Thursday, April 28, 2016

The Ordinary Princess by M.M. Kaye



Judul                     : The Ordinary Princess
Pengarang           : M.M. Kaye
Penerbit               : Puffin Books
ISBN                     : 9780142300855
Tahun                   : 112
Halaman              : 2002
Rating                  : 4 of 5 stars


 
Along with Wit, Charm, Health, and Courage, Princess Amy of Phantasmorania receives a special fairy christening gift: Ordinariness. Unlike her six beautiful sisters, she has brown hair and freckles, and would rather have adventures than play the harp, embroider tapestries . . . or become a Queen.

When her royal parents try to marry her off, Amy runs away and, because she's so ordinary, easily becomes the fourteenth assistant kitchen maid at a neighboring palace. And there . . . much to everyone's surprise . . . she meets a prince just as ordinary (and special) as she is!




Her Serene and Royal Highness the Princess Amethyst Alexandra Augusta Araminta Adelaide Aurelia Anne adalah putri ketujuh dari Raja Kerajaan Phantasmorania. Saat lahir ia adalah bayi yang tenang dengan rambut pirang ikal yang mempesona, mata biru dan wajah secantik bunga apel. Jauh lebih cantik daripada saat saudara-saudaranya dilahirkan. Dan karena ia adalah putri ketujuh dari tujuh orang anak perempuan raja, maka seperti tradisi Kerajaan Phantasmorgaria, diadakan pesta selamatan kelahiran sang putri.

Pada awalnya sang raja menolak karena ia teringat akan nasib leluhurnya yang lupa mengundang seorang peri hingga leluhurnya itu dikutuk tidur selama berabad-abad hingga mendapatkan ciuman dari cinta sejati.
"You may have forgotten what happened to my great-great-great-grandmother, but I have not. Had to sleep for a hundred years, poor girl, and the entire court with her, and all because of some silly fairy-business at the christening."

Tapi sang Ratu tetap berkeras. Pesta ini adalah tradisi, dan belajar dari masa lalu, Ratu dan para menteri memastikan tidak ada satupun peri yang lupa diundang.

Saat malam pesta datang, istana tumpah ruah dengan tamu-tamu dari kerajaan tetangga hingga para peri. Hadiah-hadiah menumpuk tinggi hingga mencapai langit-langit. Daftar anugerah dari para peri juga begitu panjang. Putri Amethyst diberi anugerah seperti keanggunan, kebijaksaan, kesehatan, daya tarik, keberanian, dan lain-lain. Ratu sangat berpuas hati dengan hadiah- hadiah tersebut.


Tapi seorang peri yang sangat kuat dan dihormati terlambat datang. Peri yang bernama Crustacea, penguasa air, itu ternyata mengalami kemacetan saking padatnya jalan dengan kereta-kereta yang menuju istana untuk menghadiri pesta. Ia sampai di istana dengan perasaan jengkel. Setelah mendapat permintaan maaf dari sang Ratu, Peri Crustacea melihat daftar anugerah yang telah diberikan peri-peri lain. Ia cukup terkejut dengan apa yang dibacanya, dan kemudian memutuskan anugerah yang akan diberikannya kepada Putri Amethyst adalah "Biasa-Biasa Saja."

"My child,” said the Fairy Crustacea, “I am going to give you something that will probably bring you more happiness than all these fal-lals and fripperies put together. You shall be Ordinary!"

Dan karena Peri Crustacea jauh lebih kuat dari peri-peri lainnya, anugerah sang peri menjadi lebih dominan dari anugerah yang lain.

Maka tumbuhnya Putri Amethyst sebagai putri yang biasa-biasa saja. Kulitnya menjadi lebih gelap dan berbintik-bintik karena sering main keluar, rambutnya menjadi lurus dan berwarna coklat kusam seperti tikus dan matanya yang biru lama kelamaan berubah menjadi abu-abu kecoklatan. Ia sekarang bahkan dipanggil dengan nama singkat Putri Amy. Tidak ada yang lebih biasa dari nama tersebut.

Ketika Amy dewasa, orang tuanya dengan susah payah mencarikan calon suami untuknya. Malang bagi Amy, setiap raja, pangeran atau grand duke yang bertemu dengannya selalu dengan cepat menghilang dari kerajaan Phantasmoria. Raja dan Ratu sudah putus asa hingga akhirnya seorang menteri mengusulkan untuk menyewa naga, mengurung Amy di menara tertinggi dan mengadakan sayembara untuk membebaskan Amy. Pemenang sayembara tentu kemudian tidak bisa menolak untuk dinikahkan dengan Amy, kan?

“A capital scheme! I’ve yet to hear of a prince who could resist the chance of killing a dragon. Some silly young nitwit is sure to come charging up to slay the creature, and then,” said the King, “we’ll have him! He simply can’t turn the girl down after that. And anyway,” finished the King cheerfully, “he won’t see her until it’s too late!"

Sayangnya bagi raja, Amy mendengar kabar tentang hal tersebut dan ia memutuskan kabur dari istana.

Kisah Ordinary Princess ini ditulis oleh pengarang saat ia membaca ulang buku-buku dongeng kesayangannya. Setelah membaca 20-30 dongeng ia menyadari bahwa hampir semua putri memiliki karakteristik yang sama. Rambut ikal keemasan (kecuali Snow White), mata biru, kulit putih cemerlang dan kecantikan tiada tara. Penulis merasakan suatu ketidak adilan dan kemudian muncul ide menulis tentang seorang putri yang begitu biasa hingga kadang orangtuanya sendiri lupa tentang dirinya.

Tetapi dengan menjadi biasa-biasa saja, Putri Amy malah menperoleh kebebasan yang tidak didapatkan saudara-saudaranya yang lain. Ia bisa pergi menyelinap untuk bermain di hutan, berbicara dengan gadis-gadis desa dan tidak keberatan untuk bekerja. Semua hal ini menolong Amy saat ia kabur dari istana.

Saya suka dengan Amy yang cerdik, penyayang dan pekerja keras ini. Kisah inipun ditulis dengan sangat baik dan dibeberapa bagian juga lucu. Karakteristik tokoh-tokoh di buku ini juga cukup berbeda dengan yang biasa kita baca di buku-buku dongeng. Ada raja yag sedikit penggerutu, Ratu yang keras kepala, para menteri dengan ide-ide gilanya. Juga seorang raja muda yang tidak segan duduk di tangga dapur agar bisa berbicara dengan gadis pelayan yang menarik hatinya.

Buku ini sangat bagus dibaca sebagai variasi dari dongeng-dongeng yang biasa kita baca. Saya sangat berharap buku ini bisa diterbitkan dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, seperti Ella Enchanted yang juga merupakan sebuah contoh yang tidak biasa dari sebuah dongeng. Sangat direkomendasikan untuk semua orang yang memiliki sisi 'princess' dalam hatinya, walau pantulan cermin hanya menampakkan rupa yang biasa saja.














No comments:

Post a Comment