Showing posts with label RC2015. Show all posts
Showing posts with label RC2015. Show all posts

Wednesday, January 7, 2015

Re-Read, Read Big & New Author Reading Challenge 2015


Setiap awal tahun selalu ada kesibukan yang membayangi para blogger buku seperti saya. Apakah itu? Tak lain dan tak bukan: Mendaftarkan diri di Reading Challenge sebanyak mungkin!

Tahun lalu saya mengikuti sekitar 7 Reading Challenge. Setiap ada yang memposting RC bakal saya pantau dan bila sesuai dengan target bacaan saya pasti saya mendaftarkan diri. Bisa dibilang side bar blog saya dipenuhi oleh button-button RC yang saya ikuti (dan button-nya cantik semua!). Dan pada akhirnya saya hanya bisa menyelesaikan satu Reading Challenge saja.

Tahun 2014 juga merupakan tahun kegagalan saya sebagai seorang blogger buku. Ada sekitar 4 bulan saya kehilangan selera membaca yang kemudian membuat saya malas mereview. Praktis hanya ada sekitar 20 postingan di blog buku saya, dan tidak semuanya merupakan review buku. Benar-benar sesuatu yang sangat menyedihkan bagi saya :(

Oleh karena itu, untuk tahun ini saya membatasi hanya mengikuti 2 reading challenge saja (3 ama yang di Goodreads). Tidak banyak memang, tapi mengingat tahun kemaren hanya selesai 1 RC saja saya pikir 2 RC untuk tahun 2015 ini bisa saya selesaikan.

Selain itu, tahun kemaren saya berniat untuk membaca ulang buku-buku favorit saya yang sudah bertahun-tahun nangkring di rak buku. Tak tersentuh. Sayang kan punya banyak buku tapi cuma sekali dibaca. Saya ga bakal jadiin ini sebagai RC pribadi, tapi akan menjadi prioritas bacaan saya selama 2015.

Kalau mau diurai, inilah target bacaan saya selama tahun 2015 ini :


1.Re-read

http://browsingbookshelvesdotcom1.files.wordpress.com/2014/02/gailcarlsonlevine-quote2.jpg


Tahun lalu niat awal saya hanya mau membaca ulang semua koleksi harlequin saya yang terbit dibawah tahun 2000. Yang terpikir sih buku tipis gini paling bentar bacanya. Tapi ternyata gagal juga. Hahahaha…

Ketika ngeliat rak-rak buku saya nyadar ada banyak buku lama yang pengen saya baca ulang lagi seperti novel-novelnya Sidney Sheldon, Michael Chrichton, John Grisham,dll. Malah dua tahun lalu saya beli Gone With The Wind dan Scarlet edisi hard copy masing-masing cuma 50rb. Tapi bukannya dibaca, malah tersimpan rapi di lemari. Terakhir kali saya membaca utuh buku ini mungkin sekitar 15 tahun yang lalu!

Dan karena ada beberapa buku ini yang merupakan buku bantal jadi cocok juga dipadukan dengan Read Big Reading Challenge :)


2.Read Big Reading Challenge.



RC satu ini dihost oleh Alvina dimana tantangannya adalah membaca buku bantal alias buku dengan minimal ketebalan 500 halaman.

Bagi saya buku tipis atau buku tebal tidak ada bedanya, selama cerita yang disajikan mampu membuat saya terpesona.

Untuk RC ini ada pilihan level/kelas yang boleh diambil, mulai dari kelas bulu (1-4 buku), kelas menengah (5-8 buku) dan kelas berat (>8 buku). Kepercayaan diri yang berlebihan membuat saya tadinya mau mengambil kelas berat tapi akhirnya kesadaran mengambil alih dan saya putuskan mengambil kelas menengah. Apa yang menyadarkan saya? Syarat wajib reviewnya! Hehehehehe…

Trus ada challenge tambahan yaitu membaca minimal  1 buku dengan jumlah halaman >1000 halaman. Tantangan yang lumayan berat menurut saya. Dan kalau niat saya membaca Gone With The Wind terlaksana, bakal bisa memenuhi challenge tambahan ini (semoga!).

Untuk RC ini saya sudah menyelesaikan 1 buku yang saya baca diawal tahun ini ini yaitu Kitab Takdir. Reviewnya bisa dibaca disini.


3.New Author Reading Challenge



New Author Reading Challenge atau NARC yang diadakan oleh Ren merupakan satu-satunya RC yang berhasil saya jalani tahun lalu, selain yang di goodreads. Itupun berhasil saya jalani karena memang bacaan saya kebanyakan adalah dari pengarang baru. Keistimewaan bergabung dengan goodreads adalah menemukan banyak buku baru dari pengarang-pengarang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.

Tapi karena prioritas saya tahun ini adalah membaca ulang koleksi buku saya, untuk tahun ini target NARC akan saya turunkan dari biasanya saya mengambil level Maniac (>50 buku) menjadi level Middle (15-30 buku). Untung saja NARC tidak mensyaratkan harus mereview buku yang dibaca. Tapi setidaknya saya akan mengusahakan review singkat di goodreads.

Sedangkan untuk challenge tambahan, saya pikir saya akan ambil What’s in a Name dan e-Book lover. Alasannya? Karena bacaan saya sebagian besar ebook dan What’s In A Name merupakan RC favorit saya yang dulu juga di host oleh Ren.

Nah, itulah tantangan yang saya pilih untuk tahun 2015 ini. Semoga target ini bisa saya penuhi walaupun saya berjanji pada diri sendiri tidak akan maksa-maksain agar target terpenuhi. Tahun ini akan menjadi tahun santai bagi saya, membaca hanya saat diinginkan, bukan untuk memenuhi target :)


Friday, January 2, 2015

The Book of Fate (Kitab Takdir) by Brad Meltzer


Judul                     : The Book of Fate (Kitab Takdir)
Pengarang          : Brad Meltzer
Penerbit              : PT. GPU
ISBN                      : 9789792291865
Tahun                   : 2013
Halaman              : 680
Rating                   : 3 of 5 stars


Sinopsis:

Kunjungan Presiden Leland Manning ke balapan NASCAR berubah menjadi bencana. Seorang penembak gelap beraksi. Ron Boyle, anggota lingkaran dalam presiden, tewas. Wes Holloway, pemuda yang menjadi ajudan presiden, tertembak dan wajahnya rusak parah. Manning sendiri gagal memenangkan masa jabatan kedua.

Delapan tahun kemudian, Boyle hidup kembali. Wes menjadi buruan FBI, yang menduga dirinya terlibat dalam konspirasi penembakan Boyle. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Wes harus berhadapan dengan rahasia Freemason dan kode rahasia yang diciptakan oleh Thomas Jefferson dua ratus tahun lalu. Dia juga harus berhadapan dengan Tiga Serangkai, dan si penembak gelap yang kembali untuk menyelesaikan tugasnya.


Review:

Wes Holloway memiliki pekerjaan yang membanggakan. Pada usia yang masih terbilang muda ia telah menjadi asisten pribadi presiden paling berpengaruh di dunia, yaitu Presiden Amerika Serikat, Leland Manning. Tapi pada satu hari yang penuh sejarah, masa depan Wes yang cemerlang dan penuh dengan kemungkinan yang yang begitu luas malah tewas dengan menyedihkan.

Yaitu hari dimana terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Manning. Presiden dan First Lady berhasil selamat dengan harga yang sangat mahal, sementara penasehat sekaligus sahabat presiden, Ron Boyle meninggal dunia. Sedangkan Wes sendiri? Ia menjadi korban peluru nyasar yang merusak  dan melumpuhkan separo bagian wajah Wes.


Delapan tahun kemudian Wes masih berstatus sebagai asisten mantan Presiden Leland yang tidak berhasil menjabat untuk kedua kalinya. Ketika sedang menemani Presiden Lelang berceramah di Malaysia Wes malah bertemu dengan sosok yang seharusnya sudah meninggal delapan tahun yang lalu, yaitu Ron Boyle. Wes memutuskan untuk menyembunyikan informasi ini karena tidak tahu siapa lagi yang bisa dipercayainya, apalagi setelah FBI datang mengetuk pintu memaksanya menceritakan apa yang dilihatnya di Malaysia.  Didorong oleh keinginan untuk mengetahui permasalahan apa yang telah membuat hidupnya hancur Wes memutuskan menyelidiki sendiri teka-teki ini, dengan dibantu oleh sahabat baiknya Rogo, wartawan gossip Lisbeth dan Dreidel yang membantunya bekerja di gedung putih.


Setelah selesai membaca buku ini sebenarnya saya merasa sedikit di PHP oleh sinopsis, terutama di kata-kata “rahasia Freemason dan kode rahasia yang diciptakan oleh Thomas Jefferson…”

Karena kata-kata ini yang terbayang di benak saya adalah cerita yang berputar disekitar rahasia organisasi Freemason yang memiliki jaringan begitu luas dengan latar belakang sejarah berumur ratusan tahun, konon bisa ditelusuri sampai ke zaman Raja Solomon. Tetapi nyatanya Freemason hanya disebut sesekali saja, itupun bukan sebagai dasar kasus yang membentuk novel ini dan hanya berhubungan dengan Nico si penembak jitu saja.

Sementara kode rahasia Thomas Jefferson juga tidak terlalu jelas. Dari lima kode yang ada di teka-teki silang milik Presiden Leland, hanya dua kode yang dijelaskan. Padahal kode-kode inilah satu-satunya petunjuk yang dimiliki oleh Wes untuk membongkar rahasia mengenai kejadian delapan tahun yang lalu. Apa makna titik dua, garis horizontal atau salib yang dicoret? Dan menurut saya, pencarian makna kode ini cukup bertele-tele dan beberapa bagian ada yang absurd. Contohnya keberadaan Martin Kassal, si ahli pembuat teka-teki. Satu-satunya tujuan keberadaan tokoh ini bukanlah untuk memecahkan teka-teki Presiden Manning, tetapi untuk memberikan info kepada pembaca mengenai kode rahasia Jefferson. Menurut saya perannya ini bisa diambil oleh oleh Boyle, toh ia sudah memecahkan teka-teki ini…

Walaupun begitu, secara keseluruhan novel ini cukup asyik dibaca. Intrik yang disajikan lumayan menarik walaupun tidak begitu rumit dan kita dibawa mengikuti kehidupan seorang Presiden yang telah lengser. Dan satu lagi yang menarik adalah kegigihan Wes untuk membuka rahasia kejadian delapan tahun yang lalu itu. Bukan untuk menyelamatkan Negara atau karena kesetiaannya kepada Presiden Manning, tetapi karena tekadnya untuk menyudahi masa lalu dan kembali menjalani hidupnya yang seolah jalan ditempat semenjak kejadian itu.

Catt: dan saya masih tetep ga ngerti kenapa buku ini diberi judul ‘Kitab Takdir’….