis bersedia menyerahkan anak pertamanya untuk Rumplestiltskins. Apa tujuannya?

Nah dibuku inilah dibahas masalah-masalah tersebut.

Buku ini dimulai dengan berbagai pertanyaan dari si penulis mengenai dongeng yang telah didengarnya sejak kanak-kanak ini. Mengapa si pemilik penggilingan memberitahu raja kalau anaknya bisa mengubah jerami menjadi emas? Mengapa si gadis bersedia menikah dengan raja padahal tiap hari diancam kematian? Apa alasan Rumplestiltskin meminta anak pertama gadis tersebut?

Di buku ini si penulis menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sesuai dengan imajinasinya tentu saja :)

Ada 6 cerita dengan berbagai sudut pandang mengenai Rumplestiltskin ini. Dari 6 cerita ini ada 3 yang saya sukai, yaitu : Straw Into Gold, The domovoi dan As Good As Gold.


 1.      Straw Into Gold

Tersebutlah seorang gadis bernama Della  yang sedang dirundung malang karena pabrik penggilingan mereka terbakar habis. Tidak ada satupun harta benda mereka yang tersisa. Untuk mengakali nasib mereka ini, sang ayah kemudian memiliki rencana. Ia bermaksud menipu orang-orang kaya yang mereka temui dan mengobral cerita kosong bahwa dengan bayaran 3 emas, putrinya Della akan mengubah jerami menjadi emas.

Memang malang tidak bisa ditolak, kereta pertama yang lewat adalah kereta Raja. Della kemudian dibawa ke istana untuk membuktikan ucapannya.

Pada malam pertama tangisan Della yang menyayat ternyata menembus dunia lain yang paralel dengan dunia Della. Dan muncullah Rumplestiltskin si elf.Elf tampan dan baik hati ini kemudian membantu Della menyulap semua jerami menjadi emas. Pada malam ketiga Della ingin membalas kebaikan Rumplestiltskins tapi si elf tidak mau menerima barang-barang yang bukan milik pribadi Della. Akhirnya di sepakati bahwa Della akan memberikan anak pertamanya.

Bagi Rumplestiltskin yang sudah jatuh hari kepada Della dan hanya berharap Della bahagia menikah dengan raja, janji ini hanyalah sebuah syarat yang sama sekali tidak akan dituntutnya.
Tetapi ketika Della kembali dalam kesulitan, bisakah ia lepas tangan sama sekali?

Saya suka sekali cerita yang ini. Romantis!

Penggambaran Della sebagai gadis yang lemah lembut dan Rumplestiltskin yang sangat berbeda dengan yang biasa kita baca menambah kenikmatan saya membaca. Apalagi ketika Della menyadari bahwa tidak selalu semua yang terlihat seperti emas adalah emas, dan yang jerami adalah jerami.


2.      The Domovoi

Pada cerita ini Rumplestiltskin adalah sesosok makhluk yang disebut domovoi yang tinggal dibawah istana raja. Tugasnya adalah menjaga agar para penghuni istana selama aman dan bahagia.

Plot utama ceritanya jelas hampir sama dengan dongeng yang biasa. Tapi disini si gadis pemintal jerami yang bernama Katya digambarkan sebagai sosok yang yang egois dan selalu berpikiran buruk kepada orang lain. Sangat cocok berjodoh dengan raja yang sama egoisnya. 

Nasib Rumplestiltskin di buku digambarkan sangat menyedihkan karena sifatnya yang baik hati selalu ditanggapi negatif oleh Katya dan Raja.


3.      As Good as Gold

Ini cerita paling lucu dari keenam cerita di buku ini.

Raja Gregory yang masih muda, tampan dan belum menikah diburu-buru oleh para mama dan makcomblang untuk dinikah dengan putri-putri mereka. Tidak ketinggalan si pemilik penggilingan yang percaya putrinya sangat cocok untuk menjadi ratu negeri ini. Setelah berbagai usaha yang gagal untuk  meyakinkan raja agar menikahi putrinya, akhirnya si pemilik penggilingan mengutus putrinya langsung ke istana.

Dengan dalih telah berjalan kaki berhari-hari agar bisa sampai di istana, Carleen, si putri pemilik penggilingan akhirnya beehasil masuk istana. Dengan gaya genit dan dibuat-buat Carleen membututi raja kemanapun ia pergi. Sungguh disayangkan saat raja hendak mengusir Carleen dari istananya, jembatan yang menuju ke rumah Carleen runtuh karena hujan lebat. Terpaksalah Raja Gregory menanggung keberadaan Carleen selama beberapa hari lagi.

Carleen yang kepedean ini semakin bertingkah bahkan sampai-sampai ikut campur dengan urusan istana. Agar Raja mau menikahinya, ia mengarang cerita bahwa seorang laki-laki tua mengancam akan membunuhnya bila Raja tidak menikahinya. Dan itu bisa membuat nama baik raja menjadi jatuh di mata rakyatnya.

Setelah memutar otaknya, sang raja akhirnya berhasil menyingkirkan Carleen dari istana dan kerajaannya.

Hmm... membaca cerita yang ini mengingatkan saya kepada novel-novel historical romance yang jadi santapan wajib saya. Jadi teringat perilaku para debutante yang berusaha menjerat para bangsawan agar mau menikahi mereka.

Pertanyaannya adalah, dimanakah peranan Rumplestiltskin di cerita ini? Untuk mengetahui jawabannya, ya silakan dibaca saja bukunya ;)



No comments:

Post a Comment