Friday, November 15, 2013

Lucky No. 14 Reading Challenge 2014

Lucky No. 14 RC



Reading Challenge lagiiii...

Rasanya saya ga pernah bosan-bosan buat ngikutin reading challenge. Tahun ini saja saya mengikuti 4 reading challenge.  Yang berjalan lancar hanya 2 saja. Yang 2 lagi sedikit keteteran walaupun sekarang lagi dikebut buat menuhin target.

Dan belum selesai RC 2013 ini, yang 2014 sudah mulai bermunculan. Salah satunya adalah RC Lucky No. 14 yang diadakan oleh Astrid di blognya Books to Share (jadi inget film Lucky No. Slevin-nya Josh Harnett).

RC yang satu ini cukup unik karena berusaha menjangkau semua sisi yang biasanya kita perhatikan dari sebuah buku. Mulai dari buku yang dibeli karena cover, ngeliatin wishlist orang lain, timbunan, dll. Dan sesuai namanya ada 14 kategori yang harus dipenuhi untuk mengikuti RC ini. Berikut kategorinya :

1.      Visit The Country: Read a book that has setting in a country that you really want to visit in real life. Make sure the setting has a big role in the book and it can make you know a little bit more about your dream destination.

{Ada banyak negara yang pengen saya kunjungi di dunia ini, terutama negara-negara di Eropa. Yang paling pengen itu ke daerah Andalusia, Yunani dan Turki. Ke Turki pengen ngeliat istana Topkapi karena dulu pernah baca cerpen di Anita tentang cewek yang terdampar ke masa lalu dan nyampe di harem sultan. Daftar bukunya aku belum nyari, tapi kalo boleh reread aku pengen baca The Historian-nya Elizabeth Kostova (atau ini aku masukin buku bantal aja ya?)}


2.      Cover Lust: Pick a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?
{Waahhh... aku punya banyak buku beginian nih. Salah satunya Snow Flower and The SecretFan. Beli buku ini karena lagi diskon dan kovernya cantik banget (simpen buku ini sampe tahun depan)}

3.     Blame it on Bloggers: Read a book because you’ve read the sparkling reviews from other bloggers. Don’t forget to mention the blogger’s names too!
{Yang ini juga banyak #ngeliriktimbunan. Tapi belum bisa aku tulis judulnya disini karena 2014 masih 1,5 bulan lagi. Siapa tahu dalam jangka waktu segitu ternyata buku yang aku daftar keburu aku baca}

4.     Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.
{Nah, ada satu buku nih, The Man Who Forgot How to Read. Aku beli pas lagi diskon, hanya 10rb rupiah aja. Yang hebatnya, ini buku nonfiksi yang bisa dibilang jarang banget aku beli. Tapi aku pernah liat buku ini di wishlist-nya Rahib waktu jadi santa beliau tahun kemaren. Liat kover belakang sepertinya menarik, tapi sampe sekarang belum dibaca}

5.      (Not So) Fresh From the Oven: Do you remember you bought/got a new released book last year but never had a chance to read it? Dig it from your pile and bring back the 2013.
{Hmm... apa yah? Daftar boleh nyusul kan?}

6.      First Letter’s Rule: Read a book which title begins with the same letter as your name (for me, Astrid means A, and I can read anything that started with the letter A). Remember: Articles like “a”, “an” or “the” doesn’t count :)  
{Inisial awal namaku adalah huruf i, jadi pas ngecek wishlist ada dua buku yang pas banget untuk kategori yang ini yaitu Inheritance dan Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran. Semoga Santa-ku mau beliin buku yang ini #ngarep}

7.      Once Upon a Time: Choose a book that’s been published for the first time before you were born (not necessarily has to be a classic book, just something a little bit older than you is okay. You can read the most recent edition if you want to)
{Aku pengen baca buku-bukunya Frances Hodgson Burnett karena suka banget ama Little Lord Fauntleroy dan semalam baru aja  menyelesaikan The Secret Garden (dapet diskonan lagi :)}

8.      Chunky Brick: Take a deep breath, and read a book that has more than 500 pages. Yep, the one that you’ve always been afraid of!
{Ada satu buku Trudi Canavan yang aku beli awal tahun 2013, judulnya The Magician’s Apprentice. Buku ini prequel dari seri trilogi The Black Magician yang udah aku giveaway-kan tahun kemaren. Halamannya lumayan sih, 960 halaman #Semangat!}

9.      Favorite Author: You like their books, but there are too many titles. This is your chance, choose a book that’s been written by your fave author but you haven’t got time to read it before.
{Buku-bukunya R.L. Mathewson. Aku suka banget seri Neigbor from Hell-nya dan masih ada beberapa seri lagi yang belum aku baca. Semoga tahun 2014 bisa selesai baca semua bukunya :)}

10.   It’s Been There Forever: Pick up a book that has been there on your shelf for more than a year, clean up the dust and start to read it now :)
{Perfect Match-nya Jodi Picoult. Aku beli tahun kemaren tapi belum baca karena kalo mau baca buku-bukunya Jodi Picoult mesti siap mental dan tisue dulu}

11.   Movies vs Books: You’ve seen the movie adaptation (or planned to see it soon) but never had time to read the book. It’s time to read it now, so you can compare the book vs the movie.
{City of Bones-nya Cassandra Clare. Aku nonton filmnya beberapa bulan yang lalu. Biasa aja sih filmnya tapi rating bukunya cukup tinggi. Jadi pengen baca baca buat ngebandinginnya.
Ada juga sih The Invention of Hugo Cabret, tapi rencananya mau aku masukin baca bareng BBI bulan ini}

12.   Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D
{Hmmm... biasanya buku-buku giveaway atau hadiah atau pemberian dari orang lain langsung aku baca sih. Jadi buat daftarnya tunggu tahun depan aja yah, siapa tahu dapet gratisan lagi. hehehehe...}

13.   Not My Cup of Tea: Reach out to a genre that you’ve never tried (or probably just disliked) before. Whether it’s a romance, horror or non fiction, maybe you will find a hidden gem!
{Aku biasanya baca semua genre sih, kecuali horor yang ada hantu-hantunya. Ada juga klasik yang jarang aku baca walaupun ada satu atau dua orang yang jadi pengarang favoritku. Untuk kategori yang ini aku pengen coba karya-karya Shakespeare, semoga ga ketiduran duluan...}

14.   Walking Down The Memory Lane: Ever had a book that you loved so much as a kid? Or a book that you wish you could read when you were just a child? Grab it now and prepare for a wonderful journey to the past :)Comic books or graphic novels are allowed!
{Kalo kategori ini banyaaak banget yang pengen aku baca ulang. Salah satunya adalah komik-komik Nina. Tapi yang paling berkesan sama aku itu adalah Kumpulan DongengSedunia, hadiah naik kelas 4 dari papa dan mama. Masih ada sampe sekarang walaupun kondisinya sudah sekarat karena aku pinjemin ke orang-orang yang sama sekali ga menghargai buku!} 

Nah, itulah beberapa buku yang rencannya akan aku baca di tahun 2014. Terimakasih buat Astrid  yang udah mengadakan RC ini, semoga bisa menyelesaikannya sekalian mengurangi timbunan :)

Saturday, November 9, 2013

Courting Catherine (The Calhoun Women #1) by Nora Roberts




Rating : 3 of 5 stars


Trenton St.James III mendatangi Bar Harbour untuk melihat sebuat properti yang hendak dijadikannya sebagai lokasi terbaru hotel St.James. Properti tersebut adalah sebuah manor yang merupakan landmark kota dan dimiliki oleh keluarga Calhoun yang terdiri dari empat orang gadis dan seorang bibi yang romantis.  Dan mereka semua menolak menjual rumah tersebut kepada Trenton.

Ketika sampai di Bar Harbour mobil Trent mogok dan dibawa ke bengkel C.C. Yang tidak diketahuinya adalah C.C merupakan gadis termuda dari keempat Calhoun bersaudara. Ketika Catherine Coleen atau C.C melihat nama di kartu kredit Trent, ia pun langsung mengamuk dan mengusir Trent. Baginya Trent terlihat seperti pengusaha haus darah yang tidak mempedulikan bahwa ia mengusir orang-orang dari rumahnya sendiri untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tetapi bagi keluarga Calhoun sendiri tawaran menjual rumah mereka adalah jalan keluar bagi kesulitan ekonomi yang melanda mereka. Hanya saja kecintaan mereka terhadap rumah tersebut membuat mereka sangat sulit melepaskan Two Tower, rumah mereka. Dengan semua sejarah unik rumah tersebut yang meliputi nenek buyut yang bunuh diri karena mencintai lelaki lain dan kakek buyut yang menjadi gila setelah kematian si nenek buyut, The Tower bukan hanya sekedar rumah bagi keluarga Calhoun.

Buku ini saya baca sebagai bagian dari tiga reading challenge yang saya ikuti yaitu What’s In A Name RC, Book in English RC dan Read-A-Long Nora Roberts/J.D. Robb. Karena ini udah hampir akhir tahun, saya make trik dimana dengan hanya membaca satu buku saya bisa memenuhi tiga RC sekaligus. Semoga sampe akhir desember semua target RC saya tercapai...

Seperti biasa Nora Roberts membuat kita terhanyut dengan romansa dan drama keluarganya. Sekali kita membaca bukunya sulit untuk dilepaskan lagi.

Plot dasar buku ini sebenarnya sudah ada beberapa novel NR yang memiliki kisah yang sama. Keluarga yang bersatu padu dan dibumbui dengan hantu keluarga yang memiliki kisah tragis. Paling mirip sih sebenarnya dengan seri Inn Bonsboroo. Dan para gadis Calhoun ini mengingatkan saya dengan tokoh-tokoh di trilogi Dream. Tapi buku ini diterbitkan sebelum kedua seri yang saya sebutkan diatas.

Keempat gadis keluarga Calhoun memiliki sifat berbeda-beda. Ada Amanda yang praktis, Suzanne yang rapuh, Lilah yang santai dan C.C yang berapi-api. Ditambah juga dengan Bibi Coco yang romantis, yang membuat rencana rahasia menjodohkan salah satu gadisnya dengan Trent dan dengan begitu bisa menyelamatkan The Tower.

Dari awal pertemuan C.C dan Trent kita sudah merasakan percikan diantara keduanya. Walaupun percintaan diantara keduanya terasa seperti secepat kilat menurut saya. Hanya beberapa hari setelah bertemu C.C. sudah  menyatakan cinta. Tapi seperti yang dinyatakan C.C, cinta itu datang saat ia merasa siap, bisa dalam beberapa detik atau malah menunggu bertahun-tahun.

Dan seperti biasa, perselingkuhan membuat saya jengkel. Begitu juga potongan-potongan cerita Bianca, si nenek buyut yang berselingkuh, yang menceritakan pertemuan pertamanya dengan Cristian, pelukis yang dicintainya.

Yang bikin meradangnya sih tiap kali ketemu Cristian pasti si Bianca merasa bersalah dan kemudian bertanya-tanya kenapa suaminya begitu acuh, atau kenapa suaminya hanya memperhatikan penampilan atau kenapa suaminya tidak bisa membuat ia mencintainya. Jadi mikir sendiri, si Bianca ini pernah ga sih berusaha membuat suaminya mencintai dia?

Belum lagi tiap ia merasa bersalah terhadap suaminya si Bianca langsung memakai kalung emerald yang dikeliling berlian sebagai hukuman bagi dirinya sendiri. Kalung tersebut di hadiahkan suaminya setelah melahirkan putra pertama mereka. Hukuman yang “berat” sekali menurut saya.

Seperti biasa, cerita ini memiliki akhir bahagia yang merupakan ciri khas novel romans #ya iyalah!

Novel ini cukup ringan dibaca dan juga tidak terlalu tebal sehingga tidak bikin bosan, walaupun sebenarnya tidak ada novel Nora Roberts yang membosankan. Sekali membaca pasti kita akan dibawa hanyut dalam dunia yang diciptakannya.

Saturday, November 2, 2013

Always With Me by Hyun Go Wun

Judul                     : Always With Me
Penulis                 : Hyun Go Wun
ISBN                     : 9786027742239
Penerbit               : Haru
Tahun                   : 2013
Halaman              : 428
Harga                   : Rp. 68.000,-

Rating  : 3,5 of 5 stars
 

Chae Song Hwa, anak kedua dari tiga bersaudara, tidaklah cantik. Walaupun lebih sering dianggap sebagai laki-laki, ia bangga dengan kekuatan dan keberaniannya. Ia memiliki karir yang bagus, teman baik yang menemaninya minum-minum dan orang-orang yang selalu meminta pertolongannya.

Yoon Sang Yup memiliki tekanan yang cukup berat. Sebagai cucu tertua ia diharapkan untuk segera menikah hanya karena gurauan serius kakeknya yang akan mewariskan perusahaan elektroniknya kepada cucu pertamanya yang memiliki anak. Dengan ibu yang berambisi mengusai perusahaan tersebut Yoon Sang Yup terus menerus disodori wanita-wanita cantik kiriman ibunya yang mendatangi rumah sakit tradisonal tempatnya bekerja.

Jadi, ketika Sang Yup bertemu dan dihajar Song Hwa yang sedang mabuk berat di kamar mandi sebuah klub dan dilanjutkan dengan pertemuan di kereta, Sang Yup menganggap itu adalah sebuah takdir. Wanita itu sampai tertidur dibahunya dan meninggalkan jejak air liur di setelan Armani Sang Yup. Kalau itu bukan takdir apalagi namanya?
Maka ketika takdir kembali campur tangan dan mengirim Song Hwa ke rumah sakit tempatnya bekerja Sang Yup langsung mengambil keputusan. Ia meminta Song Hwa menjadi pacarnya.

Hal itu tentu saja mengejutkan Song Hwa. Bagaimana dokter  yang kasar dan tidak sopan itu berani-beraninya meminta ia menjadi pacarnya? Mereka kan juga baru kenal...

Tapi Sang Yup bukanlah lelaki yang mudah putus asa. Dengan gigih ia mengejar dan mendesak Song Hwa. Dan Song Hwa yang tidak percaya takdir ini kemudian menyerah. Dengan permainan gunting-batu-kertas ia menentukan pilihannya. Kalau Sang Yup menang, ia akan menjadi pacar Sang Yup.

Novel ini merupakan percampuran antara beberapa kisah yang telah kita kenal. Cinderella, Beauty and The Beast, Bridget Jones Diary, Romeo & Juliet. Dan itu dipastikan oleh penulis dengan menceritakan ulang kisah-kisah itu tetapi dari sudut pandang yang berbeda.

Cinderella kehilangan sebelah sepatu kacanya? Bukankah pintar sekali Cinderella itu? Ia sengaja memilih sepatu yang sedikit kebesaran, kalau tidak begitu bagaimana sepatu tersebut bisa terlepas dari kakinya?

Dan The Beast yang tidak malu akan keburuk rupaannya, toh  ia tetap seorang pangeran.

Kisah-kisah ini membatasi tahap-tahap perkembangan hubungan antara Chae Song Hwa dan Yoon Sang Yup. Air liurnya yang tumpah ke bahu Sang Yup adalah sepatu kacanya Cinderella. Si buruk rupa yang tidak minder adalah Song Hwa yang tetap percaya diri walaupun tumbuh besar diantara kedua saudaranya yang cantik Park Yang Ji dan Chae Jang Mi. Diary si Bridget (yang jujur saja ga saya sukai baik buku maupun filmnya) melambangkan kebahagian Song Hwa yang akhirnya punya pacar. Dan kisah ini berpuncak dalam tragedi ala Romeo & Juliet.

Menurut saya kreatif sekali penulis mengambil kisah-kisah ini untuk melambangkan kemajuan-kemajuan dalam novelnya. Setiap menemukan kisah-kisah penanda ini saya jadi berpikir ‘oke, ini kisah si buruk rupa yang bangga dengan keburuk rupaannya. Dan jelas-jelas Song Hwa adalah karakter yang yang dimaksudkan. Apa yang akan diberikan penulis kepada saya di babak ini?'
 “Aku punya pekerjaan dan meskipun aku tidak cantik sekali, setidaknya aku tidak pernah malu dengan wajahku sendiri.” Tatapan Song Hwa benar-benar terlihat serius, seolah ia sedang mengakui kesalahannya. Dari ekspresi wajahnya, sepertinya ia memang baru menyadari bahwa sebenarnya ia memiliki banyak hal.
Song Hwa yang polos seperti sebuah buku yang terbuka bagi Sang Yup. Setiap kegelisahan yang keraguan Song Hwa bisa terbaca jelas olehnya. Dan sifat Sang Yup yang selalu membereskan persoalan sebelum menjadi berlarut-larut merupakan salah satu hal yang mendukung keberhasilan hubungan Sang Yup dan Song Hwa.

Pada beberapa bagian, kecurigaan Song Hwa tentang alasan Sang Yup berpacaran dengannya membuat saya sedikit bosan. Karena hal ini cukup berulang-ulang terjadi. Dan ternyata ini memang menjadi penyesalan Song Hwa kemudian. Mengapa ia menghabiskan waktu mempertanyakan motif Sang Yup bukannya berusaha dengan sungguh-sungguh  memperdalam hubungan mereka?

Tidak ada emosi yang meledak-ledak dibuku ini, ataupun adegan yang bisa membuat kita mengucurkan air mata. Bahkan ketika cerita mulai memasuki adegan ala Romeo & Juliet. Suasana di novel ini lumayan tenang, hanya ada sedikit riak tapi tidak membosankan. Dan hal ini penting menurut saya karena novel ini  lumayan tebal.

Saya menyukai semua karakter yang ada dibuku ini (kecuali orang tua Sang Yup tentunya). Setiap orang memiliki peranan yang mendukung karakter utamanya, bahkan Jang Mi  yang berusaha merebut pacar kakaknya.

Selain hubungan antara Song Hwa dan Sang Yup, yang paling saya sukai dibukui ini adalah hubungan persaudaraan antara Yang Ji, Song Hwa dan Jang Mi. Kedua saudaranya ini sangat cantik dan sesuai sekali dengan nama mereka yang berarti bunga mawar. Sedangkan nama Song Hwa sendiri juga merupakan nama bunga tetapi bukanlah  termasuk kedalam keluarga bunga mawar.

Yang Ji, si kakak tertua yang kembali kerumah setelah bercerai karena suami berselingkuh adalah perempuan yang pintar dan cepat menangkap masalah. Sifatnya yang dingin dan tegas menjadi penyeimbang bagi kedua adiknya.

Jang Mi si bungsu, artis cantik yang merasa paling dicintai se-Korea Selatan, bersifat manja, egois dan sangat mementingkan diri sendiri. Ia lebih suka berpikiran simpel, sehingga seringkali jengkel dengan Yang Ji yang sering memperumit jawaban sebuah persoalan.

Hubungan ketiga orang ini juga ikut berkembang dalam buku ini. Dari awalnya sedikit acuh tak acuh menjadi lebih dekat dan akrab.

Sebenarnya hubungan ketiga bersaudara ini mengingatkan saya akan manga For The Rose karya Akemi Yoshimura sensei. Di manga ini dikisahkan tentang Yuri yang setelah neneknya meninggal baru mengetahui bahwa ibunya adalah seorang artis ternama dan ia memiliki 3 orang saudara yang semuanya berlainan ayah. Ketiga saudaranya ini sangat cantik dan tampan.

Ada Fuyo, si kakak pertama yang pemalas tapi sebenarnya pintar. Ia juga kembali pulang kerumah setelah bercerai dari suaminya yang berselingkuh dan mengidap Oedipus complex. Walaupun pemalas dan memiliki prinsip bahwa orang lain yang harus melakukan sesuatu baginya, Fuyo adalah orang yang paling tajam dalam menghadapi masalah. Menurut saya dibuku Always With You ini Fuyo adalah Yang Ji.

Ada Sumire, kakak kedua yang keturunan bule. Cowok ganteng ini menutup hatinya dari cinta sejak ditinggal mati kekasihnya. (pacar Sang Yup sebelum Song Hwa sepertinya juga mati kalau saya tidak salah ingat).

Ada Aoi, si bungsu yang sangat tampan, narsis dan jutek. Ia ditaksir oleh banyak cewek dan cowok.

Lalu si tokoh utama, Yuri, cewek gendut dan jerawatan dengan kepercayaan diri yang sangat rendah.

Apakah mungkin penulis terinspirasi oleh tokoh-tokoh ini? Jalan cerita jelas beda, karena For The Rose-nya Akemi sensei menyentuh banyak persoalan, bukan hanya percintaan.

Dan sebelum menutup review ini, adalah beberapa kejanggalan yang saya temukan dibuku ini.  Yang sempat saya catat antara lain :
  1. Hal 246 : Wanita itu bergerak dengan lamban dan anggun layaknya seorang kucing mahal... (Seorang? Seriously?!?)
  2. Hal 277 : Jari tangan yang gemuk dan imut dokter itu... (apa ga lebih cocok menggunakan kata pendek?)
  3. Hal 327 : Romeo dari keluarga Montague adalah satu lelaki yang terkenal... (satu atau seorang?)
  4. Hal 365 : Mereka harus menaiki 419 buah anak tangga... (menurut saya lebih efektif kata ‘buah’ dihilangkan)
  5. Sang Yup sering sekali terkikik di buku ini. Apa tidak bisa digantikan menggunakan kata lain seperti 'terkekeh' misalnya? Aneh aja membaca ada cowok yang terkikik. Girlie banget menurut saya.
Secara keseluruhan saya berikan 3,5 bintang untuk buku ini.

Saya sangat menunggu-nunggu untuk bisa membaca kisah Yang Ji dan Jang Mi. Dan saya tidak bisa mengetahui apakah buku-buku mereka sudah diterbitkan atau belum karena di goodreads saya hanya menemukan buku-buku Hyun Go Wun edisi bahasa Indonesia. Ketemu link novelnya tapi pake bahasa Korea :(

Apakah tidak ada rakyat Korea Selatan yang menjadi anggota Goodreads dan menginput data buku-buku yang sudah diterbitkan Hyun Go Wun?

Aiihh.. jadi penasaran ini..