Sunday, December 10, 2017

Our Second Master by Twentine





Judul                     : Our Second Master
Pengarang           : Twentine
Rating                   : 5 of 5 stars


What would you say is the most valuable thing in this world?
   
A mountain of gold and silver.

Wrong.

Then what is it?

The return of the prodigal son.



Keluarga Yang memiliki dua orang anak lelaki. Anak pertama bernama Yang Yi Fang (Tuan Pertama) dianggap sebagai anak emas keluarga tersebut. Ia tampan, elegan dan pintar dan sering dibawa-bawa oleh Tuan Yang dalam urusan-urusan bisnisnya. Sedangkan anak kedua, Yang Yi Qi (Tuan Kedua), terkenal sebagai playboy arogan yang senang berhura-hura. Sudah lelah Tuan Yang mengajari anak keduanya ini, tetapi perangainya tidak bisa diubah. Akhirnya Tuan Yang lepas tangan dan Tuan Kedua dibiarkan  begitu saja. Kedua putranya tersebut diberi rumah sendiri-sendiri yang masih berada dalam lingkungan kediaman Tuan Yang.

Karena sifat playboynya, tidak ada satupun pelayan di rumah Tuan Kedua yang belum ‘dicicipinya’. Akibatnya rumah tersebut menjadi kacau balau karena para pelayan saling berebut perhatian Tuan Kedua dan tidak mengerjakan pekerjaan mereka. Akhirnya Nyonya Yang mengirimkan seorang  pelayan dengan rupa yang biasa-biasa saja untuk mengurus kediamanan Tuan Kedua. Mari kita namakan pelayan ini Pelayan M. Karena wajah biasanya, Pelayan M lolos dari perhatian Tuan Kedua. Hanya saja ia sering menjadi sasaran kemarahan Tuan Kedua yang tidak bisa dilampiaskannya kepada para pelayan-pelayan lainnya.

Hidup ibarat roda yang berputar. Begitu juga dengan kehidupan keluarga Yang. Kemalangan silih berganti menimpa keluarga mereka. Tuan Yang meninggal, harta mereka dicuri orang dan Tuan Kedua menjadi cacat. Rumah besar mereka bertukar menjadi sebuah gubuk tua. Semua pelayan dibebaskan, dan Nyonya Yang serta istri Tuan Pertama kembali ke rumah keluarga mereka masing-masing. Tuan Pertama pun juga pergi ke luar kota untuk mencoba memperbaiki perekonomian keluarga mereka.

Yang tinggal hanya Pelayan M yang menolak pergi. Ia terus melayani Tuan Kedua yang sudah kehilangan semangat hidupnya. Bahkan ketika uang pemberian Tuan Pertama hampir habis untuk kebutuhan mereka berdua, Pelayan M yang kemudian mencari nafkah dengan cara menjual bunga.

Suatu peristiwa akhirnya membuat kesadaran Tuan Kedua bangkit. Masih ada orang yang tinggal bersamanya yang perlu dilindunginya. Perlahan-lahan Tuan Kedua bangkit dari keterpurukan dan mengambil alih perekonomian keluarga. Kesuksesan demi kesuksesan mengikuti Tuan Kedua sehingga mereka kembali menjadi kara raya. Mereka kembali tinggal di rumah besar seperti dulu.

Hanya saja, semakin besar rumah mereka semakin banyak pelayan yang dibutuhkan. Pelayan M tidak sanggup membayangkan posisinya akan digantikan oleh para pelayan-pelayan cantik itu. Ia kemudian memutuskan mengundurkan diri dan kembali ke kampung halamannya.


Semenjak Ten Miles of Peach Blossom (Baca: Review Ten Miles of Peach Blossom) saya emang terkena demam C-novels. Sewaktu melayari dunia maya menjadi C-novels yang menarik untuk dibaca saya menemukan cerita ini. Cerita ini adalah sebuah web novel singkat yang bisa kita sebut novella. Hanya terdiri dari tujuh bab. Tetapi bab-bab tersebut sangat menggigit dan berkesan. Ada kesan sendu dari cinta yang terpendam hingga cinta yang harus dilepaskan.

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu dari sudut pandang Pelayan M. Tidak diketahui nama Pelayan M yang sebenarnya. Hanya saja sejak awal bekerja di kediaman Tuan Kedua ia selalu dipanggil Monkey karena wajahnya yang tidak secantik pelayan-pelayan lain. Karena saya nggak enak manggil Pelayan M ini Monkey, akhirnya saya pake inisial aja :)
Pengabdian Pelayan M kepada Tuan Kedua memang tak berbatas. Walaupun dulu sering dikasari ia tetap tidak bisa meninggalkan Tuan Kedua ketika tuannya tersebut mendapatkan kemalangan. Bahkan saat yang diharapkan Tuan Kedua adalah kematian, dengan berani Pelayan M memaksakan obat dan makanan ke mulut tuannya tersebut. Sementara tuannya memakan makanan yang disiapkannya dengan teliti, Pelayan M sendiri hanya memakan tepung campur air di dapur. Tuan Kedua sungguh murka ketika mengetahui kenyataan ini.


"I, Yang Yi Qi, no matter how useless, is not till the extent that I cannot support you."


Perubahan Tuan Kedua sepanjang tujuh bab ini sungguh sangat terasa. Dari manusia arogan yang dibuat bertekuk lutut oleh nasib menjadi seorang pekerja keras yang bisa diandalkan. Kesetiaan Pelayan M sangat menyentuh hatinya. Tuan Kedua bekerja keras agar bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Pelayan M.


"To be treated like a treasure by a useless man, was still useless. So I told myself, I must rise up, become a man standing above men. Even thought I was only half a man now, I had to raise her up."


Sepanjang membaca novel ini, tidak ada ucapan cinta yang diutarakan. Tetapi perasaan kedua manusia ini bisa dirasakan dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Pada musim hujan Pelayan M akan berlari ke apotik untuk membeli obat bagi menghilangkan nyeri di kaki tuannya. Sementara setiap mil yang dilalui Tuan Kedua dalam perjalanannya adalah untuk menjamin kehidupan yang nyaman bagi Pelayan M.

Bagi saya, novella ini ibarat sebuah harta berharga yang tanpa sengaja bersua. Perasaan sesak dan sedih bercampur aduk selama membacanya. Happy ending memang, tetapi perjalanan menuju akhir bahagia ini sangat berat terasa. Sudah beberapa kali saya membaca ulang novella ini dan tetap memberikan kesan yang sama pada saya.

Novella ini sangat saya rekomendasikan bagi pembaca roman. Tipis, menggigit dan sangat berkesan…

Bagi yang ingin membaca novel ini bisa membaca terjemahan Bahasa Inggrisnya di blog One Second Spring.

1 comment:

  1. Halo salam kenal. Aku juga jadi penggemar drama dan novel china krn three lives three world.
    Gak kerasa nemu tulisan kamu bagus bgt. Semoga trus dpt crita rekomendasi dari kamu terus yaa

    ReplyDelete