Thursday, April 25, 2013

Close Up Interview - Listra Thessalonia




Masih dalam rangka perayaan Ultah BBI yang ke-2, kali ini kita masuk ke acara Close Up Interview. 

Close Up Interview ini diadakan karena BBI yang semakin berkembang dengan anggota yang telah banyak bertambah sehingga banyak yang belum kenal satu sama lain (betul juga sih... anggota BBI yang saya tahu hanya yang blognya sering saya kunjungi terus yang aktif cuap-cuap di grup facebook)

Untuk saling mengakrabkan para anggota BBI, panitia events di BBI mengadakan CUI ini. Setiap anggota yang ikut acara ini harus mewawancari salah seorang anggota BBI , sementara dirinya sendiri diwawancari oleh anggota BBI lainnya.

Nah, untuk kali ini saya akan mewawancari anggota BBI yang bernama Listra Thessalonia. Sebelum memulai membaca hasil wawancara saya dengan Listra silakan di pandang foto yang dibawah ini J

Foto digunakan sesuai ijin yang bersangkutan

 Listra Thessalonia, dara cantik yang berdomisili di Bandung dan lebih akrab dipanggil Listra ini merupakan pecinta novel klasik. Ga percaya? Coba aja cek blog ini. Rata-rata review blognya berisi novel-novel klasik yang dibacanya.

Kenapa Listra menyukai novel klasik? Saat saya tanyakan pertanyaan ini Listra malah bingung sendiri. bukan bingung karena ga tau lho, tapi bingung karena kalo dijelasin mungkin bakal  panjang banget.

Dari semua penulis klasik Listra lagi ngefans berat ama William Shakespeare. Demi penulis yang satu ini ia malah mempersembahkan satu blog khusus yang membahas buku-bukunya. Silakan lihat blog ini kalo ga percaya.

Well, siapa sih yang ga tau Shakespeare? Saya yang ga hobi baca novel klasik inipun juga tahu siapa itu William Shakespeare (mungkin karena sering juga disebut di novel2 hisrom, hehehehe). 

Sepertinya, kalo udah ngomong soal penulis yang satu ini aura merah jambu bakal menguar dari dirinya.
Penjelasannya kenapa suka Shakespeare terasa menggebu-gebu. Menurut Listra, Shakespeare ini keren dan brilliant banget! Karya-karyanya yang ga pernah habis dianalisis dan (setahu saya) paling sering dijadiin bahan thesis dan disertasi ini selalu memiliki sisi baru untuk diperbincangkan dan diperdebatkan. Yang paling disukainya adalah keberanian Shakespeare dalam memainkan kata-kata dan sindiran/joke yang memiliki beberapa lapis makna (hmmm... bikin tertarik nih).

Nah, kalo biasanya kita para kutu buku ini diomelin karena terlalu banyak membaca (para mama biasa bilang : kapan ketemu jodoh kalo ga keluar rumah!) Listra malah beda. Keluarganya bukannya pusing karena waktu yang didedikasikannya untuk membaca tetapi karena setelah selesai baca malah curhat habis soal bacaannya. Contohnya nih, “Orang yang bikin Sherlock Hollywood tuh ga pernah baca bukunya ya?" (meringis tersindir karena saya lebih suka nonton Sherlock daripada baca bukunya). Menurut Listra, raut wajah mereka seolah ngomong seperti ini : "Plis deh, itu ga ada hubungannya ama hidup kamu juga."

Ada satu persamaan antara saya dengan Listra. Buku yang paling berkesan itu The Count of Monte Cristo! Kalau bagi saya buku ini berkesan karena proses pencariannya, bagi Listra buku ini berkesan karena banyak momen yang bisa dijadikan bahan renungan.  Tapi kami sama-sama sepakat kalo Edmond Dantes itu keren! Hehehehe... (walaupun jujur saya baru tahu Alexandre Dumas itu berkulit hitam saat nonton Django Unchained).

Translator yang bergabung di BBI sejak tahun lalu ini berharap agar BBI lebih sering kopdar, terutama yang didaerah Bandung (ayo yang di Bandung segera merapat!). Harapannya bagi BBI adalah agar semakin berkembang dengan anggota yang lebih banyak agar bisa terus mempromosikan budaya membaca di negara kita ini. Amin...

Nah, sekian wawancara saya dengan Listra Thessalonia. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan informasi dan semoga ini menjadi suatu awal bagi sebuah pertemanan yang manis. 



14 comments:

  1. beda nih wawancaranya, diceritain secara narasi, asik juga bacanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... bikin ginian supaya terasa panjang dikit. pas bikin pertanyaan buat Listra pikiran blank.. mau nanya apa yaaa....

      Delete
  2. Iya unik wawancaranya. Listra memang cantik garis wajahnya klasik. Pantes demen buku klasik

    ReplyDelete
  3. Kyaaa, ada fotoku disandingkan dengan opa William.. *blushing* Iya asik deh bacanya. Makasih ya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..aku lupa nanya. kenapa lemon tree? :)

      Delete
  4. baca wawancara ini aura klasik nya terasa :)

    ReplyDelete
  5. Blognya mba Listra ini sering mengintimidasiku. Soalnya sering posting pake bahasa inggris klasik yg aku ga ngerti sama sekali maksudnya ajah. Seling gentayangan aja, dan sekalinya komen pasti ga mutu gitu komenku =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... iya, aku juga. yang ngertinya cuma bahasa gombal novel romance...^^;

      Delete
  6. Aku baru tahu kalo Listra orang bandung. Sekota sama rahib dong berarti

    ReplyDelete
  7. Salam kenal, Listra... Ternyata kita sekota hehe...

    ReplyDelete
  8. Looooohhh orang Bandung toh Listra? *lambai2 sesama orang Bandung*

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Salam kenal, Listra
    Aku selalu kagum sama mereka yg suka bacaan klasik

    ReplyDelete