Monday, March 19, 2012

Love On The Range by Jessica Nelson




Judul                         : Love On The Range
Pengarang                 : Jessica Nelson
Penerbit                    : Harlequin
ISBN                        :  0373829140
Halaman                    : 288
Expected Publication : 3 April 2012


My rating: 3 of 5 stars

Gracelyn Riley, cewek kelas atas dari Boston, diungsikan oleh orangtuanya ke perternakan pamannya di Oregon untuk menghindari penyakit influenza yang sedang merebak dikota mereka.

Hal ini disambut dengan senang oleh Grace karena berdasarkan berita yang didapatkannya, Striker, si agen pemerintah yang misterius terlihat di Burns, Oregon, daerah yang ditujukan.
Grace berniat untuk mewawancarai Stiker yang sangat sulit ditemui untuk memastikan kedudukannya sebagai reporter investigasi dan melepaskan dirinya dari ketergantungan secara finansial dari orangtuanya.

Di stasiun Grace dijemput oleh Trevor Cruz dan James, bawahan pamannya. Grace yang tidak henti-hentinya bicara dan bertanya membuat Trevor pusing. Hilang sudah ketenangan hidupnya. Apalagi ketika didapatinya bahwa gadis yang dipikirnya dangkal ini sangat sangat religius. Tidak ada hari yang tidak dilewati dengan mengingatkan para penghuni ranch mengenai Tuhan.

Hal ini membuat Trevor marah. Kepahitan hidup yang dirasakannya selama ini membuat ia menyangkal keberadaan Tuhan. Tapi perlahan-lahan Grace dengan bicaranya yang menyerocos dan kepercayaannya yang kuat kepada Tuhan berhasil menyusup kedalam hati Trevor.

Masalahnya, Grace sudah lama jatuh cinta kepada Striker. Dengan diwarnai perburuan mencari Mendez, tokoh jahat yang suka menculik perempuan dan menjualnya ke Meksiko, Grace harus memutuskan siapakah yang harus dipilihnya. Trevor atau Striker?

Sewaktu awal membaca buku ini, saya kurang ngeh kalo ternyata ini settingannya historical romance. Saat baca kalo Grace dijemput dengan wagon di stasiun barulah balik buku lagi ke halaman depan, ternyata ada kata-kata dibawah Bab I, Oregon 1918!

Hehehehe... ga tau deh kenapa keterangan itu lolos dari tatapan saya...

Grace yang tidak tahan menutup mulutnya lebih dari 5 menit membuat saya tersenyum2 membacanya. Saya jadi memikirkan 4* untuk buku ini.

Tapi kemudian, semakin dibaca buku ini terasa semakin membosankan. Tidak ada peristiwa besar atau mengguncang perasaan yang terjadi. Memang sih ada kejadian Grace jatuh dari kuda sehingga kakinya tidak bisa dibawa berjalan selama beberapa bulan. Ataupun kejadian ketika teman baik Grace, Connie, meninggal karena influenza.

Tapi ketika dibaca semuanya terasa biasa-biasa saja. Kesedihan Grace tidak ikut menyentuh perasaan pembaca.

Bahkan ketika Grace diculik oleh anak buah Mendez. Ditengah jalan si penculik udah jatuh sendiri karena dicurigai terkena influenza. Terpaksa pula Grace menyeret pulang si penculik.

Dan kemudian Mendez sendiri yang menculik Grace, kejadian yang sama terulang lagi. Bener deh, sepertinya Grace ini disayang Tuhan banget!

Padahal saya pengen banget kejadian ini didramatisir sedikit. Seperti Trevor yang pontang panting buat nyelamatin Grace dan pulang dengan kejayaan sehingga mengubah pikiran orangtua grace yang snobbish itu. Tapi begitulah, Grace mampu menyelamatkan dirinya sendiri...

Jadi beginilah akhirnya, bintangnya saya turunkan menjadi 3* :(



No comments:

Post a Comment