Thursday, April 19, 2018

The Woman In The Woods by John Connolly





Judul                    : The Woman In The Woods
Seri                      : Charlie Parker #16
Pengarang           : John Connolly
Penerbit               :
Tahun                   : 2018
ISBN /ASIN        : B073B62LHZ
Halaman              :496
Rating                  : 4 of 5 stars


The new thrilling installment of John Connolly's popular Charlie Parker series.


Charlie Parker aids the police when a buried, semi-mummified body of a woman is discovered. She apparently died of childbirth. Parker has to find out who she was and what happened to the child.



Selama musim dingin ini hari-hari Charlie Parker cukup senggang. Tidak ada kasus besar yang ditanganinya. Dan ketika pengacaranya, Moxie Cantin, menghubungi Charlie mengenai penemuan jenazah seorang wanita di sebuah hutan, Charlie masih menganggap kasus ini sebagai kasus biasa saja.

Satu jenazah ditemukan di hutan setelah terjadi badai yang merobohkan pohon yang menyembunyikan makam jenazah tersebut. Jenazah tersebut adalah jenazah seorang wanita berumur duapuluhan yang, setelah dilakukan otopsi, meninggal setelah melahirkan. Yang menjadi pertanyaan semua orang sekarang ini adalah apakah bayi yang dilahirkan oleh wanita tersebut masih hidup atau sudah meninggal. Dan siapakah yang menguburkan wanita tersebut?

Charlie Parker kemudian berusaha menyusuri jejak kehidupan wanita yang ditemukan di hutan tersebut. Sedikit demi sedikit ia menemukan benang merah yang menghubungkan wanita tersebut dengan orang-orang yang aktif menolong para wanita yang mengalami kekerasan. Hanya sayangnya, orang-orang yang ditemukan Charlie tersebut ternyata sudah meninggal atau menghilang tiba-tiba.

Ada orang lain yang mengejar wanita tersebut. Yang menginginkan sesuatu yang dicuri wanita itu dari suaminya ketika ia kabur dari rumahnya. Charlie berpacu dengan waktu untuk menemukan identitas wanita tersebut dan identitas orang-orang yang membawa anak yang dilahirkan wanita tersebut.


The Woman in The Woods adalah buku keenam belas dari seri Charlie Parker yang ditulis oleh John Connolly. Seri ini adalah salah satu seri yang saya tunggu-tunggu terbitnya setiap tahun. Dan buku ini masih sama bagusnya dengan buku-buku lain dalam seri ini.

Kisah The Woman In The Woods ini masih ada kaitan dengan kisah para dewa-dewa yang hendak dibangkitkan di buku-buku terdahulu. Kali ini yang akan dibangkitkan adalah The Not God yang dipercaya akan bertempur dengan para The Old God dan pada akhirnya akan membangunkan The Buried God.

Bingung?

Untuk kasus para dewa ini memang seharusnya seri ini dibaca dari awal. Karena John Connolly memberikan petunjuk sedikit demi sedikit tentang para dewa ini dalam setiap bukunya. Malah seingat saya, keberadaan Charlie Parker sejak ia dilahirkan adalah untuk memerangi para dewa ini. (Saya lupa-lupa ingat karena sudah beberapa tahun sejak maraton membaca seri ini. Dan kemudian dilanjutkan dengan menunggu seri ini terbit sekali setahun).

Sementara untuk kasus jenazah wanita yang ditemukan di hutan bisa dinikmati tanpa perlu membaca buku-buku sebelumnya, karena berdiri sendiri. Dan kasus wanita ini membawa Charlie menuju jaringan bawah tanah yang berusaha membantu para wanita yang mengalami kekerasan ekstrem. Walaupun sebenarnya pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat penampungan bagi para wanita ini, tetapi ada beberapa kasus dimana para wanita ini terancam bahaya sehingga tidak bisa melapor ke polisi karena takut meninggalkan jejak yang bisa menemukan keberadaan mereka. Disinilah para sukarelawan tersebut beraksi. Mereka menyediakan rumah mereka sebagai tempat persembunyian dan kemudian membawa para wanita tersebut menuju persembunyian lain sehingga akhirnya mereka bisa menghilang tanpa jejak.

Dan seperti itulah Karis Lamb, wanita yang ditemukan di hutan tersebut melarikan diri dari suaminya. Pada akhirnya Charlie menemukan bahwa Karis Lamb dikejar bukan karena ia melarikan diri dari suaminya, atau melarikan anak yang sedang dikandungnya, melainkan karena mencuri harta berharga yang sudah dicari-cari suaminya selama bertahun-tahun. Sebuah buku dongeng yang menyimpan sebuah benda berharga yang dapat mereset kembali dunia dan menghancurkan dunia yang ada sekarang ini.

Selain itu masih ada kasus yang dipicu oleh Louis yang sedang tidak stabil karena takut kehilangan Angel yang baru selesai dioperasi setelah diketahui ada tumor di perutnya. Pasangan Louis dan Angel ini terasa pincang jika hanya salah satu saja yang muncul. Saya harap di buku selanjutnya Angel sudah sehat kembali sehingga bisa ikut beraksi bersama Charlie dan Louis.

Dari segi horor, John Connolly masih tetap rajanya. Penggambaran tentang ilustrasi-ilustrasi di buku dongeng Grimms yang ditemukan cukup membuat saya nggak nyaman (apalagi membacanya saat jam 11an malam). Juga tentang bagaimana ada esensi si wanita hutan yang masih tertinggal di makamnya, yang ingin bersatu kembali dengan putranya.

Walaupun menyukai Samantha dan Jennifer, putri-putri Charlie yang masih hidup dan yang sudah meninggal, mereka berdua masih tetap terasa creepy bagi saya. Sam dan Jennifer merupakan salah satu unsur yang saya sukai di seri Charlie Parker ini. Dan saya cukup kecewa karena dibuku ini mereka tidak terlalu banyak keluar.

Yang membuat saya gregetan juga adalah kisah para dewa yang kasusnya berjalan sangaaaat lambat… Sudah enambelas buku di seri ini dan rasanya pengetahuan tentang para dewa ini masih begitu-begitu saja. Dan saya masih belum tahu siapa ayah Charlie Parker yang sesungguhnya, yang membuat Charlie harus menerima takdir untuk menyelamatkan dunia ini. (Apa jawabannya ada di buku 9-11 yang saya skip bacanya?)

Bagi penggemar novel mistery dan horor, seri ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.

Nah, sekarang saya mesti bersabar menunggu setahun lagi untuk bisa bertemu kembali dengan Charlie Parker dan kawan-kawannya…

Selama menunggu, mungkin sudah waktunya saya maraton seri detektif Harry Bosch karya Michael Connelly, yang buku pertamanya Black Echo (baca: review Black Echo - Michael Connelly) sudah saya baca beberapa tahun yang lalu…

Buku pertama dari seri Charlie Parker ini berjudul Every Dead Thing  (Orang-Orang Mati) dan reviewnya bisa dibaca di sini

Thursday, March 15, 2018

Heukgisa (Black Knight: The Man Who Guards Me)




Judul                     : Heukgisa (Black Knight: The Man Who Guards Me)
Genre                   : Romance, fantasy
Tahun                   : 2017 - 2018
Episode                : 20
Pemain                 : Kim Rae Won, Shin Se Kyung, Seo Ji Hye, Jang Mi Hee, dll
Rating                  : 3 of 5 stars




A man risks fate for a woman he loves.

Soo-Ho (Kim Rae-Won) is a successful businessman who lives abroad. Those that oppose Soo-Ho always seem to suffer misfortune. He decides to go to South Korea find Hae-Ra (Shin Se-Kyung), but first he goes to Slovenia.

Meanwhile in Seoul, Hae-Ra works at a travel agency, but she has never had a chance to travel abroad. She had a happy childhood until her parentsdied. Her life has been miserable ever since. She thinks back to a purple cashmere coat that her parents ordered for her as a Christmas present, but she could not pick up because of their demise. She decides to go to Sharon's Boutique and look for that coat in hopes of changing her fortune. After meeting Sharon (Seo Ji-Hye) at the boutique, she opens her eyes and finds her purple cashmere coat. Afterwards, people who give her a hard time suffer misfortune. She goes to Slovenia and meets Soo-Ho. Their fate has been intertwined since their past lives.




Sejak orangtuanya mengalami kebangkrutan dan akhirnya meninggal, Jung Hae Ra hidup dalam kesusahan. Padahal sebelumnya ia dibesarkan bak putri raja. Tetapi Hae Ra tetap bertahan dalam kesulitan hidupnya tersebut. Hingga suatu hari ia mendapati bahwa pacar impiannya sebenarnya adalah seorang penipu, dan bibinya menghabiskan uang mereka untuk membeli rumah yang ternyata tidak bisa mereka gunakan.

Jung Hae Ra nekad, ia menelan obat-obatan untuk bunuh diri. Sesaat sebelum kesadarannya menghilang, Hae Ra teringat bahwa sebelum kejatuhan keluarganya ia pernah memesan sebuah mantel cantik yang tidak pernah dijemputnya hingga hari ini. Dalam pikiran Hae Ra seandainya ia memiliki mantel tersebut hidupnya mungkin tidak akan sesukar saat ini.

Ketika kesadarannya kembali, Hae Ra menelusuri jalan-jalan yang bisa membawanya kembali ke butik tempat ia memesan mantel tersebut. Dan ketika Hae Ra mendapatkan mantel tersebut hidupnya kemudian menjadi berubah. Ia akhirnya bisa pergi ke luar negeri seperti yang selama ini diimpikannya, dan juga menemukan seorang ksatria hitam yang kemudian menjaga dan melindunginya.

Tetapi, bisakah ia mempercayai kalau hidupnya akan terus sempurna seperti ini? Hae Ra percaya bahwa tidak ada yang gratis di dunia ia, dan ia bertanya-tanya berapa harga yang harus dibayarkan untuk semua kebahagiaan yang ia peroleh saat ini.

Sunday, January 28, 2018

Silent Separation by Gu Man






Judul                  : Silent Separation
Pengarang          : Gu Man
Tahun                 : 2007
Rating                 : 5 of 5 stars



A young love leads to a lifetime of entanglements. Zhao Mo Sheng is a university student with a sunny disposition. The bright and cheerful Mo Sheng fell in love at first sight with He Yi Chen, one of the top students from the Law Faculty. However, his poor communication skill makes her depart sadly for overseas. Seven years later, Zhao Mo Sheng returned home and spotted him immediately in a crowded supermarket...


 
Sudah tujuh tahun berlalu sejak terakhir Zhao Mo Sheng bertemu dengan He Yi Chen. Dan pertemuan terakhir itu juga meninggalkan luka yang dalam bagi Mo Sheng karena pria yang dicintainya itu tiba-tiba memutuskan hubungan mereka. Mo Sheng pun juga mendadak dikirim ayahnya ke Amerika sehingga ia tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang dikenalnya.

Dan sekarang, saat Mo Sheng baru saja kembali dari Amerika, orang dari masa lalu yang pertama di temui adalah He Yi Chen. Itupun juga bukan sebuah kesengajaan karena mereka bertemu si sebuah supermarket. He Yi Chen sedang bersama He Yi Mei, gadis yang selalu disangka orang sebagai adik perempuan Yi Chen padahal sebenarnya mereka berdua tidak memiliki hubungan darah. Kedua orang itu berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Mo Sheng.

Mo Sheng ingat sekali dengan Yi Mei karena terakhir kali ia bertemu gadis itu Yi Mei memproklamirkan kepada Mo Sheng bahwa ia juga mencintai Yi Chen dan akan bersaing secara terbuka dengan Mo Sheng.

Semenjak pertemuan tak disengaja itu, beberapa kali Mo Sheng kembali ke supermarket tersebut dengan harapan bisa bertemu Yi Chen lagi. Harapannya tidak terkabulkan hingga sebulan kemudian ketika satpam supermarket tersebut memanggil Mo Sheng dan menyerahkan sebuah dompet kepada gadis itu. Tidak ada tanda pengenal apa pun didalam dompet tersebut, kecuali sebuah foto lama seorang gadis muda yang tersenyum dengan bebas.

Mo Sheng terkejut karena gadis di foto itu adalah dirinya sendiri saat masih kuliah dulu. Ketika membalik foto tersebut ia melihat sebuah tulisan “My Sunshine” tercetak di belakang foto. Mo Sheng sangat mengenal gaya tulisan tersebut.

Mo Sheng pun kemudian menitipkan dompet Yi Chen (minus foto dirinya) tersebut ke resepsionis di firma hukum tempat Yi Chen bekerja. Tak disangka, Yi Chen mendatangi Mo Sheng ke tempat kerja gadis itu dan menuntut Mo Sheng mengembalikan foto tersebut. Mo Sheng merasa heran, kenapa Yi Chen terlihat begitu membencinya dan kenapa pula semua orang menuduh Mo Sheng mencampakkan Yi Chen padahal sebenarnya lelaki itulah yang memutuskan hubungan mereka?

Dan setelah mereka kembali bersama bisakah Yi Chen menerima masa lalu Mo Sheng? Karena dalam tujuh tahun perpisahan mereka ada banyak yang terjadi kepada Mo Sheng. Dan dalam masa lalu tersebut ada orang lain yang terlibat, yang juga sempat memiliki hak atas diri Mo Sheng.

The Left Ear by Rao Xueman




Judul               : The Left Ear
Pengarang      : Rao Xueman 
Penerbit          : Yilin Press
Tahun              : 2015
ISBN               : 9787544751933
Halaman         : 230
Rating             : 5 of 5 stars



There is something wrong with my left ear and if someone talks on my left side, I cannot hear. However, I suddenly have a crush on Xu Yi while he is attracted by the flirting girl Bala who wears green eye shadows. Brokenheartedly, I come across Bala by chance and we become friends. At the same time, I know about Bala's beloved boyfriend—Zhang Yang. After that, Bala dies in an accident. I become Xu Yi's girlfriend, but we break up eventually. Zhang Yang, because of the death of Bala, still cannot start his new life.



WARNING: SPOILER!

Selama tujuh belas tahun hidupnya, Li Er adalah seorang gadis yang bahagia. Sejak lahir Li Er memiliki masalah pendengaran di telinga kirinya. Pada hari-hari biasa ia sangat sulit mendengar dengan telinga kirinya tersebut, hanya suara samar dan kadang butuh diteriakkan dengan untuk bisa didengar Li Er di telinga kirinya tersebut. Dan bila ia sedang stres atau emosional, telinganya bisa dibilang tuli total. Walaupun memiliki cacat di telinga kirinya tetapi ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Pada umur tujuh belas tahun, Li Er jatuh cinta. Pemuda yang ditaksirnya adalah Xu Yi, bocah emas di sekolahnya. Tampan, kaya, pintar dan juga ramah dengan masa depan yang cerah. Dari kejauhan Li Er memupuk rasa cintanya tanpa berani maju untuk mendekati pujaan hatinya.

Hingga suatu hari seorang gadis dari sekolah lain datang mengejar Xu Yi

Gadis itu bernama Li Bala. Ia gadis yang cukup terkenal di kota kecil mereka. Terkenal karena perangainya yang buruk dan sering disebut-sebut sebagai cewek nakal. Pengejaran Li Bala yang tak kenal lelah berhasil membuat Xu Yi jatuh cinta kepadanya.

Li Er pun penasaran. Apakah seperti itu gadis yang disukai oleh Xu Yi?

Ketika memasuki sebuah kedai mi, Li Er melihat Bala sedang duduk disebuah meja. Dengan berani ia duduk dihadapan Bala, yang membuat Bala cukup terkejut. Tidak banyak orang yang berani berhadapan dengannya. Dengan niat membully Bala mencuri cilantro dari mangkok mi Li Er. Bukannya pindah ke meja lain, Li Er malah menikmati mi-nya dengan tenang. Bahkan meminjamkan payung kepada Bala ketika ia hendak pergi menembus hujan lebat.

Sejak hari itu, Li Er dan Li Bala menjadi teman. Little Ear adalah panggilan kesayangan Bala untuk Li Er.

Love O2O by Gu Man





Judul                     : Love O2O
Pengarang            : Gu Man
Penerbit               : Penerbit Haru
Tahun                   : 2017
ISBN                    : 9786026383136
Halaman              : 434
Rating                  : 4 of 5 stars



Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online, adalah sebuah permainan tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao-cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ’dewa’ , tiba-tiba meminta Wei Wei menikahinya.

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?



Lu Wei Wei Wei adalah player peringkat ke enam di sebuah permainan online, dan juga satu-satunya cewek yang berada di peringkat sepuluh besar. Wei Wei baru saja putus dengan suami online-ya. Dan tak lama kemudian si suami menikah lagi dengan player lainnya yang terkenal sebagai player  paling cantik di game online tersebut. Wei Wei lumayan jadi bahan gosip di dunia game online karena datang ke acara pernikahan mantan suaminya tersebut.

Gosip semakin menghangat ketika player nomor satu di server mereka, Yi Xiao Nai He, melamar Wei Wei. Nai He beralasan lamarannya tersebut adalah untuk mengikuti pertandingan pasangan yang akan diselenggarakan. Wei Wei pun setuju. Kapan lagi ia bisa berpasangan dengan pemain handal seperti Nai He?

Pada kehidupan nyatanya nama asli Lu Wei Wei Wei adalah Bei Wei Wei, seorang gadis yang sedang kuliah di jurusan Ilmu Komputer. Ia cantik dan pintar dan juga seorang gamer handal. Sebagai kembang kampus ia termasuk populer (terutama di jurusan Ilmu Komputer yang irit cewek). Wei Wei bersama ketiga teman sekamarnya, Xiao Ling, Si Si dan Er Xi, termasuk ke dalam klub pemuja Xiao Nai.

Xiao Nai adalah senior mereka di jurusan yang sama, yang terkenal akan bakat-bakatnya yang sangat banyak. Ia atlet basket dan renang, jenius di bidang komputer, pintar memainkan alat musik tradisional dan juga sangat tampan. Walaupun bersikap dingin terhadap cewek, Xiao Nai tidak hanya terkenal di kalangan cewek tetapi juga di kalangan cowok. Ia juga memiliki tiga teman sekamar yang konyol dan sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.

Pertemuan darat antara Wei Wei dan suaminya online-nya, Nai He, membawa kejutan tersendiri. Karena ternyata suami online-nya tersebut adalah Xiao Nai. Wei Wei girang luar biasa. Siapa kira nasibnya begitu beruntung karena Xiao Nai tidak hanya memanggil Wei Wei istri di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata.

Semenjak itu dimulailah perjalanan hubungan Wei Wei dan Xiao Nai yang pada tampilan luarnya terlihat begitu tenang padahal sebenarnya memiliki lidah yang begitu tajam.

Monday, December 11, 2017

Heavy Sweetness, Ash-Like Frost by Dian Xian



Judul                     : Heavy Sweetness, Ash-Like Frost
Pengarang           : Dian Xian
Tahun                   :2009
Rating                   : 4 of 5 stars



In the prehistoric times, the 200,000 year of Tian Yuan, the flower deity Zi Fen dies after giving birth to a daughter. Before she passed, she fed her daughter the Unfeeling Pill, ordered her subordinates to keep the girl’s birth story a secret and to imprison her within Shui Jing for ten thousand years. The girl’s name is Jin Mi.

Four thousand years later, the Heavenly Emperor’s second son, the Phoenix Fire Deity was entrapped by someone and mistakenly entered Shui Jing. He was saved by the ignorant Jin Mi. After living together for a hundred years, the Fire Deity gradually developed feelings for Jin Mi. Who would have thought that he would be attracted to Jin Mi?

In between the Heavenly World and the Devil World, there is an immeasurably deep River of Forgetfulness, where the war between the Fire Deity and Night Deity finally erupts.


Cerita bermula pada malam kematian Dewi Bunga. Sebelum meninggal ia melahirkan seorang bayi perempuan yang dinamakannya Jin Mi dan memakankan sebutir ‘Pil Tanpa Perasaan’ kepada bayi tersebut. Pil tersebut akan membuat anaknya tidak bisa merasakan perasan sayang dan cinta. Dan ia meminta ke-24 orang pembantunya berjanji agar tidak membiarkan Jin Mi meninggalkan wilayah bunga selama sepuluh ribu tahun dengan tujuan agar anaknya tersebut jauh dari cinta, yang menurut sang dewi hanya membawa kesengsaraan bagi hidup seseorang. Dan sang Dewi meminta agar kisah kelahiran anaknya ini disembunyikan dan Jiin Mi dibesarkan sebagai peri biasa saja.

Empat ribu tahun berlalu sejak kematian Dewi Bunga. Jin Mi tumbuh menjadi anak yang polos dan ceria yang mempunyai banyak teman dan selalu mengira kalau dirinya hanyalah seorang peri buah rendahan. Ia selalu ingin melihat dunia di luar wilayah bunga. Hanya sayangnya, para Flower Lady yang 24 orang itu selalu mengawasi Jin Mi dengan ketat. Jin Mi hanya bisa berkeliaran di wilayah bunga saja karena setelah melewati batas wilayah bunga ada pelindung kuat yang tidak bisa ditembus dan hanya bisa dihilangkan oleh para Flower Lady.

Hingga suatu hari seekor gagak gosong sekarat jatuh ke tangan Jin Mi. Jin Mi yang terobsesi meningkatkan daya batinnya mengira kalau memakan burung agak itu akan bisa cepat meningkatkan daya batinnya. Tetapiiii, bagaimana kalau si gagak disembuhkan sedikit agar daya batin yang didapatkan Jin Mi bisa lebih besar?

Jin Mi akhirnya meminumkan madu obatnya ke si gagak. Dalam waktu singkat si gagak mulai sembuh dan…. tiba-tiba berubah menjadi seorang laki-laki tampan yang arogan. Tanpa Jin Mi sadari ia ternyata telah menyelamatkan Pangeran Kedua dari kerajaan langit yang wujud aslinya bukanlah gagak tetapi Phoenix!

Sebagai imbalan atas ‘kebaikan’ Jin Mi menyelamatkannya, Xu Feng si Pangeran Kedua memenuhi permintaan Jin Mi untuk membawanya keluar dari wilayah bunga dan membawa Jin Mi ke istananya di kerajaan langit. Selama seratus tahun Jin Mi tinggal di istana Xu Feng dan bekerja sebagai pelayannya. Kepolosan Jin Mi sangat menarik hati Xu Feng dan sering menjahilinya.

Tetapi, ternyata kedatangan Jin Mi ke kerajaan langit membuka kisah masa lalunya. Jin Mi akhirnya tahu kalau ia adalah keturunan Dewi Bunga dan kemudian dibuat pusing saat dua orang dewa masing-masing mengaku kepadanya bahwa mereka adalah ayah kandung Jin Mi. Selain itu, bagaimana reaksi Xu Feng saat tahu kalau sejak lahir sebenarnya Jin Mi sudah dijodohkan dengan orang lain?



Heavy Sweetness, Ash-Like Frost adalah sebuah novel karya Dian Xian yang mengusung genre Xianxia (genre fantasi yang digabungkan dengan historical romance dan biasanya berfokus pada kisah para dewa dewi). Saya emang lagi hobi membaca novel dengan genre ini sejak menonton drama Ten Miles of Peach Blossoms (Baca: Review Ten Miles of Peach Blossom)

Saya tertarik membaca novel ini sejak menonton trailer dramanya yang berjudul sama dan rencananya drama adaptasi dari novel ini akan ditayangkan pada tahun 2018 nanti. Karena trailernya begitu menarik saya putuskan untuk membacanya, dan ternyata saya sangat suka cerita novel ini.

Novel ini memiliki dua bagian yang sangat bertolak belakang. Bagian pertama dipenuhi humor, cinta dan persaingan sementara bagian kedua penuh dengan rasa sakit dan kebencian.

Bagian pertama berisi pertemuan Jin Mi dengan tokoh-tokoh yang membawa banyak pengaruh dalam hidupnya. Ada Xu Feng, si Pangeran Kedua kesayangan Raja Langit, yang membawa Jin Mi keluar dari wilayah bunga, ada Dewa Bulan yang bertekad menjodohkan Jin Mi dengan Xu Feng, ada Ren Yu, Pangeran Pertama kerajaan langit, yang tenang dan lembut dan hampir selalu terlihat sedih, Dewa Air yang memberikan kasih sayang sebagai orangt tua kepada Jin Mi. Ada juga Permaisuri Langit yang sangat membenci Jin Mi atau Sui He yang cemburu kepada Jin Mi karena juga menginginkan Xu Feng.

Setiap orang menggoreskan jejak mereka dalam kehidupan Jin Mi, membuat seratus plus tahun hidup yang dilalui Jin Mi terasa lebih penuh dibandingkan empat ribu tahun hidup di wilayah bunga. Pil Tanpa Perasaan yang ditelannya sewaktu bayi membuat ia tidak tahu apa perasaannya terhadap Xu Feng maupun Ren Yu. Jin Mi menyukai kedua bersaudara beda ibu, tetapi sebagai pembaca kita bisa tahu bahwa Jin Mi lebih memberatkan perhatian kepada satu saudara dibandingkan yang lainnya. Jin Mi juga menjadi kunci dalam tahap akhir perebutan takhta diantara kedua pangeran.

Jin Mi di bagian pertama buku ini sedikit mengingatkan saya akan karakter Xue Shan Shan di novel Boss And Me (Baca: Review Boss And Me). Sama-sama polos, lucu dan benar-benar nggak ngerti apa itu cinta. Hanya saja, novel Heavy Sweetness, Ash-Like Frost ini saya beri satu bintang lebih tinggi karena memiliki konflik yang lebih komplit daripada novel Boss And Me.

Bagian kedua buku ini cukup gelap. Pengkhianatan yang dilakukan Jin Mi membuatnya tersiksa. Apalagi setelah efek Pil Tanpa Perasaan menghilang dari dirinya. Ini bagian yang sangat mengharukan bagi saya, saat Jin Mi yang tak pernah mengenal cinta merasakan kepedihan dalam hatinya. Dengan isakan panik ia mencari hatinya kian kemari. Dan ketika Jin Mi sadar bahwa apa yang ia rasakan kepada salah seorang pangeran itu adalah cinta, semuanya sudah terlambat bagi Jin Mi.


I hurt so greatly that my toes were knotted like I pulled a tendon. I looked at the servant in loss and terror, "Quick! My heart has disappeared! I have lost my heart! Help me find it! Quick! It must be somewhere in the house! You must find it! It's so painful, so painful I could die." I held the empty part of my chest and bunched into a ball.


Jin Mi yang ceria berubah menjadi seorang pemurung dan penyendiri yang tak henti-henti mencari apakah masih ada tersisa serpihan jiwa lelaki yang dicintainya agar bisa dibangkitkan kembali. Ketika sang pangeran bangkit dari kematian dan menaklukkan kerajaan Iblis dan menjadi penguasa barunya, Jin Mi puas walaupun hanya bisa memandang dari jauh. Jin Mi tahu kalau laki-laki itu melihatnya tubuh dan jiwa Jin Mi pasti akan habis dicabik-cabiknya.

Walaupun bagian kedua novel ini lebih tipis dari bagian pertama, tapi bagian ini yang paling bagus bagi saya. Sangat emosional, pahit dan manis saling bercampur seperti cinta dan benci yang tidak bisa dipisahkan.

Kedua orang pangeran di buku ini memiliki kepribadian yang saling bertolak belakang, tetapi keduanya memberikan kesan yang dalam bagi pembaca seperti saya. Xu Feng seorang yang terbuka dan sedikit lady’s man sementara Ren Yu tertutup dan memiliki masa silam yang sedikit menyedihkan. Keduanya sangat mencintai Jin Mi dengan cara mereka masing-masing, hanya saja yang satu adalah seorang mastermind yang akan melakukan apa saja agar Jin Mi bisa berada disampingnya walaupun tahu kalau Jin Mi tidak mencintainya.

Saya sengaja tidak memfokuskan review pada kedua pangeran ini karena mereka berdua adalah tokoh-tokoh protagonis dan antagonis yang sama-sama menarik perhatian saya. Saat Jin Mi memilih salah satu pangeran, saya berharap pangeran yang satu lagi akan mendapatkan happy endingnya sendiri.

Kalau ingin tahu siapa yang dipilih Jin Mi sebagai pasangannya, silakan membaca buku ini :)


Sunday, December 10, 2017

Our Second Master by Twentine





Judul                     : Our Second Master
Pengarang           : Twentine
Rating                   : 5 of 5 stars


What would you say is the most valuable thing in this world?
   
A mountain of gold and silver.

Wrong.

Then what is it?

The return of the prodigal son.



Keluarga Yang memiliki dua orang anak lelaki. Anak pertama bernama Yang Yi Fang (Tuan Pertama) dianggap sebagai anak emas keluarga tersebut. Ia tampan, elegan dan pintar dan sering dibawa-bawa oleh Tuan Yang dalam urusan-urusan bisnisnya. Sedangkan anak kedua, Yang Yi Qi (Tuan Kedua), terkenal sebagai playboy arogan yang senang berhura-hura. Sudah lelah Tuan Yang mengajari anak keduanya ini, tetapi perangainya tidak bisa diubah. Akhirnya Tuan Yang lepas tangan dan Tuan Kedua dibiarkan  begitu saja. Kedua putranya tersebut diberi rumah sendiri-sendiri yang masih berada dalam lingkungan kediaman Tuan Yang.

Karena sifat playboynya, tidak ada satupun pelayan di rumah Tuan Kedua yang belum ‘dicicipinya’. Akibatnya rumah tersebut menjadi kacau balau karena para pelayan saling berebut perhatian Tuan Kedua dan tidak mengerjakan pekerjaan mereka. Akhirnya Nyonya Yang mengirimkan seorang  pelayan dengan rupa yang biasa-biasa saja untuk mengurus kediamanan Tuan Kedua. Mari kita namakan pelayan ini Pelayan M. Karena wajah biasanya, Pelayan M lolos dari perhatian Tuan Kedua. Hanya saja ia sering menjadi sasaran kemarahan Tuan Kedua yang tidak bisa dilampiaskannya kepada para pelayan-pelayan lainnya.

Hidup ibarat roda yang berputar. Begitu juga dengan kehidupan keluarga Yang. Kemalangan silih berganti menimpa keluarga mereka. Tuan Yang meninggal, harta mereka dicuri orang dan Tuan Kedua menjadi cacat. Rumah besar mereka bertukar menjadi sebuah gubuk tua. Semua pelayan dibebaskan, dan Nyonya Yang serta istri Tuan Pertama kembali ke rumah keluarga mereka masing-masing. Tuan Pertama pun juga pergi ke luar kota untuk mencoba memperbaiki perekonomian keluarga mereka.

Yang tinggal hanya Pelayan M yang menolak pergi. Ia terus melayani Tuan Kedua yang sudah kehilangan semangat hidupnya. Bahkan ketika uang pemberian Tuan Pertama hampir habis untuk kebutuhan mereka berdua, Pelayan M yang kemudian mencari nafkah dengan cara menjual bunga.

Suatu peristiwa akhirnya membuat kesadaran Tuan Kedua bangkit. Masih ada orang yang tinggal bersamanya yang perlu dilindunginya. Perlahan-lahan Tuan Kedua bangkit dari keterpurukan dan mengambil alih perekonomian keluarga. Kesuksesan demi kesuksesan mengikuti Tuan Kedua sehingga mereka kembali menjadi kara raya. Mereka kembali tinggal di rumah besar seperti dulu.

Hanya saja, semakin besar rumah mereka semakin banyak pelayan yang dibutuhkan. Pelayan M tidak sanggup membayangkan posisinya akan digantikan oleh para pelayan-pelayan cantik itu. Ia kemudian memutuskan mengundurkan diri dan kembali ke kampung halamannya.


Semenjak Ten Miles of Peach Blossom (Baca: Review Ten Miles of Peach Blossom) saya emang terkena demam C-novels. Sewaktu melayari dunia maya menjadi C-novels yang menarik untuk dibaca saya menemukan cerita ini. Cerita ini adalah sebuah web novel singkat yang bisa kita sebut novella. Hanya terdiri dari tujuh bab. Tetapi bab-bab tersebut sangat menggigit dan berkesan. Ada kesan sendu dari cinta yang terpendam hingga cinta yang harus dilepaskan.

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu dari sudut pandang Pelayan M. Tidak diketahui nama Pelayan M yang sebenarnya. Hanya saja sejak awal bekerja di kediaman Tuan Kedua ia selalu dipanggil Monkey karena wajahnya yang tidak secantik pelayan-pelayan lain. Karena saya nggak enak manggil Pelayan M ini Monkey, akhirnya saya pake inisial aja :)
Pengabdian Pelayan M kepada Tuan Kedua memang tak berbatas. Walaupun dulu sering dikasari ia tetap tidak bisa meninggalkan Tuan Kedua ketika tuannya tersebut mendapatkan kemalangan. Bahkan saat yang diharapkan Tuan Kedua adalah kematian, dengan berani Pelayan M memaksakan obat dan makanan ke mulut tuannya tersebut. Sementara tuannya memakan makanan yang disiapkannya dengan teliti, Pelayan M sendiri hanya memakan tepung campur air di dapur. Tuan Kedua sungguh murka ketika mengetahui kenyataan ini.


"I, Yang Yi Qi, no matter how useless, is not till the extent that I cannot support you."


Perubahan Tuan Kedua sepanjang tujuh bab ini sungguh sangat terasa. Dari manusia arogan yang dibuat bertekuk lutut oleh nasib menjadi seorang pekerja keras yang bisa diandalkan. Kesetiaan Pelayan M sangat menyentuh hatinya. Tuan Kedua bekerja keras agar bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Pelayan M.


"To be treated like a treasure by a useless man, was still useless. So I told myself, I must rise up, become a man standing above men. Even thought I was only half a man now, I had to raise her up."


Sepanjang membaca novel ini, tidak ada ucapan cinta yang diutarakan. Tetapi perasaan kedua manusia ini bisa dirasakan dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Pada musim hujan Pelayan M akan berlari ke apotik untuk membeli obat bagi menghilangkan nyeri di kaki tuannya. Sementara setiap mil yang dilalui Tuan Kedua dalam perjalanannya adalah untuk menjamin kehidupan yang nyaman bagi Pelayan M.

Bagi saya, novella ini ibarat sebuah harta berharga yang tanpa sengaja bersua. Perasaan sesak dan sedih bercampur aduk selama membacanya. Happy ending memang, tetapi perjalanan menuju akhir bahagia ini sangat berat terasa. Sudah beberapa kali saya membaca ulang novella ini dan tetap memberikan kesan yang sama pada saya.

Novella ini sangat saya rekomendasikan bagi pembaca roman. Tipis, menggigit dan sangat berkesan…

Bagi yang ingin membaca novel ini bisa membaca terjemahan Bahasa Inggrisnya di blog One Second Spring.