Sunday, January 28, 2018

Silent Separation by Gu Man






Judul                  : Silent Separation
Pengarang          : Gu Man
Tahun                 : 2007
Rating                 : 5 of 5 stars



A young love leads to a lifetime of entanglements. Zhao Mo Sheng is a university student with a sunny disposition. The bright and cheerful Mo Sheng fell in love at first sight with He Yi Chen, one of the top students from the Law Faculty. However, his poor communication skill makes her depart sadly for overseas. Seven years later, Zhao Mo Sheng returned home and spotted him immediately in a crowded supermarket...


 
Sudah tujuh tahun berlalu sejak terakhir Zhao Mo Sheng bertemu dengan He Yi Chen. Dan pertemuan terakhir itu juga meninggalkan luka yang dalam bagi Mo Sheng karena pria yang dicintainya itu tiba-tiba memutuskan hubungan mereka. Mo Sheng pun juga mendadak dikirim ayahnya ke Amerika sehingga ia tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang dikenalnya.

Dan sekarang, saat Mo Sheng baru saja kembali dari Amerika, orang dari masa lalu yang pertama di temui adalah He Yi Chen. Itupun juga bukan sebuah kesengajaan karena mereka bertemu si sebuah supermarket. He Yi Chen sedang bersama He Yi Mei, gadis yang selalu disangka orang sebagai adik perempuan Yi Chen padahal sebenarnya mereka berdua tidak memiliki hubungan darah. Kedua orang itu berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Mo Sheng.

Mo Sheng ingat sekali dengan Yi Mei karena terakhir kali ia bertemu gadis itu Yi Mei memproklamirkan kepada Mo Sheng bahwa ia juga mencintai Yi Chen dan akan bersaing secara terbuka dengan Mo Sheng.

Semenjak pertemuan tak disengaja itu, beberapa kali Mo Sheng kembali ke supermarket tersebut dengan harapan bisa bertemu Yi Chen lagi. Harapannya tidak terkabulkan hingga sebulan kemudian ketika satpam supermarket tersebut memanggil Mo Sheng dan menyerahkan sebuah dompet kepada gadis itu. Tidak ada tanda pengenal apa pun didalam dompet tersebut, kecuali sebuah foto lama seorang gadis muda yang tersenyum dengan bebas.

Mo Sheng terkejut karena gadis di foto itu adalah dirinya sendiri saat masih kuliah dulu. Ketika membalik foto tersebut ia melihat sebuah tulisan “My Sunshine” tercetak di belakang foto. Mo Sheng sangat mengenal gaya tulisan tersebut.

Mo Sheng pun kemudian menitipkan dompet Yi Chen (minus foto dirinya) tersebut ke resepsionis di firma hukum tempat Yi Chen bekerja. Tak disangka, Yi Chen mendatangi Mo Sheng ke tempat kerja gadis itu dan menuntut Mo Sheng mengembalikan foto tersebut. Mo Sheng merasa heran, kenapa Yi Chen terlihat begitu membencinya dan kenapa pula semua orang menuduh Mo Sheng mencampakkan Yi Chen padahal sebenarnya lelaki itulah yang memutuskan hubungan mereka?

Dan setelah mereka kembali bersama bisakah Yi Chen menerima masa lalu Mo Sheng? Karena dalam tujuh tahun perpisahan mereka ada banyak yang terjadi kepada Mo Sheng. Dan dalam masa lalu tersebut ada orang lain yang terlibat, yang juga sempat memiliki hak atas diri Mo Sheng.


Silent Separation (atau My Sunshine judul drama serinya) adalah karya Gu Man yang ketiga yang saya baca. Buku ini cukup berbeda dari dua buku lainnya (Boss & Me dan Love O2O) yang bergenre komedi romantis dengan konflik yang lebih ringan.

Dari awal kesan sedih sudah mendominasi jalan cerita. Ada kesepian yang kental terasa saat Mo Sheng kembali ke Tiongkok tanpa ada teman atau sanak saudara yang bisa ditemui. Mo Sheng yang ditemui di awal-awal cerita ini seperti selalu diliputi kesedihan, walau kadang aura nakalnya masih bisa terlihat. Berbeda 180 derajat dengan Mo Sheng muda yang bebas dan periang, yang menjadi terkenal di seluruh kampus setelah mengejar-ngejar He Yi Chen tanpa malu untuk dijadikan pacarnya.

Kontras antara Mo Sheng muda dengan yang sekarang begitu jelas terasa. Seolah-olah dalam tujuh tahun perpisahan mereka banyak tragedi yang menimpa Mo Sheng. Hanya satu yang masih sama, yaitu sikapnya yang masih suka gegabah.

Setelah tujuh tahun menunggu, ada kebencian di hati Yi Chen terhadap Mo Sheng. Dulu gadis itu mengejarnya seperti tiada hari esok, dan ketika Yi Chen akhirnya tunduk gadis itu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Hanya karena ada pertengkaran di antara mereka?

Tapi kenapa hanya Mo Sheng yang selalu bisa membuatnya resah dan kehilangan kontrol? Padahal Yi Chen terkenal sebagai pengacara yang dingin dan penuh disiplin.

Saya suka kisah dari kedua masa kehidupan Mo Sheng dan Yi Chen (sebelum dan sesudah perpisahan). Mo Sheng semasa kuliah begitu bebas, riang dan manja. Tidak heran Yi Chen akhirnya jatuh cinta juga kepada Mo Sheng, padahal awalnya ia bertekad tidak akan berpacaran selama masa kuliah. Walaupun Mo Sheng yang gigih mengejar Yi Chen, tetapi Yi Chen yang menyebarkan kabar kepada semua orang kalau Mo Sheng adalah pacarnya. Gadis yang ceroboh itu kadang membuat Yi Chen merasa seperti induk ayam yang sedang menjaga anaknya!

Setelah mereka bertemu kembali kita bisa merasakan perubahan-perubahan pada diri Mo Sheng dan Yi Chen. Mo Sheng tidak seceria dulu, ia banyak diam dan melamun. Seperti ada beban berat yang sedang ditanggungnya. Sementara Yi Chen, walaupun secara sosial ia lebih aktif daripada dulu tetapi perlakukannya kepada Mo Sheng kadang terasa seperti penuh dendam.

Tetapi dalam kebencian itu ada sebuah penungguan. Dan Yi Chen pun kembali kalah. Memang hanya Mo Sheng satu-satunya yang bisa membuat hati Yi Chen yang tandus kembali berbunga.
“You will understand later, if in this world that person once appeared, other people will just be a compromise.” He said, “I do not want to compromise.”

Kesan sedih yang menggayut di awal cerita perlahan-lahan memudar seiring perjalanan kisah Yi Chen dan Mo Sheng. Unsur komedi masih tetap ada, tetapi tidak sekental di dua buku Gu Man lain yang saya baca. Kita bisa melihat karakter Mo Sheng yang perlahan-lahan seperti kembali seperti di masa kuliahnya dulu.

Hubungan keduanya maju mundur sepanjang cerita. Setiap kali Yi Chen memutuskan untuk meminta Mo Sheng kembali padanya, selalu ada fakta-fakta baru yang muncul yang membuat Yi Chen kembali  mundur dengan penuh kecemburuan. Saya paling suka kalau Yi Chen sudah cemburu seperti ini. Karena ia kemudian pasti memikirkan sebuah cara untuk menyingkirkan halangan yang menghadangnya.

Pada kesempatan kedua hubungan mereka ini memang Yi Chen yang aktif mengejar Mo Sheng. Berbeda dengan masa kuliah mereka dulu…

Sudut pandang yang digunakan di cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga. Karena menggunakan sudut pandang orang ketiga saya bisa merasakan apa yang dipikirkan oleh kedua tokoh utama secara berimbang. Dan juga lebih mengerti karakter kedua tokoh yang memiliki sifat berbeda ini.

Pada akhir cerita juga adalah epilog yang menggunakan sudah pandang orang pertama. Yaitu dari sudut pandang He Yi Mei. Dari epilog inilah kita bisa mengetahui apa yang terjadi pada He Yi Chen selama tujuh tahun perpisahannya dengan Zhao Mo Sheng. Dan bagaimana Yi Mei menyerah terhadap Yi Chen karena ia tidak memiliki kekuatan untuk menunggu seperti Yi Chen.
At this moment, I suddenly realized the implied meaning behind this kind of expression.
He was calm because he already made his decision.
He decided to continue waiting.

Bagi penggemar karya-karya Gu Man, ini adalah salah satu karyanya yang wajib dibaca.

Saat ini saya sedang membaca karya Gu Man lainnya yang berjudul Blazing Sunlight. Ceritanya cukup berbeda karena mengambil plot cinta segitiga, berbeda dengan buku-buku Gu Man lainnya dimana ketika tokoh-tokoh utama jatuh cinta tidak ada yang bisa masuk kedalam hubungan mereka. Apalagi kedua tokoh utama pria di Blazing Sunlight ini memiliki sifat seperti Feng Teng (Baca: review Boss & Me) dan He Yi Chen. Saya mau pilih tim yang mana coba…???

Semoga bisa kesampaian bikin review Blazing Sunlight ini :)

1 comment:

  1. hai mba
    aku malah nonton dramanya dulu yg diadaptasi dr buku baru mau baca novelnya hihi

    thanks reviewnya

    ReplyDelete