Saturday, March 7, 2015

Finally You by Dian Mariani





Judul                     : Finally You
Pengarang           : Dian Mariani
Penerbit               : Stiletto
Tahun                   : 2014
ISBN                     : 978-602-7572-28-7
Tahun                   : 2014
Halaman              : 277
Rating                  : 4 of 5 stars


Sinopsis

Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.

Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.

Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.

Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.


Review

Luisa sedang patah  hati. Hans yang telah dipacarinya selama kurang lebih empat tahun memutuskan hubungan. Ketika Luisa menanyakan alasannya, Hans hanya berkata ia jenuh dengan hubungan mereka. Tetapi tak lama kemudian Luisa melihat Hans jalan bergandengan tangan dengan Gina, cewek yang sekantor dengan Gina, cewek yang sekantor dengan Hans.

Ketika pertemuan tak sengaja dengan Hans dan Gina di sebuah Mall, Luisa diselamatkan oleh Raka, bosnya. Cowok ganteng dengan pasaran tinggi ini langsung bisa membaca situasi dan mengaku sebagai pacar Luisa.

Semenjak itu hubungan keduanya mulai berkembang. Raka yang workaholic sering pulang malam sementara Luisa memutuskan menunggu jam macet selesai sebelum pulang kerumahnya. Jadwal makan Raka yang sangat tidak teratur membuat jiwa ‘keibuan’ Luisa bangkit. Ia pun membawa Raka menyusuri tempat-tempat makan kesukaannya sambil mengomeli Raka mengenai hidup sehat.

Kedua manusia ini menikmati pertemanan mereka yang mengalihkan mereka dari permasalahan pribadi masing-masing. Luisa masih berduka dengan hubungannya yang hancur, Raka juga sedang terbelit hubungan yang rumit dengan mantan pacarnya. Sama sekali tidak ada terpikir akan ada romansa diantara mereka berdua.

Tetapi Luisa yang blak-blakan dan sangat perhatian mulai menarik hati Raka. Ia yakin Luisa juga merasakan hal yang sama dengannya. Baru saja mereka berkomitmen untuk berhubungan, masa lalu Raka mengancam untuk memisahkan mereka berdua.


Buku ini merupakan pemberian dari Oky di Kumpulan Sinopsis Buku yang sangat pemurah hati. Thank you so much dear, semoga dirimu semakin banyak dilimpahi rezeki oleh Allah SWT. :)

Saya belum pernah membaca terbitan Stiletto sebelumnya, walaupun sudah lama nge-like page facebooknya. Jadi senang sekali bisa membaca salah satu buku yang diterbitkannya. Dan untuk buku yang satu ini saya benar-benar suka!

Saya suka cover bukunya yang terkesan oldies, dan paling suka kutipan di cover bukunya itu.

"Ternyata bukan tentang waktu
Bukan juga tentang masa lalu
Tetapi tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."



Jalan ceritanya dijalin dengan manis. Dialog-dialog yang ringan dan segar diantara Luisa dan Raka kadang membuat kita tersenyum sendiri membacanya. Ada rasa yang hangat timbul ketika membaca mengenai perkembangan hubungan kedua manusia ini.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah pergantian bab yang hanya ditandai oleh sebuah judul saja, tanpa ada tulisan Bab Satu, Bab 2, atau lainnya. Setiap judul menjadi inti cerita dari bab itu sendiri.

Luisa yang kadang terdengar begitu polos dan kekanak-kanakan sering membuat saya tertawa dan Raka tersedak. Pertanyaan-pertanyaan kadang tidak terduga. After-office romance mereka juga begitu manis, dan kadang makanan yang mereka santap bikin saya lapar juga :)

Luisa juga merupakan gadis yang masih kuat memegang ajaran agama dan budaya timur. Jadi ketika mengetahui kalau Raka pernah menjalani hidup bebas dengan pacar lamanya, Saskia, ia sangat terluka. Apalagi ketika Saskia memberitahunya bahwa walaupun ia dan Raka sudah lama putus hubungan, tetapi mereka masih tetap tidur bersama. Menurut Saskia, sekali lelaki pernah berhubugan seperti itu, maka ia akan meminta hal yang sama dari pacarnya sekarang. Pikiran Luisa semakin galau sangat Hans kembali rajin menghubunginya. Yang mana yang harus dipilihnya, kembali bersama Hans yang telah lama dikenalnya atau mengambil resiko terluka oleh Raka yang pernah menempuh jalan yang salah?

Satu hal yang kurang saya sukai dari Luisa adalah kebiasaannya lari dari konfrontasi. Setiap kali ia berhadapan dengan Saskia, Luisa selalu menjadi pihak yang kabur duluan. Kadang pengen melihat Luisa yang mempertahankan dirinya sendiri dengan penuh harga diri.

Saya suka Raka sejak pertama kali ia muncul. Tetapi ketika kita diperkenalkan dengan Saskia, saya memiliki perasaan yang saling bertentangan dengan Raka. Saya suka dia saat bersama Luisa, tetapi ketika bersama Saskia kelemahannya (yang diatasnamakan cinta) membuat saya marah. Cukup lama juga saya harus membaca hubungannya dengan Saskia sebelum Raka memutuskan untuk mengejar perasaannya kepada Luisa. Kesabarannya dalam menghadapi Luisa membuat saya luluh, apalagi ketika sedang menghadapi Luisa yang sering emosional.

Adegan yang paling saya suka dibuku ini adalah ketika Luisa masih mengungkit-ungkit tentang masa lalu. Jawaban Raka membuat saya pengen tepuk tangan sendiri. “Kamu lebih penting dari masa lalu kamu.”

Bisakah Luisa melihat melampaui masa lalu Raka dan menerima laki-laki itu seadanya? Silakan baca buku ini untuk mengetahuinya :)

6 comments:

  1. Kyaaa udah selesai dibaca. Hihihi..
    Alhamdulillah kalau suka dan cocok dengan kesukaannya.
    Amiiin, thank you doanyaaa, semoga doa baik kembali padamu mba :*:*:*

    ReplyDelete
  2. hahaha... sebenernya sehari nyampe langsung dibaca bukunya Oky. tapi seperti biasa nunda-nunda bikin reviewnya, baru sebulan kemudian dibikinnya. untung masih ingat ceritanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, samaaaa ih. Emang paling susah kalo disuruh nulis review. Butuh effort lebih dari sekedar bacanya. Wkwkwk.

      Delete
  3. Hiiii Ira & Oky, thanks for reading #FinallyYou, semoga ga kapok berpetualang bersama Raka & Luisa :)

    Thanks for the beautiful review, Ira :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama Mba Dian. semoga karir menulisnya lancar selalu :)

      Delete